Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan

Keinginan agar Kabupaten Brebes punya "saudara baru" mulai naik level. DPRD Jateng kini tak lagi sekadar menampung aspirasi, tapi mulai menyusun tahapan politik dan administrasi agar wacana pemekaran benar-benar siap ketika moratorium daerah otonom baru dicabut pemerintah pusat.

T. Budianto
Last updated: Juli 3, 2026 6:51 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PEMBENTUKAN DOB: Komisi A DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan DPRD dan Pemprov Jabar membahas soal pembentukan daerah otonom baru (DOB) di Bandung, belum lama ini. (Foto: Setwan DPRD Jateng)
SHARE

BACAAJA, BANDUNG– Wacana pemekaran Kabupaten Brebes mulai dipersiapkan lebih serius. Komisi A DPRD Jateng kini menyusun strategi agar usulan pembentukan daerah otonom baru (DOB) tidak berhenti sebagai wacana, tetapi siap secara administrasi maupun politik.

Langkah awal yang dilakukan yakni belajar dari pengalaman DPRD Jabar, provinsi yang selama ini dikenal paling aktif mengusulkan pembentukan DOB. Kunjungan itu berlangsung di Kota Bandung, belum lama ini.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi A DPRD Jateng, Imam Teguh Purnomo dan diterima anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, M Sidkon Djampi, bersama Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Pemerintahan Otonomi Daerah Setda Jabar, Aziz Zulficar Aly Yusca.

Imam mengatakan, pihaknya ingin memahami seluruh proses pembentukan daerah baru, mulai dari mekanisme politik di DPRD hingga penyusunan kajian akademik sebagai syarat utama pengajuan.

Baca juga: DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB

Menurutnya, aspirasi pemekaran Brebes kini sedang dikawal DPRD Jateng. Karena itu, pengalaman Jawa Barat dinilai bisa menjadi bekal penting sebelum usulan tersebut benar-benar diajukan ke pemerintah pusat.

Tahap pertama yang disiapkan adalah pembentukan Panitia Khusus (Pansus). Setelah pembahasan di pansus selesai, barulah usulan dibawa ke rapat paripurna DPRD.

“Hasil rapat gabungan kemarin, saya sudah mengusulkan kepada Ketua DPRD agar pembahasan pemekaran diawali dengan pembentukan pansus. Setelah itu baru menuju paripurna,” ujar Imam.

Ia menegaskan, pembentukan daerah baru tidak cukup hanya mengandalkan dukungan politik. Seluruh persyaratan administratif, mulai dari naskah akademik hingga dokumen regulasi pendukung, harus dipenuhi agar usulan memiliki dasar yang kuat.

Pemekaran Wilayah

Sementara itu, M Sidkon Djampi menjelaskan, Jabar menjadi salah satu provinsi dengan kebutuhan pemekaran wilayah paling mendesak di Indonesia. Menurutnya, tujuan DOB bukan sekadar menambah jumlah kabupaten, melainkan memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mempercepat pelayanan publik.

“Daerah otonom baru dibutuhkan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus memaksimalkan potensi wilayah yang selama ini belum berkembang,” katanya.

Ia mencontohkan Kabupaten Bogor yang memiliki hampir enam juta penduduk. Jumlah tersebut bahkan lebih besar dibanding populasi beberapa provinsi di Indonesia. Akibat luas wilayahnya, masyarakat di bagian timur maupun barat harus menempuh perjalanan jauh ke Cibinong hanya untuk mengurus administrasi kependudukan maupun perizinan.

Karena itu, DPRD Jabar mendorong pembentukan Kabupaten Bogor Barat dengan ibu kota di Cigudeg dan Kabupaten Bogor Timur yang dipusatkan di Jonggol.

Di sisi lain, Aziz Zulficar Aly Yusca mengingatkan, pemerintah pusat hingga kini masih memberlakukan moratorium pembentukan daerah otonom baru. Kebijakan tersebut diambil karena pemerintah masih mengevaluasi ratusan usulan pemekaran dari berbagai daerah sekaligus menyiapkan regulasi penataan wilayah yang baru.

Baca juga: Kabar Gembira buat Ojol dan Pekerja Lepas, DPRD Jateng Setujui Raperda Perlindungan Pekerja Informal

Meski demikian, pemerintah daerah tetap diberi ruang untuk menyiapkan seluruh persyaratan. Bahkan, Jabar saat ini telah mengusulkan sepuluh calon DOB, mulai dari Sukabumi Utara, Bogor Barat, Garut Selatan, Indramayu Barat, Bogor Timur, Cianjur Selatan, Tasikmalaya Selatan, Garut Utara, Subang Utara, hingga Kabupaten Cirebon Timur.

Bagi Jateng, persiapan sejak sekarang dinilai penting agar ketika moratorium dicabut, usulan pemekaran Brebes sudah matang dan tidak perlu memulai semuanya dari nol.

Pemekaran daerah memang bukan sulap yang bisa jadi dalam semalam. Tapi kalau semua syarat sudah disiapkan sementara moratorium tak kunjung dibuka, nasibnya seperti orang sudah koper penuh di depan pintu keberangkatan, tinggal menunggu ada yang mengumumkan, “boarding sudah dibuka.” (tebe)

You Might Also Like

Dari Sampah Jadi Harapan! Jalan Menuju TPA Jatibarang Kini Bernama Jalan YB Mangunwijaya

Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa

MK Tegaskan Ibu Kota Negara Masih Jakarta, Pembangunan IKN Sia-sia?

PSIS Gas Pol Cari Nafas, Persipal Ogah Jadi Penonton

Rumah Elit di Semarang Jadi Markas Penjual Janji Manis Internasional

TAGGED:headlinekomisi a dprd jatengpemekaran wilayahpemkab brebes
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Diduga Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Jalani Pemeriksaan Internal
Next Article Dana UMKM Diduga Tertahan Rp3 Triliun, Andhika Satya Desak DPR Panggil TikTok

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae)

Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: BNPB Nyatakan Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Jiwa

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kecelakaan bus penumpang. (grafis/wahyu)
Info

BREAKING NEWS: Bus Cahaya Trans Terguling di Tol Semarang, 15 Orang Tewas

Desember 22, 2025
Ilustrasi gelombang panas ekstrem.
Info

Belanda Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Tewaskan 911 Orang

Juli 16, 2026
Direktur Utama Bank Pasar Kota Semarang, Novi Anton, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (10/3/2026). (bae)
Hukum

Biang Ruwet Nih! Oknum Pegawai Bank Pasar Semarang Minta Fee ke Nasabah

Maret 11, 2026
Ekonomi

Luthfi: Pelaku Ekraf Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Buka Peluang Kerja

Mei 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?