Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Iming-Iming Sekolah Kedinasan, Pengasuh Ponpes Terseret Kasus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Iming-Iming Sekolah Kedinasan, Pengasuh Ponpes Terseret Kasus

Nugroho P.
Last updated: Juli 19, 2026 7:04 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi pelecehan seksual.
SHARE

BACAAJA, WONOGIRI – Dugaan kasus pelecehan seksual mencuat di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Seorang pengasuh pondok pesantren berinisial E dilaporkan ke polisi atas dugaan perbuatan asusila yang kini masih dalam tahap penyelidikan.

Kasus ini ramai diperbincangkan publik setelah kabarnya beredar luas pada Sabtu (18/7/2026). Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan fakta sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Informasi yang beredar menyebut terlapor juga merupakan oknum dari lingkungan penegak hukum. Sementara korban disebut sebagai anak seorang penegak hukum, namun identitasnya sengaja dirahasiakan demi melindungi privasi.

Dugaan perbuatan asusila disebut terjadi melalui komunikasi menggunakan panggilan video. Selain itu, muncul informasi bahwa korban sempat dijanjikan bantuan agar bisa lolos ke salah satu sekolah kedinasan.

Meski begitu, polisi belum membenarkan seluruh informasi yang beredar di masyarakat. Semua dugaan tersebut masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti.

Penyidik juga belum menyampaikan apakah benar ada iming-iming masuk sekolah kedinasan yang digunakan untuk mendekati korban. Dugaan itu masih menjadi bagian dari materi penyelidikan.

Di tengah ramainya pembicaraan, sempat muncul kabar bahwa terlapor telah diamankan aparat. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Polres Wonogiri yang membenarkan informasi tersebut.

Polisi juga belum menjelaskan status hukum pihak yang dilaporkan. Belum diketahui apakah yang bersangkutan sudah diperiksa, masih berstatus saksi, atau akan menjalani proses hukum lanjutan.

Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo membenarkan bahwa laporan tersebut sedang ditangani. Menurutnya, penyidik masih fokus mendalami keterangan dari sejumlah saksi.

Proses pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan informasi yang beredar dengan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Polisi ingin memastikan setiap fakta sebelum mengambil kesimpulan.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga mendalami dugaan komunikasi melalui panggilan video yang disebut bermuatan asusila. Dugaan itu menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan.

Belum ada informasi resmi mengenai barang bukti yang telah diamankan. Polisi juga belum mengungkap apakah perangkat elektronik terkait sudah diperiksa secara digital.

Nama pondok pesantren yang dikaitkan dengan kasus ini pun belum dipublikasikan. Langkah tersebut dilakukan agar proses hukum berjalan tanpa mengganggu pihak-pihak yang belum tentu terlibat.

Di lingkungan sekitar, kabar mengenai dugaan kasus tersebut sudah mulai terdengar. Namun sebagian besar warga mengaku hanya mengetahui informasi dari cerita yang beredar, bukan dari fakta yang mereka saksikan langsung.

Karena itu, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Semua informasi yang beredar tetap harus diuji melalui proses hukum yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut. Polisi menegaskan perkembangan kasus akan disampaikan setelah penyelidikan menghasilkan temuan yang bisa diumumkan secara resmi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap dugaan tindak pidana harus ditangani secara profesional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Di sisi lain, perlindungan terhadap korban tetap menjadi prioritas selama proses hukum berlangsung. (*)

You Might Also Like

Lapas Purwodadi Gaspol Bersih dari Narkoba dan HP Ilegal

MK Segera Putus Perkara Ijazah Gibran, Ini Jadwalnya

Jaksa Ungkap Kejamnya AKBP Basuki: Teman Wanitanya Sekarat, Eh Malah Ditinggal Tidur

Skandal Kuota Haji Kemenag: KPK Panggil Kepala Kemenag Jateng, Potensi Rugi Negara Tembus Rp1 Triliun!

Botok Dilaporkan Jubir PN Pati ke Polisi Buntut Aksi Siram Air

TAGGED:pelecehan seksualponpeswonogiri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lutung Nyasar ke Dapur, Hutan Diduga Lagi Terbakar
Next Article JALAN RUSAK--Petugas memperbaiki kerusakan ruas Jalan Candi Penataran Raya, Kalipancur, Kota Semarang. (ist) Dinas PU Janji Percepat Perbaikan Jalan Rusak Kalipancur Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DEMO BERUJUNG RUSUH - Polisi menangkap peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Selasa (21/10/2026) malam.

Suara Petasan dan Aba-aba Serbu: Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Massa Aksi Dikeroyok Ormas

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol).

Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bukan Cuma Garam, Jetis Punya “Harta” dari Bibir Pantai Purworejo

September 4, 2026
Hukum

Pocong Keliling Cari Gift, Endingnya Dijemput Polisi

Mei 28, 2026
Hukum

OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”

Maret 15, 2026
KRITIK AUDIT--Kuasa hukum Bella Purpita Sari mengkritik hasil audit yang memenjarakan kliennya, Rabu (13/5/2026). (ist)
Hukum

Ahli Bongkar Hasil Audit Janggal, Bella Minta Bebas dari Penjara

Mei 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Iming-Iming Sekolah Kedinasan, Pengasuh Ponpes Terseret Kasus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?