Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bupati dan Sekda Cilacap Didakwa Peras OPD, Terkumpul Rp568 Juta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Bupati dan Sekda Cilacap Didakwa Peras OPD, Terkumpul Rp568 Juta

R. Izra
Last updated: Juli 31, 2026 5:41 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
SIDANG KORUPSI--Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman dan mantan Sekda Sadmoko Danardono jalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae)
SIDANG KORUPSI--Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman dan mantan Sekda Sadmoko Danardono jalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sidang perdana dugaan korupsi yang menjerat Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026).

Penuntut umum KPK mendakwa Syamsul dan Sadmoko melakukan tindak pidana korupsi berupa pemerasan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Bacaaja: Jateng Juara Korupsi 2026! Lima Bupati Terjaring OTT KPK
Bacaaja: Korupsi Cilacap Bermula dari Kebijakan Bupati Sebelum Yunita

Dalam surat dakwaan disebutkan, Syamsul diduga memerintahkan Sadmoko untuk mengoordinasikan pengumpulan uang dari para kepala OPD hingga rumah sakit daerah.

Dana itu disebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) yang berkaitan dengan kepentingan pribadi maupun pihak luar.

Jaksa KPK Eko Wahyu mengatakan, dari 27 OPD yang diduga dimintai uang, sebanyak 21 OPD memenuhi permintaan tersebut.

“Total dana yang terkumpul sekitar Rp568 juta,” kata Eko.

Menurut Eko, perkara yang didakwakan merupakan tindak pidana pemerasan.

“Intinya para terdakwa meminta uang dengan cara memaksa kepada kepala dinas atau SKPD,” ujarnya usai sidang.

Sementara itu, kuasa hukum Syamsul, Soesilo Ari Wibowo, memastikan pihaknya tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa. Menurutnya, tim pembela memilih fokus pada proses pembuktian di persidangan.

“Kami kira tidak perlu melakukan perlawanan. Yang terpenting nanti bagaimana pembuktian unsur pasal pemerasan itu,” ujarnya.

Ia menilai unsur pemaksaan yang didakwakan jaksa masih harus dibuktikan di persidangan.

“Seperti apa bentuk pemaksaannya, bagaimana gesturnya, bagaimana kalimatnya, nanti akan kita lihat dalam pembuktian,” katanya. (bae)

You Might Also Like

OTT KPK di Bogor: Presdir Summarecon dan Anak Buah Nusron Ditangkap, Puluhan Koper Uang Disita

Wamenkum: Jangan Dikit-Dikit Pidanakan, Sanksi Administrasi Harus Didahulukan

Nyolong Emas Demi Operasi Plastik Hidung, Ada-ada Saja..

Ternyata Korban Keracunan MBG Karo Laporkan BGN dan SPPG

Pigai Bilang Jangan Asal Dor, Polisi Tetap Gas Kejar Begal

TAGGED:Bupati CilacapKorupsi Cilacapperas opdsadmokosidang bupati cilacapsyamsul auliya rachman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polda Jateng Selidiki Kematian Calon Taruna Akpol
Next Article Investasi Jateng Ngebut Tembus Rp48,54 Triliun

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Karhutla Hanguskan 29 Ribu Hektare, 20 Korporasi Tersangka

Solar Subsidi Disedot dari Sopir Truk, 1.110 Liter Disita

178 Kursi Kades Ngawi Segera Diperebutkan, Pemkab Siapkan Rp20 Miliar!

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Berapa Estimasi Biaya Pilkades di Jateng? Fantastis, Capai Miliaran Rupiah

LATIHAN KEAMANAN: Petugas sedang latihan keamanan menghadapi dugaan ancaman bom di Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (29/10/2026). (ist)

Bandara Ahmad Yani Uji Kesiapan Petugas Hadapi Ancaman Bom

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Dwi Hartono, mahasiswa S2 UGM, residivis ijazah palsu, dan otak pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih.
Hukum

Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM

Agustus 28, 2025
Ilustrasi kendaraan taktis (rantis) Baracudda milik Polri, dengan pengawalan ketat Brimob.
Hukum

Emas Batangan 74 Kg Tiba di Polda Metro Jaya, Rantis Baracudda Dikawal Ketat Brimob Bersenjata

Juli 9, 2026
Hukum

Ricuh Dilanjut Bentrok di Tambang Emas Ilegal, Tiga Nyawa Melayang 

Desember 21, 2025
Hukum

Sandera Intel, Mahasiswa Undip Divonis Bersalah tapi Tak Perlu Mendekam di Penjara Lagi

Oktober 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bupati dan Sekda Cilacap Didakwa Peras OPD, Terkumpul Rp568 Juta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?