BACAAJA, SEMARANG – Deretan stan UMKM ikut meramaikan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang. Beragam produk kerajinan tangan ditawarkan kepada pengunjung yang datang ke lokasi kegiatan.
Salah satunya pedagang yang menjajakan gantungan kunci, kain ikat kepala hingga tas berbahan kain. Produk-produk tersebut merupakan kerajinan yang biasa ia jual selama mengikuti sejumlah event. Di antaranya Jambore dan Raimuna.
Namun, pengalaman berjualan di MTQ Nasional kali ini ternyata berbeda dibandingkan event yang biasa diikutinya. Pedagang tersebut mengatakan sejak membuka lapak sekitar pukul 14.00 WIB hingga saat diwawancarai, dagangannya baru terjual empat.
“Baru dapat empat,” ujarnya, saat acara penutupan MTQ Nasional di Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Bacaaja: Kaltim Juara Umum MTQ Nasional ke-31, Jateng Nomor Berapa?
Bacaaja: MTQ Nasional XXXI di Jateng Jadi Panggung Kolaborasi
Angka tersebut cukup berbeda ketika ia berjualan dalam kegiatan Jambore. Dalam sehari, ia bisa menjual banyak barang dagangan.
“Kalau di Jambore belum ada sehari itu sudah, sudah laku banyak, ” katanya.
Meski begitu, ia tetap memilih mengikuti kegiatan MTQ Nasional karena ingin memperkenalkan produk kerajinan tangannya kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
“Pengen tahu lah, ya. Ini kan mengenalkan produk. Ini kerajinan tangan kita, memperkenalkan produk-produk unik juga,” ujarnya.
Ia berharap ke depan para pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan serupa mendapat dukungan lebih dari pemerintah, sehingga kesempatan berjualan dalam event besar dapat memberikan manfaat bagi pedagang.
“Mudah-mudahan laris manis. Supaya pedagang-pedagang ini disupport pemerintah. Kita dukung,” katanya. (dul)

