Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Geothermal Belum Jalan, Warga Lawu Sudah Rasakan Dampak Lingkungan: Banjir Jadi Alarm
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Geothermal Belum Jalan, Warga Lawu Sudah Rasakan Dampak Lingkungan: Banjir Jadi Alarm

R. Izra
Last updated: Juli 24, 2026 1:04 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
SPANDUK AKSI: Para peserta aksi Jateng Guyub membetangkan spanduk di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Massa aksi Jateng Guyub menggelar aksi damai selama tiga hari, mulai Rabu-Jumat (22-24/7/2026), di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Pada hari kedua, massa Jateng Guyub fokus pada perjuangan isu-isu lingkungan.

Warga lereng Gunung Lawu mengaku mulai merasakan perubahan lingkungan yang tak pernah mereka alami sebelumnya. Debit mata air terus menyusut, banjir mulai muncul di kawasan pegunungan, hingga suhu udara yang terasa semakin panas. Kondisi itu membuat penolakan terhadap rencana proyek geothermal kembali menguat.

Keluhan tersebut disampaikan perwakilan Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu, Ari Setianto, saat mengikuti aksi Jateng Guyub di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (23/7/2026).

Bacaaja: Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’
Bacaaja: Massa Jateng Guyub Ruqyah Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

Ari mengatakan, penolakan terhadap proyek geothermal bukan isu baru. Warga sudah menyuarakan penolakan sejak 2018 ketika proyek masih direncanakan di Tawangmangu. Kini, rencana tersebut bergeser ke Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

“Selama ini di Lawu ada isu geothermal sejak 2018 dan berpindah-pindah lokasi. Sekarang bergeser ke Jenawi. Kami tetap konsisten menolak karena geothermal sampai sekarang belum bisa menjawab persoalan energi, justru masih menyimpan banyak dampak negatif,” katanya.

Menurut Ari, masyarakat belajar dari berbagai proyek geothermal di daerah lain yang dinilai memunculkan persoalan lingkungan, mulai dari berkurangnya sumber air, turunnya kesuburan tanah hingga munculnya lumpur panas.

Namun yang paling membuat warga khawatir, kata dia, kerusakan lingkungan justru sudah mulai terasa bahkan sebelum proyek geothermal berjalan.

Ia menilai pembangunan destinasi wisata yang semakin masif di lereng Gunung Lawu ikut mengubah kondisi kawasan hijau. Banyak objek wisata dibangun di bagian atas permukiman warga sehingga memengaruhi daya dukung lingkungan.

“Yang sekarang kami rasakan justru dampak dari pembangunan wisata. Debit air berkurang, saat musim hujan sekarang muncul banjir. Padahal daerah kami pegunungan dan dulu tidak pernah banjir. Baru dua tahun terakhir ini terjadi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yuni Olen (48), warga Kemuning. Ia mengaku sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga terus mengalami penurunan debit.

Saat musim hujan, air bahkan berubah keruh sehingga tidak lagi layak dikonsumsi. Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu juga disebut telah merusak rumah warga.

“Kalau musim hujan sekarang air konsumsi sudah tidak bisa dipakai. Sumber mata air juga turun. Banjir kemarin sampai merusak rumah warga. Yang paling merasakan dampaknya itu perempuan karena mengurus kebutuhan air di rumah,” katanya.

Tak hanya persoalan air, Yuni juga merasakan perubahan suhu di kawasan Tawangmangu. Menurutnya, udara yang dulu identik dengan hawa dingin kini tidak lagi sesejuk beberapa tahun lalu.

Karena itu, warga khawatir jika proyek geothermal tetap dilanjutkan, tekanan terhadap lingkungan di lereng Gunung Lawu akan semakin besar.

“Kami tetap konsisten menolak geothermal sampai kapan pun karena di berbagai daerah proyek seperti ini selalu memunculkan persoalan dan penolakan masyarakat,” tegas Ari. (dul)

You Might Also Like

Main di Kandang, PSIS Malah Kecolongan

Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?

Hakim Ungkap Kejamnya AKBP Basuki Biarkan Dosen Untag Mati, Singgung soal Selingkuhan

Agustina Tambah Nakes, Banjir Nggak Boleh Bikin Loyo

Gerakan “Ibu Jogo Anak” Resmi Digas: Saatnya Emak-Emak Turun Tangan Lawan Radikalisme Online!

TAGGED:banjirGeothermalgunung lawukerusakan lingkunganlereng gunung lawupembangunan wisatawarga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Resah Menjelang Agustus
Next Article Saat Media Sosial Menggerus Fokus dan Kesehatan Mental Remaja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

HARIMAU ANGGUN--Seekor harimau putih bernama Anggun milik Semarang Zoo mengalami luka terbuka pada leher sebelum dikabarkan mati. (ist)

Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Dugaan Kesalahan Anestesi Mencuat

Jateng Guyub Desak Tambang Bermasalah Ditutup dan Kriminalisasi Warga Dihentikan

Berkas Masuk Pengadilan, Kasus Korupsi Bupati-Sekda Cilacap Siap Disidang

Cara SDN Tandang 03 Semarang Rayakan Hari Anak Bikin Siswa Lupa Gadget

Pattiro Laporkan Komisi Informasi Jateng yang Telat Tangani Sengketa Informasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SERAHKAN UANG--Kepala Kejari Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto (kemeja putih) menyerahkan secara simbolis uang hasil penjualan aset rampasan kasus korupsi Agus Hartono, Kamis (23/7/2026). (bae)
Hukum

Rumah Rampasan Koruptor Bank BJB Agus Hartono Laku Rp4,9 Miliar

Juli 24, 2026
Gedung KONI Manado runtuh setelah diguncang gempa bumi pada Kamis (2/4/2026).
Info

Gempa Sulut-Malut: 1 Korban Jiwa, 2.200 Warga Mengungsi

April 2, 2026
Alissa Wahid memberi keterangan ke media usai menyambangi kediaman mendiang Iko Juliant, Rabu (10/9/2025). Foto: BAEUnnes
Hukum

Alissa Wahid Sambangi Rumah Iko Unnes yang Berpulang dalam Prahara Agustus

September 10, 2025
Tampang pknum intelijen TNI pelaku teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Pelaku hanya dijerat pasal penganiayaan berencana.
Hukum

Tampang Intel TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Cuma Dijerat Pasal Penganiayaan

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Geothermal Belum Jalan, Warga Lawu Sudah Rasakan Dampak Lingkungan: Banjir Jadi Alarm
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?