Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Bagi sebagian anak, sekolah adalah rutinitas. Tapi bagi ribuan anak dari keluarga miskin, bangku sekolah bisa menjadi tiket untuk mengubah masa depan. Itulah yang ingin dibangun lewat Program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah yang kini sudah menampung ribuan siswa.

T. Budianto
Last updated: Agustus 6, 2026 2:59 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
MONITORING KPK: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menerima Tim Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK RI di Semarang, Rabu (5/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Program Sekolah Rakyat di Jateng terus berkembang. Hingga tahun ajaran 2026/2027, tercatat 2.692 siswa telah belajar di 10 Sekolah Rakyat permanen dan enam Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah.

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menilai, program tersebut bukan sekadar membuka akses pendidikan, tetapi menjadi salah satu cara memutus rantai kemiskinan yang selama ini sulit diputus.

“Sekolah Rakyat ini jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Karena bagaimana pun juga angka kemiskinan di Jawa Tengah masih relatif tinggi,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin saat menerima Tim Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK RI di Semarang, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Puan: Sekolah Rakyat Harus Jadi Pelengkap, Bukan Pesaing Sekolah Formal

Menurutnya, Pemprov Jateng akan terus mengawal pelaksanaan program yang menjadi salah satu gagasan Presiden tersebut agar benar-benar memberi kesempatan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memperoleh pendidikan yang layak.

“Harus kita kawal karena ini adalah gagasan presiden kita yang tujuannya untuk memuliakan keluarga miskin sehingga Sekolah Rakyat benar-benar memfasilitasi kebangkitan orang-orang kecil,” ujarnya.

Gus Yasin mengatakan, Jateng sebenarnya sudah memiliki pengalaman mengelola sekolah berasrama bagi siswa kurang mampu sejak sekitar satu dekade lalu. Saat ini terdapat tiga sekolah berasrama penuh yang berada di Kabupaten Pati, Kabupaten Semarang, dan Purbalingga, ditambah 15 sekolah semi-boarding yang telah lebih dulu berjalan.

Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat dinilai semakin memperkuat komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Mengikuti MPLS

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jateng, Imam Maskur menjelaskan, sebanyak 2.692 siswa yang mengikuti Program Sekolah Rakyat terdiri atas 380 siswa SD, 1.038 siswa SMP, dan 1.274 siswa SMA. Seluruh peserta didik telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.

Sekolah Rakyat permanen saat ini telah beroperasi di Kabupaten Pati, Banyumas, Wonosobo, Sragen, Jepara, Brebes, Cilacap, Sukoharjo, Rembang, dan Kota Semarang.

Sementara enam Sekolah Rakyat rintisan berada di Banjarnegara, Temanggung, Blora, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kebumen. Imam mengungkapkan, penerimaan siswa untuk jenjang SMP dan SMA hampir seluruhnya telah memenuhi kuota.

Baca juga: Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Sebaliknya, jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD) masih menghadapi tantangan karena banyak orang tua belum siap melepas anak usia enam hingga tujuh tahun tinggal di asrama.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Sosial memberikan fleksibilitas dengan mengalihkan kuota SD yang belum terisi menjadi tambahan rombongan belajar bagi jenjang SMP dan SMA.

Ke depan, Pemprov Jateng akan terus memperluas pembangunan Sekolah Rakyat seiring kesiapan lahan di berbagai daerah. Jika seluruh 35 kabupaten/kota nantinya memiliki Sekolah Rakyat, program ini diperkirakan mampu menampung sekitar 35 ribu siswa.

Meski begitu, angka tersebut masih belum cukup untuk menjangkau seluruh anak dari keluarga miskin maupun anak putus sekolah, sehingga pengembangannya akan dilakukan secara bertahap.

Kemiskinan sering diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tapi jika pendidikan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, mungkin untuk pertama kalinya yang diwariskan bukan lagi kemiskinan, melainkan kesempatan. (tebe)

You Might Also Like

Prabowo Nyeplos Teheran Punya Nuklir, Kedubes Iran Bikin Pernyataan Menohok: Haram!

Gak Kerja Apa-apa Dapat Fee Rp450 Juta, Kontraktor Temannya Sudewo

Duduk Semeja dengan Israel, Indonesia Setuju Bayar Iuran Board of Peace Hampir Rp17 Triliun

Garap Materi ‘Beratnya Jadi Guru Honorer’, Rachmad Rizkiawan Raih Juara 1 Lomba Stand Up Comedy PPG UPGRIS

Semarang Makin Harmonis, Budaya dan Pembangunan Jalan Bareng

TAGGED:dinsos jatengpemprov jatengsekolah rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya
Next Article Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

31 Ribu Liter Minyak Jelantah Terkumpul, ASN Jateng Pecahkan Rekor MURI

November 3, 2026
Ilustrasi gempa bumi.
Info

Berpotensi Tsunami, NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7,7

Agustus 15, 2026
ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)
Info

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

Agustus 19, 2026
Sirkular

Gaskeun Energi Bersih: Jateng Resmi Luncurkan ‘Forum Anti Emisi’

Desember 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?