BACAAJA, MEDAN- Kota Semarang pulang dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026 dengan kabar membanggakan.
Kontingen Ibu Kota Jateng berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari lima kota dengan performa terbaik pada Karnaval Budaya Nusantara. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan Indonesia City Expo di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Jumat (3/7/2026).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu merupakan hasil kerja sama seluruh delegasi yang tampil maksimal membawa identitas budaya Semarang ke panggung nasional.
Baca juga: Menjaga Warisan, Menyentuh Generasi: Harapan dari Warak Ngendog hingga Teater
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan akar budaya Kota Semarang diakui secara nasional. Kita berhasil menerjemahkan tema besar Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat lewat penampilan yang kreatif, tertib, dan penuh semangat,” ujarnya.
Dalam pawai budaya yang digelar sehari sebelumnya, Kamis (2/7), kontingen Semarang mengusung tema “The Sparkling of Local Heroes and Culture”. Di tengah persaingan 98 kota dari seluruh Indonesia, rombongan Semarang tampil mencolok dengan kostum khas Semarang Night Carnival yang memadukan seni pertunjukan modern dengan kekayaan budaya lokal.
Warak Ngendog menjadi ikon utama yang paling menyita perhatian penonton. Tak sendirian, karakter Barongsai, kostum Merak, hingga tokoh pewayangan Anoman ikut memperkuat nuansa akulturasi budaya yang menjadi ciri khas Kota Semarang.
Menarik Perhatian
Sepanjang rute karnaval yang melintasi Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani (Kawasan Kesawan), hingga Lapangan Merdeka, penampilan kontingen Semarang sukses menarik perhatian ribuan warga yang memadati jalur parade.
Menurut Agustina, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa industri kreatif dan seni pertunjukan di Kota Semarang mampu bersaing di level nasional. “Kreativitas seniman kita dalam mengemas Warak Ngendog dan karakter lokal lainnya mampu menghidupkan suasana karnaval. Ini menunjukkan kualitas industri kreatif Kota Semarang berada di level yang sangat baik,” katanya.
Sebagai tuan rumah, Pemkot Medan menetapkan lima kota dengan performa terbaik berdasarkan kreativitas, kesesuaian tema, dan ketertiban selama karnaval berlangsung.
Baca juga: Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera
Selain Kota Semarang, penghargaan non-peringkat itu juga diberikan kepada Kota Tangerang, Kota Jambi, Kota Bandung, dan Kota Malang. Agustina berharap prestasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku seni dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata Kota Semarang.
“Budaya kita sangat kaya. Ketika dikemas dengan kreativitas dan disiplin, Semarang selalu punya cara untuk memukau Indonesia,” pungkasnya.
Di tengah zaman yang serba viral, ternyata budaya lokal masih bisa jadi bintang utama. Warak Ngendog membuktikan, untuk mencuri perhatian nasional, tak selalu harus ikut tren, kadang cukup tampil jadi diri sendiri. (tebe)

