Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Investasi Jateng Ngebut Tembus Rp48,54 Triliun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Investasi Jateng Ngebut Tembus Rp48,54 Triliun

Ketika kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, Jawa Tengah justru menunjukkan sinyal positif. Sepanjang semester pertama 2026, investasi yang masuk ke provinsi ini mencapai Rp48,54 triliun.

T. Budianto
Last updated: Juli 31, 2026 5:46 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
REALISASI INVESTASI: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari menggelar konfrensi pers realisasi investasi triwulan I dan triwulan II Jateng, Kamis, (30/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Arus investasi ke Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp48,54 triliun, atau hampir separuh dari target investasi tahun ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan capaian tersebut berasal dari realisasi investasi triwulan I sebesar Rp23,02 triliun dan triwulan II sebesar Rp25,53 triliun.

Artinya, pada triwulan kedua terjadi kenaikan sekitar 10,88 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen, dari triwulan pertama sebesar Rp23,02 triliun menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan kedua, sehingga capaian semester I sebesar Rp48,54 triliun,” ujar Sakina, Rabu (29/7/2026).

Investasi tersebut juga berdampak pada pembukaan lapangan kerja. Selama enam bulan pertama tahun ini, sebanyak 213.217 tenaga kerja berhasil terserap melalui 55.989 proyek investasi yang tersebar di berbagai daerah.

Baca juga: Investasi Brunei Masuk Jateng

Dari total investasi yang masuk, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai Rp25,92 triliun atau sekitar 53,40 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Dengan capaian itu, Jawa Tengah telah memenuhi 48,99 persen dari target investasi tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp99,09 triliun. Sakina menyebut lima negara yang menjadi penyumbang investasi terbesar di Jawa Tengah masih didominasi kawasan Asia.

Hong Kong berada di posisi pertama dengan nilai investasi Rp7,67 triliun, disusul Singapura Rp6,19 triliun, Tiongkok Rp4,55 triliun, Jepang Rp2,20 triliun, dan Korea Selatan Rp1,10 triliun.

Investasi Terbesar

Sementara berdasarkan wilayah, Kota Semarang menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar, yakni Rp6,57 triliun. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kendal dengan Rp6,56 triliun, Kabupaten Batang Rp6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp4,58 triliun, serta Kabupaten Demak Rp3,34 triliun.

Jika dilihat dari sektor usaha, industri manufaktur masih menjadi magnet utama investor. Industri barang dari kulit dan alas kaki mencatat investasi terbesar senilai Rp5,85 triliun, diikuti industri karet dan plastik Rp5,10 triliun, industri kayu Rp4,73 triliun, industri mesin, elektronik, dan alat kedokteran Rp4,21 triliun, serta industri tekstil Rp3,92 triliun.

Tak hanya investasi, penyerapan tenaga kerja juga terkonsentrasi di sejumlah daerah.Kota Semarang menjadi wilayah dengan jumlah tenaga kerja terserap paling banyak, yakni 33.900 orang, yang mayoritas bekerja di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Selanjutnya disusul Kabupaten Kendal dengan 19.386 tenaga kerja, Kabupaten Brebes 18.203 orang, Kabupaten Jepara 17.338 orang, dan Kabupaten Semarang 15.854 orang.

Baca juga: Jateng Mau Jadi Rumah Besar Investasi

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempercepat pengembangan kawasan industri di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan agar investor memperoleh kepastian lokasi usaha sekaligus didukung infrastruktur yang memadai.

Pemprov menargetkan pembangunan 12 kawasan industri baru yang tersebar di Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Brebes, Kabupaten Semarang, Grobogan, Boyolali, Kebumen, Banyumas, hingga Cilacap.

Menurut Sakina, berdasarkan arahan Gubernur Ahmad Luthfi, DPMPTSP telah melakukan identifikasi terhadap seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Hasilnya, terdapat enam daerah yang saat ini sudah mulai diminati investor untuk dikembangkan menjadi kawasan industri.

“Alhamdulillah ada enam lokasi, yaitu Rembang, Kendal, Pemalang, Demak (Pantura), Sukoharjo, dan Grobogan, yang telah diminati investor untuk menjadi kawasan industri. Kami juga akan melakukan pengawalan terhadap seluruh prosesnya, agar dapat segera terwujud menjadi kawasan industri,” pungkas Sakina.

Investasi boleh terus berdatangan, tapi pekerjaan rumahnya belum selesai. Sebab, angka triliunan baru benar-benar terasa manfaatnya kalau ujungnya bukan cuma berdiri pabrik baru, melainkan juga membuat kesejahteraan warga ikut naik kelas. (tebe)

You Might Also Like

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Publik Bicara Setahun Agustina-Iswar: Jalan Bolong-bolong, Masih Langganan Banjir

Ngurus Kemiskinan Nggak Bisa Sendirian: Pemprov-Baznas Kompak Gas Bareng

Agustina: Biar Ekonomi Jalan, Seni Jangan Diam

Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng

TAGGED:ahmad luthfiheadlineinvestasi jateng 2026pemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIDANG KORUPSI--Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman dan mantan Sekda Sadmoko Danardono jalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae) Bupati dan Sekda Cilacap Didakwa Peras OPD, Terkumpul Rp568 Juta
Next Article LEPAS PENGIRIMAN BUKU - Mendikdasmen Abdul Mu'ti memecahkan kendi ke bagian depan truk, sebagai bagian dari pelepasan armada pengiriman 5,5 juta buku ke lebih dari 24.000 sekolah SD-SMP di berbagai penjuru Indonesia, sebagai bagian dari penguatan literasi. Pelepasan armada pengiriman buku dipusatkan di Pura Group, Kudus, Jumat (31/7/2026). Genjot Literasi Siswa, Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu ke 24.609 Sekolah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang akrab disapa JK (tengah). (dul)

Ancaman Kekeringan Mengintai, JK Kerahkan PMI Genjot Distribusi Air Bersih

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Anomali! Cerita Perwira Polisi Pegawai KPK Peras Tersangka Korupsi Bupati Pemalang

Guys.. Nyamuk Jantan Baik, yang Hisap Darah Nyamuk Betina

Prabowo Bidik Indonesia Bebas Gunung Sampah

Isu Santet Berujung Maut, Lansia Tewas Dipukul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Pak Luthfi Bilang ASN Nggak Boleh Santai

Desember 30, 2025
Fokus

Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

April 29, 2026
Daerah

1.049 Pejabat Pemprov Dilantik, Luthfi Gaspol Merit System

Januari 15, 2026
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menegaskan pembangunan energi tak boleh mengorbankan rakyat sekitar proyek. Kasus PLTU Tanjung Jati B jadi sorotan karena memicu jalan rusak hingga sawah petani tak produktif. Foto: dok.
Info

DPR : Listrik Harus Nyala, Tapi Jangan Matikan Hak Rakyat

September 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Investasi Jateng Ngebut Tembus Rp48,54 Triliun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?