BACAAJA, SITUBONDO – Seekor lutung Jawa bikin geger warga Dusun Asta, Desa Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Satwa liar yang biasanya hidup di kawasan hutan itu mendadak muncul di dapur sebuah rumah warga pada Sabtu (18/7/2026).
Pemilik rumah, Irul (35), awalnya tak menyangka tamu tak diundang itu adalah lutung Jawa. Selama beberapa hari ia hanya mendengar suara berisik dari arah dapur dan mengira ada tikus yang berkeliaran.
Saat diperiksa lebih dekat, ternyata suara itu berasal dari seekor lutung berwarna hitam dengan ukuran tubuh hampir sebesar anak kecil. Penemuan itu pun langsung dilaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran Situbondo.
Kasubag Umum Damkar Situbondo, Dayat, mengatakan pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, primata tersebut diperkirakan sudah berada di sekitar rumah selama tiga hari.
Proses penyelamatan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Lutung itu beberapa kali berpindah tempat dan berusaha menghindari petugas yang hendak mengevakuasinya.
Petugas akhirnya memakai cara yang lebih aman dengan memancing satwa tersebut menggunakan buah-buahan. Trik itu berhasil membuat lutung mendekat tanpa harus dilukai.
Sekitar 30 menit kemudian, evakuasi selesai dilakukan. Lutung berhasil diamankan dalam kondisi sehat sebelum dibawa keluar dari kawasan permukiman.
Setelah itu, petugas melepaskan kembali satwa dilindungi tersebut ke habitat yang lebih aman di kawasan hutan perbukitan Kecamatan Arjasa. Langkah itu dilakukan agar lutung bisa kembali hidup di alam liar.
Dayat menduga kemunculan lutung di rumah warga bukan tanpa sebab. Menurutnya, kemungkinan besar satwa itu turun dari hutan karena habitatnya terganggu.
Salah satu dugaan kuat adalah kebakaran hutan yang belakangan sering terjadi selama musim kemarau. Api yang melahap kawasan hutan diduga membuat satwa liar kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan.
Ketika kondisi hutan tidak lagi aman, hewan-hewan liar biasanya mencari lokasi baru yang lebih memungkinkan untuk bertahan hidup. Tak jarang mereka akhirnya masuk ke kebun bahkan permukiman warga.
Situbondo sendiri memang menjadi salah satu daerah yang cukup rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau. Titik api kerap muncul di kawasan perbukitan maupun lahan kering.
Penyebab kebakaran pun beragam, mulai dari kelalaian manusia hingga aktivitas pembakaran lahan. Bekas area perkebunan tebu juga disebut menjadi salah satu lokasi yang rentan memicu kebakaran.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila menemukan satwa liar memasuki permukiman. Warga diminta tidak menangkap atau melukai hewan tersebut karena termasuk satwa yang dilindungi.
Jika menemukan kejadian serupa, masyarakat disarankan segera melapor kepada petugas berwenang agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan aman, baik bagi warga maupun satwa yang tersesat. (*)

