Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

Di tengah zaman yang serba digital, masih ada kampung yang memilih merawat kenangan dengan cara sederhana: berkumpul, berkirab, menari, lalu berebut gunungan.

T. Budianto
Last updated: Juli 7, 2026 4:40 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KIRAB BUDAYA: Warga Wonolopo, Mijen, Semarang melakukan kirab keliling kampung saat Festival Sobo Roworejo 5, Minggu (5/7/2026). (Foro: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Warga Wonolopo lagi-lagi punya cara sendiri buat merawat tradisi kampungnya. Lewat Festival Sobo Roworejo 5 yang digelar di Kampung Ranting Pelangi, Minggu (5/7/2026), mereka menghidupkan lagi suasana kampung tempo dulu lewat kirab budaya, ritual di sendang, sampai rayahan gunungan.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Naliko Semono”, semacam ajakan buat menengok lagi kehidupan kampung lawas yang penuh tradisi. Jadi bukan cuma bikin acara rame-rame, tapi juga mengajak warga, terutama anak muda, buat tetap kenal dengan budaya yang sudah diwariskan turun-temurun.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan lurah dan doa bersama yang dipimpin tetua kampung. Setelah itu, anak-anak Kampung Ranting Pelangi tampil membawakan Tari Emprit, tarian yang menceritakan kehidupan petani saat mengusir burung emprit dari sawah.

Baca juga: Dari Panggung ke Kera: Cara Semarang Bikin Tradisi Tetap ‘Hidup’

Salah satu penari, Dea, bilang dirinya kini jadi generasi ketiga penari Tari Emprit. Menurut dia, peran anak-anak dalam festival ini penting karena tradisi semacam itu nggak akan bertahan kalau nggak diteruskan ke generasi yang lebih muda.

“Aku generasi ketiga. Tahun lalu juga ikut tampil di Sobo Roworejo. Tarian ini cerita tentang petani yang ngusir burung emprit, ada yang jadi burung, petani, sama orang-orangan sawah,” kata Dea.

Setelah pentas tari, warga bergerak ke Sendang Belik buat mengikuti ritual yang jadi bagian dari tradisi Sobo Roworejo. Prosesi diawali tetua kampung yang menyapu jalur kirab memakai sapu lidi, simbol pembersihan sekaligus penanda dimulainya rangkaian acara.

Keliling Kampung

Dari sendang, peserta lalu kembali ke area kelurahan untuk memulai kirab budaya keliling kampung.  Warga membawa gunungan sambil memakai hiasan kepala yang dirangkai dari aneka barang rumah tangga, jajanan, cabai, sampai bunga telang, detail kecil yang justru bikin kirab ini terasa khas dan dekat dengan kehidupan kampung.

Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Andri Tegar menyebut, Sobo Roworejo bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Menurut dia, festival ini jadi salah satu cara warga Wonolopo menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Sobo Roworejo adalah bentuk pelestarian budaya di Kelurahan Wonolopo. Selain itu, festival ini juga menghadirkan berbagai aktivitas, seperti rayahan gunungan, yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Andri.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional

Puncak acara berlangsung saat arak-arakan berakhir di perempatan kampung. Di titik itu, warga langsung ikut rayahan gunungan dengan berebut isi gunungan yang berisi hasil bumi, kebutuhan rumah tangga, jajanan kemasan, sampai mainan anak-anak.

Gunungan di Sobo Roworejo memang punya ciri sendiri. Kalau di banyak tempat isinya cuma hasil panen, di Wonolopo gunungan justru diisi macam-macam kebutuhan harian.

Di saat banyak orang sibuk mengejar tren yang datang silih berganti, warga Wonolopo justru sibuk menjaga tradisi yang tak lekang zaman. Sebab budaya tak akan hilang karena usia, melainkan ketika generasi mudanya lebih hafal tren media sosial daripada cerita kampungnya sendiri. (bae)

You Might Also Like

Gerobak Pinggir Jalan Hancur, Disikat Mobil MBG Owi Pulang Tinggalkan Anak Masih Balita

Tuan Rumah Berjaya, Heru “Trubus” Menangi Ceqiu Cup I 2025

Dekranasda Pamer Karya Perempuan Jateng di Inacraft

Nawal Yasin: Anak Hebat Tak Cuma Pintar, Tapi Juga Harus Berakhlak

PSIS Kunci Skuad: Thaufan-Kristof Jadi Puzzle Terakhir

TAGGED:disbudpar semarangheadlinemijenpemkot semarangwonolopo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal
Next Article Bandara Ahmad Yani Kini Dilengkapi Penunjuk Digital

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAKSI SIDANG--Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, berjalan ke luar ruangan usai bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, Jumat (21/8/2026). (bae)

Wakil Ketua DPRD Pekalongan Terseret Kasus Fadia, Pernah Jadi Wadir Perusahaannya Fadia

Obesitas Anak Bisa Bikin Mata Ikutan Bermasalah

PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)

Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala

5.000 Langkah, Mood Bisa Ikutan Naik

Jangan Asal Pilih Lipstik, Cek 7 Hal Ini

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Hukum

Tewas Tertembak saat Aksi Bubar, Remaja Makassar Jadi Sorotan

Maret 4, 2026
Sirkular

TPA Jatibarang Bakal Disulap Jadi Pembangkit Listrik dari Sampah

Oktober 11, 2025
Ekonomi

Jateng Fair Kelar, Duit Rp5 Miliar Beredar di PRPP

Juli 6, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani.
Politik

Puan: Pembentukan Ditjen Pesantren Kado Manis HSN 2025

Oktober 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?