Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Gandeng Delapan Daerah Jaga Sungai dari Hulu ke Hilir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Gandeng Delapan Daerah Jaga Sungai dari Hulu ke Hilir

Perubahan iklim tidak lagi sebatas isu yang dibahas di forum internasional. Dampaknya sudah dirasakan langsung lewat banjir yang makin sering datang, musim yang sulit diprediksi, hingga krisis air di sejumlah wilayah. Karena itu, menjaga sungai kini bukan lagi urusan satu daerah, melainkan pekerjaan bersama.

T. Budianto
Last updated: Agustus 6, 2026 3:48 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TEKEN KESEPAKATAN: Sekda Jateng, Sumarno memimpin penandatanganan kesepakatan penguatan kebijakan dan implementasi ketahanan iklim dengan delapan pemerintah kabupaten/kota di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu (5/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng menggandeng delapan pemerintah kabupaten/kota, Mercy Corps Indonesia, dan Zurich Climate Resilience Alliance untuk memperkuat ketahanan iklim sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan penguatan kebijakan dan implementasi ketahanan iklim di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu (5/8/2026).

Sekda Jateng, Sumarno mengatakan, dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

Baca juga: Jateng Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Gerak Kilat Saat Musibah

Menurutnya, pengelolaan sungai harus dilakukan secara terpadu karena satu aliran sungai bisa melintasi beberapa wilayah administratif. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Mercy Corps Indonesia dan Zurich Climate Resilience Alliance yang sudah mendampingi Jateng selama hampir tujuh tahun,” kata Sumarno.

Pemprov, lanjutnya, sangat mengapresiasi kepedulian semua pihak dalam membangun ketangguhan Jawa Tengah terhadap perubahan iklim, khususnya di kawasan daerah aliran sungai.

Ia menjelaskan, daerah aliran sungai memiliki fungsi vital sebagai sumber air baku bagi masyarakat sekaligus penyangga sistem irigasi pertanian. Karena itu, kerusakan lingkungan di kawasan hulu maupun hilir harus ditangani secara bersama agar manfaat sungai tetap terjaga untuk jangka panjang.

Menurut Sumarno, sungai tidak mengenal batas kabupaten atau kota. Maka upaya pelestariannya juga tidak boleh dibatasi oleh wilayah administrasi. Selain menjaga ketersediaan air, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang dipicu perubahan iklim.

“Yang tidak kalah penting adalah membangun kesiapan dan ketangguhan masyarakat yang tinggal di kawasan daerah aliran sungai agar mampu menghadapi berbagai dampak perubahan iklim di masa mendatang,” ujarnya.

Persoalan Kompleks

Sementara itu, Executive Director Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis menilai, perubahan iklim merupakan persoalan yang kompleks sehingga tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sektor.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan harus berbasis bentang alam, menghubungkan kawasan hulu hingga hilir dalam satu sistem pengelolaan. “Perubahan iklim, resiliensi, dan kebencanaan bukan persoalan satu sektor. Ini isu multisektoral yang tidak hanya terjadi di wilayah pesisir, tetapi juga di kawasan hulu. Karena itu pendekatannya harus menyeluruh,” katanya.

Saat ini, program ketahanan iklim di Jateng difokuskan di kawasan DAS Tuntang yang meliputi Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Grobogan, dan Demak. Selain itu, program juga mencakup DAS Babon yang melintasi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Demak.

Baca juga: Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Ade berharap kolaborasi lintas daerah tersebut dapat menjadi model pengelolaan sungai yang lebih terpadu sehingga mampu memperkuat ketahanan iklim sekaligus mengurangi risiko bencana di masa depan.

Menurutnya, program ini bukan hanya menjadi milik Mercy Corps Indonesia, tetapi juga bagian dari upaya bersama pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Air tidak pernah berhenti di papan batas kabupaten. Maka kalau banjir ingin dikurangi, ego wilayah juga harus ikut mengalir. Sebab sungai hanya punya satu tujuan: mengalir bersama, bukan bekerja sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Gas Melon Ditambah, Masak Nataru Nggak Perlu Drama

Shadow Economy Mau Diawasi, UMKM Jangan Ikut Diseret-seret!

Gelandang Langganan Timnas Merapat

PON Beladiri Bakal Jadi Agenda Rutin Tiap Dua Tahun

Awal Tahun Polda Jateng “Oper Gigi”, Enam Pejabat Utama Berganti

TAGGED:headlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AI Boleh Pintar, Agustina: “Manusia Tetap yang Pegang Kendali”
Next Article Seni Menjaga Diri di Tengah Zaman Edan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TERDAKWA KORUPSI--Terdakwa korupsi, Sudewo Bupati Pati nonaktif, menemui pendukungnya usai sidang di Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae)

Sudewo Siap Buka-bukaan, Pengacara Minta Ketua DPRD Pati Dihadirkan dalam Sidang

Seni Menjaga Diri di Tengah Zaman Edan

Jateng Gandeng Delapan Daerah Jaga Sungai dari Hulu ke Hilir

AI Boleh Pintar, Agustina: “Manusia Tetap yang Pegang Kendali”

Pilgub 2029 Telan Rp1,2 Triliun, Jateng Sisihkan Dana dari Sekarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Rahayu Saraswati resmi mundur dari DPR RI usai permintaan maaf atas pernyataan kontroversial soal “mental kolonial” terkait lapangan kerja., Rabu (10/9/2025).
Nasional

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Klarifikasi, Permintaan Maaf, dan Harapan

September 11, 2025
Politik

Samuel Wattimena Ingatkan Ancaman El Nino, Pariwisata dan UMKM Diminta Siaga

Juli 25, 2026
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para kementerian teknis dalam rangka evaluasi pelaksanaan MBG, Minggu (28/9/2025) malam. Foto: dok/BiroPersKepresidenan
Info

Prabowo Klaim Pemimpin Dunia Ingin Belajar MBG ke Indonesia, Faktanya TNI AD Belajar MBG ke Singapura

Oktober 13, 2025
Pengguna jasa angkutan pesawat sedang berada di Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist)
Ekonomi

Rute Penerbangan Internasional Bandara Ahmad Yani Seret, Padahal Trafik Pesawat Naik 36 Persen

April 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Gandeng Delapan Daerah Jaga Sungai dari Hulu ke Hilir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?