Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pergantian Tahun Prabowo Pilih di Aceh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Pergantian Tahun Prabowo Pilih di Aceh

Salah satu daerah yang akan dikunjungi adalah Kabupaten Bener Meriah. Wilayah ini termasuk yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir bandang dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

Nugroho P.
Last updated: Desember 30, 2025 10:34 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Prabowo Subianto
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pergantian tahun kali ini dipilih Presiden Prabowo Subianto dengan cara yang berbeda. Bukan pesta besar atau acara seremonial, melainkan hadir langsung di tengah warga yang sedang berjuang bangkit dari bencana di Aceh.

Rencana tersebut membuat malam tahun baru 2026 tak sekadar hitung mundur waktu, tapi juga jadi momen kebersamaan. Prabowo dijadwalkan menyambut tahun baru bersama masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa Presiden memang ingin berada di Aceh pada malam pergantian tahun. Niat itu disebut sebagai bentuk kehadiran negara di saat masyarakat membutuhkan penguatan moril.

Salah satu daerah yang akan dikunjungi adalah Kabupaten Bener Meriah. Wilayah ini termasuk yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir bandang dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

Soal agenda detail selama di Aceh, Qodari menyebut masih akan dikonfirmasi lebih lanjut. Namun, kunjungan ini dipastikan fokus pada peninjauan langsung kondisi warga dan proses pemulihan pascabencana.

Langkah Presiden tersebut sejalan dengan upaya pemerintah yang saat ini tengah ngebut mempercepat pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Pemerintah pusat, daerah, hingga berbagai elemen bergerak bersama agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.

Menurut Fahri, desain dan perencanaan hunian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan kebutuhan masyarakat. Targetnya jelas, warga bisa segera kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.

Di sisi lain, pemerintah juga terus menggenjot pemulihan infrastruktur. Jalan, jembatan, hingga fasilitas umum dikejar agar aktivitas warga kembali normal.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, satu bulan setelah bencana, kerja di lapangan berlangsung tanpa henti. TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat bahu-membahu siang dan malam.

Teddy menegaskan setiap bencana punya tantangan berbeda, sehingga pendekatannya pun tidak bisa disamakan. Meski begitu, pemerintah berkomitmen untuk bergerak cepat dan hasilnya mulai terlihat.

Dari puluhan ruas jalan nasional yang sempat terputus, sebagian besar sudah kembali tersambung. Hanya tersisa beberapa titik yang masih dalam proses penyelesaian.

Tak hanya jalan, jembatan-jembatan penting juga diprioritaskan. Jalur logistik antar kabupaten dan provinsi menjadi fokus utama agar distribusi bantuan tidak tersendat.

Dalam waktu relatif singkat, sejumlah jembatan yang biasanya dibangun lebih dari sebulan, kini bisa difungsikan hanya dalam hitungan hari berkat kerja ekstra semua pihak.

Pemulihan juga menyentuh sektor layanan publik. Rumah sakit dan puskesmas yang sempat lumpuh perlahan kembali melayani masyarakat, meski beberapa masih dalam tahap penyempurnaan.

Sekolah-sekolah yang terdampak pun mulai dibersihkan dan disiapkan untuk kembali digunakan. Aktivitas belajar diharapkan bisa berjalan normal di awal Januari 2026.

Pasar tradisional di beberapa wilayah sudah kembali buka. Roda ekonomi yang sempat terhenti mulai bergerak lagi, memberi harapan baru bagi warga.

Pemerintah juga menyiapkan ratusan unit hunian sementara dan hunian tetap. Pembangunan dilakukan bertahap dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BUMN.

Instruksi Presiden jelas, pemulihan tidak boleh setengah-setengah. Semua lini diminta bergerak cepat agar masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.

Di tengah proses itu, semangat gotong royong terasa kuat. Warga saling membantu, relawan datang tanpa pamrih, dan aparat bekerja dengan niat tulus.

Malam tahun baru di Aceh nantinya bukan soal kembang api atau panggung hiburan. Kehadiran Presiden diharapkan jadi suntikan semangat bahwa negara benar-benar hadir.

Menutup tahun dengan empati dan kebersamaan, Prabowo memilih Aceh sebagai simbol bahwa bangkit dari bencana adalah kerja bersama, dan harapan selalu bisa tumbuh, bahkan dari situasi paling sulit. (*)

You Might Also Like

Dunia Siap Bantu tapi Pemerintah Tutup Pintu, Takut Borok Lahan Ketahuan?

Pemkot Semarang Belum Terapkan WFH

Dukungan Meluas, Bantuan Besar Mengalir dari Yayasan Yudhoyono untuk Pandanarum Bangkit

Mualem Persilakan Warga Manfaatkan Kayu Gelondongan Bekas Banjir Bandang: untuk Kebutuhan Korban

Anglomerasi, Cara Jateng Hapus Sistem Open Dumping Sampah

TAGGED:acehpresiden prabowotahun baru
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi penumpang bersiap naik gerbong kereta api di Stasin Tawang Semarang. Stasiun Tawang Lagi Ramai-Ramainya: 42 Ribu Orang Pilih Pergi Naik KA
Next Article Akhir Tahun, Kapolri Tiba-tiba Minta Maaf, Ada Apa Ya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Jateng untuk NTT: 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan Dikirim

Bromo Tutup, Omzet Jeep Wisata Malang Ikut Ambyar

Kemensos Gercep Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Lita Raih ASN of The Year Purbalingga, Hadiah Umrah

Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
NasionalPolitik

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

Agustus 20, 2025
Daerah

Forpela Resmi Lahir, Agustina: Perempuan Harus Jadi Penjaga Toleransi Kota

September 26, 2025
Daerah

Audit Diprotes, Kades Hoho Siap Lawan Lewat Jalur Hukum

Mei 5, 2026
Daerah

Semarang Ngebut Mau Bebas TBC 2028, Layanan Kesehatan Canggih Udah Nongol di Puskesmas

September 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pergantian Tahun Prabowo Pilih di Aceh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?