Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga

Rumah yang layak bukan sekadar soal tembok dan atap. Di sanalah anak belajar, keluarga bertumbuh, dan masa depan mulai dibangun. Karena itu, ketika ratusan rumah direnovasi, yang diperbaiki sebenarnya bukan hanya bangunannya, tetapi juga harapan penghuninya.

T. Budianto
Last updated: Agustus 6, 2026 3:21 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BANTUAN ALAT TULIS: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan bantuan alat tulis kepada salah satu warga di Gedung Graha Sari, Gayamsari, Semarang, Selasa (4/8/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sebanyak 850 warga Kota Semarang menerima bantuan renovasi rumah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2025. Bantuan tersebut diserahkan di Gedung Graha Sari, Kecamatan Gayamsari, Selasa (4/8/2026).

Pada hari yang sama, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng juga meninjau rehabilitasi dan renovasi gedung MAN 1 Kota Semarang yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Kedua agenda itu menjadi bagian dari kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI, Mochamad Herviano Widyatama bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Krisseptiana Hendar Prihadi serta jajaran Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III.

Di hadapan para penerima bantuan, Agustina mengatakan pembangunan kota tidak hanya diukur dari jalan atau gedung-gedung tinggi. Menurutnya, masa depan sebuah kota justru dibentuk dari kualitas tempat belajar dan tempat tinggal warganya.

Baca juga: Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

“Saya percaya dua hal yang dibawa Mas Herviano pada kunjungan kali ini adalah dua hal paling penting yang dibutuhkan generasi penerus kita, yaitu ruang belajar dan ruang keluarga,” ujarnya.

Agustina menegaskan, persoalan rumah tidak layak huni maupun peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah daerah.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, DPR RI, dunia usaha, hingga pemerintah kota menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Kombinasi Pendanaan

Melalui kombinasi pendanaan dari APBD, Program BSPS pemerintah pusat, bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan dana CSR, Pemkot Semarang menargetkan penanganan sekitar 2.500 rumah tidak layak huni pada 2026.

Dari anggaran APBD Kota Semarang sendiri, pemerintah menargetkan rehabilitasi 1.000 rumah, terdiri atas 956 unit peningkatan kualitas rumah dan 44 unit pembangunan rumah baru.

Tak hanya sektor perumahan, Agustina juga menyoroti komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Swasta Gratis.

Jika pada 2025 program tersebut menjangkau 129 sekolah dengan anggaran sekitar Rp25,79 miliar, tahun ini cakupannya bertambah menjadi 133 sekolah yang mampu menampung sekitar 6.000 siswa melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Baca juga: PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

Agustina turut menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano Widyatama yang dinilai telah membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga dapat direalisasikan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BP3KP Jawa III.

Ia pun berpesan agar seluruh penerima bantuan memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya. “Rumah yang layak merupakan warisan terbaik yang dapat disiapkan bagi anak-anak,” pungkasnya.

Anak-anak mungkin tidak akan mengingat berapa besar anggaran yang digelontorkan pemerintah. Tetapi mereka akan selalu ingat apakah tumbuh di rumah yang membuat mereka merasa aman. Sebab masa depan sering kali dimulai dari sebuah atap yang tak lagi bocor. (tebe)

You Might Also Like

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Romo Mudji ‘Pulang ke Keabadian’ Diantar Kereta, Dimakamkan di Girisonta

Jateng Resmi Masuk Peta Proyek Energi dari Sampah

THR Perangkat Desa Purworejo Mundur, Cairnya Baru Tengah Tahun, Sabar ya Bos..

Ribuan Mahasiswa Semarang Raya Kepung Gubernuran, Sampaikan Panca Tuntutan Rakyat

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan
Next Article Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

Luthfi: Solar buat Melaut, Bukan Ditimbun

SIDANG TUNTUTAN--Bupati Pati Sudewo (memakai rompi tahanan) berjalan menuju mobil tahanan usai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Sudewo Gak Bisa Jadi Pejabat Lagi?KPK Tambahkan Tuntutan Pencabutan Hak Dipilih

RICUH--Massa pendukung Bupati Sudewo tampak menunjuk-nunjuk jaksa KPK usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Pendukung Sudewo Ngamuk, Berusaha Serang Jaksa di Ruang Sidang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonom senior Kwik Kian Gie, meninggal pada usia 90 tahun.
Unik

Ekonom Senior Kelahiran Pati Kwik Kian Gie Wafat, Kader PDIP Pernah Jadi Penasihat Ekonomi Prabowo

Juli 29, 2025
PEGIAT SOSIAL BUDAYA - Konten kreator sekaligus pegiat sosial-budaya, Udin Larahan, pemilik Angkringan West. (dul)
Fokus

Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan

Mei 15, 2026
Warga Aceh jalan kaki puluhan kilometer demi bisa mendapat beras dan gas.
Info

Warga Aceh Jalan Kaki Puluhan Km Demi Dapat Bantuan, Potret Buram Harga Diri Tinggi?

Desember 19, 2025
NAIK KERETA--Turis asing sedang bertanya dengan petugas saat mau menaiki kereta sebagai moda transportasi. (ist)
Info

Kereta Makin Diminati, 51 Ribu Turis Tercatat Naik KA Daop 4 Semarang

Juli 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?