BACAAJA, SEMARANG – Ada kabar yang cukup melegakan buat para pekerja informal di Jawa Tengah. Mulai dari driver ojek online (ojol), pekerja lepas, pedagang kecil, hingga pekerja harian, kini selangkah lebih dekat mendapatkan perlindungan hukum yang lebih jelas.
Hal itu setelah DPRD Jawa Tengah resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal dalam rapat paripurna yang digelar di Semarang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut positif disetujuinya regulasi tersebut. Menurutnya, pekerja informal selama ini punya kontribusi besar terhadap perekonomian, tetapi belum selalu mendapatkan perlindungan yang setara.
Bacaaja: Order Seret, Pabrik Bulu Mata Purbalingga Mulai Lepas Ratusan Karyawannya
Bacaaja: Demo Bubar tapi Gerakan Belum Kelar, Mahasiswa Semarang Siapkan Konsolidasi Lanjutan
“Kita mengucapkan terima kasih kepada DPRD Jawa Tengah, khususnya Komisi E, yang sudah menginisiasi dan merumuskan perlindungan bagi tenaga kerja informal. Mereka juga memiliki hak yang harus dijamin,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin, Rabu (17/6/2026).
Menurut Gus Yasin, status pekerja informal bukan berarti hak-hak mereka bisa diabaikan.
Justru, kata dia, para pekerja sektor informal selama ini ikut menggerakkan roda ekonomi daerah, mulai dari sektor perdagangan, jasa, hingga ekonomi digital yang terus berkembang.
“Bagaimanapun mereka bekerja dan berkontribusi terhadap perekonomian. Dengan adanya aturan ini, mereka akan merasa lebih nyaman dan memiliki kepastian,” ujarnya.
Selama ini, banyak pekerja informal yang belum memiliki payung hukum yang kuat ketika menghadapi persoalan dalam pekerjaannya.
Padahal jumlahnya nggak sedikit. Mulai dari pengemudi ojol, freelancer, pedagang kaki lima, pekerja harian, hingga pelaku usaha kecil menjadi bagian dari kelompok pekerja yang diharapkan bisa merasakan manfaat dari perda tersebut.
Setelah disetujui DPRD, Pemprov Jateng bakal menyiapkan langkah lanjutan agar aturan itu bisa segera diterapkan di lapangan.
Di sisi lain, Gus Yasin mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif di Jawa Tengah. Menurutnya, iklim yang aman dan stabil menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru.
Gus Yasin mengatakan investasi di Jawa Tengah saat ini menunjukkan tren yang positif. Kondisi tersebut dinilai perlu dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat melalui bertambahnya peluang kerja.
“Jawa Tengah ini sedang tumbuh. Investasi mulai meningkat dan ini harus kita sambut bersama. Yang terpenting adalah menjaga suasana tetap aman dan kondusif agar pertumbuhan ekonomi bisa terus berjalan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam pendataan ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, data tersebut penting untuk melihat perkembangan ekonomi masyarakat, termasuk fenomena anak muda yang kini makin banyak cari cuan lewat platform digital.
“Anak-anak muda sekarang banyak yang bekerja dan berusaha melalui platform digital. Data ini penting untuk melihat bagaimana pergerakan ekonomi masyarakat sehingga pemerintah bisa menyusun kebijakan yang lebih tepat,” pungkasnya. (dul)

