BACAAJA, KUPANG – Nasib nahas dialami seorang guru honorer di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Saat hendak berangkat mengajar, ia justru diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang aparat desa hingga mengalami luka di kepala dan wajah.
Korban diketahui bernama Lusia Banunaek (44), warga Desa Nenotes, Kecamatan Santian. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (24/7) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.
Kapolsek Boking Ipda Alfridus Bere membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini kasusnya sudah ditangani polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Menurut keterangan kepolisian, insiden bermula ketika Lusia melintas di depan rumah terduga pelaku saat hendak menuju sekolah tempatnya mengajar.
Di lokasi itu, korban dihentikan oleh aparat desa bernama Agnes Sofia Bana. Pelaku kemudian menanyakan soal kabar yang menyebut korban pernah mengeluarkan ancaman terhadap dirinya.
Mendengar pertanyaan tersebut, korban balik meminta penjelasan mengenai siapa yang menyampaikan informasi itu.
Terduga pelaku lalu menyebut nama seorang kepala dusun sebagai sumber kabar yang diterimanya. Percakapan keduanya pun berubah menjadi adu mulut.
Situasi yang awalnya hanya saling bertanya kemudian memanas. Polisi menyebut cekcok itu diduga berujung pada aksi kekerasan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga mendorong korban hingga terjatuh ke tanah.
Tak berhenti sampai di situ, korban juga diduga ditindih dan bagian bahunya diinjak saat berada di bawah.
Setelah itu, pelaku disebut memukul bagian mata kanan korban. Dugaan penganiayaan berlanjut ketika batu digunakan untuk menghantam kepala dan dahi korban.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepala sehingga membutuhkan penanganan medis.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu kemudian membantu korban. Setelah mendapat pertolongan awal, korban menuju Polsek Boking untuk membuat laporan.
Karena kondisinya mengalami luka cukup serius, korban selanjutnya menjalani perawatan di Puskesmas Boking.
Kapolsek mengatakan dugaan sementara motif kejadian dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
Meski demikian, penyidik masih terus mengumpulkan keterangan agar rangkaian peristiwa bisa dipastikan secara utuh.
Polisi juga telah memeriksa beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk meminta keterangan dari terduga pelaku.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap korban belum dilakukan karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis.
Penyidik menunggu kondisi korban membaik agar dapat memberikan keterangan secara lengkap mengenai peristiwa yang dialaminya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku setelah seluruh bukti dan keterangan berhasil dikumpulkan. (*)

