BACAAJA, SEMARANG – Anggaran MBG akan dipangkas cukup besar. Menkeu Purbaya bilang, alokasi anggaran MBG ke depan kurang dari Rp200 triliun. Benarkah?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut menjadi topik panas saat Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakhiri kunjungannya di Universitas Diponegoro (Undip), Jumat (3/7/2026). Di tengah langkahnya menuju mobil dinas, Purbaya berhenti sejenak untuk menanggapi kritik yang disampaikan mahasiswa soal besarnya anggaran program tersebut.
Ketua Bidang Sosial Politik BEM Undip, Fadhil Dzikra, meminta pemerintah mengevaluasi pendanaan MBG yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah. Menurutnya, hingga kini manfaat program itu belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat.
Bacaaja: BEM Undip Cegat Menkeu Purbaya, Serahkan “Diponegoro Menggugat”
Bacaaja: Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip
“Salah satunya yang bisa saya sampaikan adalah Bapak bisa mengevaluasi total terkait pendanaan MBG karena kami tidak melihat adanya manfaat yang signifikan,” kata Fadhil.
Alih-alih menghindari kritik, Purbaya justru mengungkapkan pemerintah memang sedang melakukan evaluasi terhadap anggaran MBG.
Menurutnya, nilai anggaran program tersebut telah diefisienkan dari sekitar Rp270 triliun menjadi di bawah Rp200 triliun.
“Ada efisiensi. MBG akan dipotong dari Rp270 triliun menjadi di bawah Rp200 triliun. Ke depan akan kita amati dari hari ke hari,” ujar Purbaya.
Mahasiswa kemudian kembali mengajukan pertanyaan mengenai dasar hukum pelaksanaan MBG. Fadhil menilai program tersebut masih bertumpu pada Peraturan Presiden dan belum memiliki payung hukum khusus dalam bentuk undang-undang.
Menanggapi hal itu, Purbaya menegaskan MBG tetap memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga mengaku terbuka jika masih ada aturan yang perlu disempurnakan.
“Ada Undang-Undang APBN, kan. Ada undang-undangnya. Kalau memang ada yang perlu diperbaiki, ya kita perbaiki bersama,” katanya.
Purbaya bahkan mengajak mahasiswa ikut mengawal proses evaluasi tersebut. Menurutnya, ruang dialog tetap terbuka agar berbagai kebijakan pemerintah bisa terus diperbaiki berdasarkan masukan dari masyarakat.
“Saya kan akan jalan setiap bulan. Nanti kalau di sini ada yang mau ikut, boleh,” ucapnya.
Percakapan singkat itu menjadi penutup kunjungan Purbaya di Undip. Setelah berdialog dengan mahasiswa dan menjawab beberapa pertanyaan wartawan, ia langsung meninggalkan kawasan Muladi Dome. (dul)

