Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kopdes dan BUMDes Jangan Saling Bunuh, Pemprov Jateng: Bisa Jalan Bareng, Bersinergi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kopdes dan BUMDes Jangan Saling Bunuh, Pemprov Jateng: Bisa Jalan Bareng, Bersinergi

R. Izra
Last updated: Juli 21, 2026 8:40 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kehadiran Kopdes Merah Putih bukan untuk mematikan BUMDes yang lebih dulu eksis. Keduanya bisa bersinergi untuk kemajuan desa.

Pemprov Jawa Tengah mengingatkan agar kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak malah bikin persaingan baru di tingkat desa.

Sebaliknya, Kopdes diminta jalan bareng dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) supaya ekonomi desa makin kuat, bukan saling sikut.

Bacaaja: Viral Mobil Kopdes Merah Putih Mogok di Salatiga, Netizen Sorot Kualitas Mahindra Scorpio
Bacaaja: Lewat KDMP, Negara Justru Bersaing dengan Rakyatnya Sendiri

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso, mengatakan hampir semua desa di Jawa Tengah sudah punya BUMDes.

Dari 7.810 desa, sebanyak 7.747 desa telah membentuk BUMDes, sementara 63 desa lainnya masih berproses.

Selain itu, 6.696 BUMDes juga sudah mengantongi status badan hukum.

“BUMDes di Jawa Tengah hampir seluruh desa sudah memiliki. Tinggal 63 desa yang belum membentuk BUMDes, sedangkan yang sudah berbadan hukum mencapai 6.696,” kata Nadi, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kehadiran Kopdes Merah Putih seharusnya bukan untuk mengambil pasar yang sudah dikelola BUMDes. Justru keduanya bisa berbagi peran sesuai kebutuhan desa.

“Harapan kami tidak terjadi tumpang tindih. BUMDes dan koperasi desa harus bisa bersinergi dan saling memperkuat perekonomian desa,” ujarnya.

Nadi memberi contoh, Kopdes bisa berperan sebagai pemasok atau grosir barang, sementara BUMDes menjadi distributor atau mengembangkan unit usaha lain yang sesuai dengan potensi desa.

“Bisa saja koperasi menjadi grosir, kemudian BUMDes mengambil barang dari koperasi. Atau sebaliknya, BUMDes memasok produk ke koperasi. Yang penting keduanya saling mendukung,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, jangan sampai keberadaan Kopdes justru mematikan usaha yang sudah lebih dulu hidup di desa, baik BUMDes maupun warung dan UMKM milik warga.

“Bukan hanya BUMDes yang harus dijaga, warung-warung dan usaha masyarakat juga jangan sampai terdampak. Ini menjadi pekerjaan rumah agar semua bisa berjalan bersama,” tegasnya.

Nadi menambahkan, Jawa Tengah sudah memiliki sejumlah BUMDes yang sukses menjadi contoh nasional, seperti BUMDes Desa Ponggok dan BUMDes Desa Sidowayah, yang mampu mengembangkan potensi wisata hingga menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menurutnya, kisah sukses tersebut bisa menjadi inspirasi agar semakin banyak desa membangun usaha yang produktif, mandiri, dan mampu menggerakkan ekonomi lokal tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. (*)

You Might Also Like

Belajar Sejarah yang Asyik, M Saleh Ajak Sekolah Nobar ‘Batang Rewind’

Nyepi Ketemu Lebaran, Takbiran Gimana Dong Nanti?

Trans Jateng Kecelakaan Beruntun di Purworejo: Jupiter Ringsek di Kolong Bus, 1 Orang Tewas

Gerindra Jateng: Soal Sudewo, Tunggu KPK

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

TAGGED:bumdeskdmpkopdes merah putihkoperasi desasaling bunuhsaling mematikan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis) Gelombang PHK Menghantui! Pabrik Garmen Korea di Jepara Tutup, 670 Buruh Kehilangan Kerja
Next Article Rel Ganda di Jateng Beres, PR Sekarang Genjot Kereta Perkotaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DIKEKANG - Ilustrasi pola asuh yang telalu mengekan anak. (ist)
Pendidikan

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Juli 13, 2026
KOSTUM UNIK--Pelari bersayap mengikuti Soekarno Run SOC 2026 di Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)
Info

Peri Bersayap hingga Trio Manekin Ikut Ramaikan Soekarno Run 2026

Juni 28, 2026
Puncak Gunung Slamet.
Info

Akhir Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Survivor Pulang Tinggal Nama

Januari 14, 2026
Info

Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah

Februari 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kopdes dan BUMDes Jangan Saling Bunuh, Pemprov Jateng: Bisa Jalan Bareng, Bersinergi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?