BACAAJA, SEMARANG – Kebakaran melanda kawasan Pasar Modern BSB City, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (26/7/2026) siang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, puluhan kios terdampak.
“Dari 179 Ruko, sebanyak 50 ruko terdampak,” kata Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono.
Menurut Tantri, titik awal kebakaran berada di warung soto milik seorang pedagang. Api diduga berasal dari percikan pada regulator gas elpiji yang kemudian memicu ledakan.
Bacaaja: Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang
Bacaaja: Portal BSB Ambruk, Solusi Setengah Matang? Pengendara: Niatnya Aman, Malah Bikin Rawan!
“Berdasarkan keterangan saksi yang juga pemilik warung soto, awalnya muncul percikan api di bagian regulator gas. Tidak lama kemudian terjadi ledakan dan api langsung membesar,” jelasnya.
Api kemudian menjalar ke bagian atas bangunan yang menggunakan material glasswool. Material tersebut membuat api lebih cepat merambat dan menghasilkan kepulan asap tebal yang terlihat dari berbagai arah.
“Api sempat menyambar bagian atas plafon yang menggunakan glasswool. Materialnya mudah terbakar sehingga asap yang muncul cukup tebal,” ujarnya.
Kerusakan paling parah terjadi di warung soto yang menjadi titik awal kebakaran. “Yang terbakar paling parah kios soto itu,” ungkap Tantri.
Data sementara Dinas Pemadam Kebakaran mencatat pemilik warung soto kehilangan dua unit ponsel, satu kulkas, mesin press cup, serta dompet berisi uang tunai sekitar Rp2 juta.
Hingga kini total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Meski sempat menimbulkan kepanikan dan asap tebal, Tantri memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. (bae)

