Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa

Dari dapur kecil itulah lahir berbagai varian teh: teh hijau, teh merah, teh putih, sampai yang disebut teh mesra. Nama terakhir itu unik, karena dibuat khusus dengan campuran bahan alami yang dipercaya baik untuk kesehatan wanita.

Nugroho P.
Last updated: November 12, 2025 3:10 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Setiap seduhan adalah perjalanan—dari daun ke cangkir, dari tangan petani ke hati penikmat. Dan di sanalah, kehangatan Desa Bedana terus hidup, menyeruput waktu pelan-pelan.
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Di Desa Bedana, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, pagi hari terasa lebih istimewa. Dari balik dapur-dapur warga, aroma daun teh yang disangrai di atas tungku kayu bakar mulai menyapa udara. Hangat, pekat, dan menenangkan—begitulah tanda bahwa tradisi lama masih hidup di sini.

Asap tipis dari wajan tanah liat jadi pemandangan biasa. Bukan sekadar proses, tapi warisan. Di rumah Tohir, salah satu petani teh senior, bunyi kayu terbakar berpadu dengan suara sangrai daun yang renyah di telinga.

Sudah lebih dari tiga puluh tahun Tohir menekuni dunia teh. Ia masih setia dengan cara lama, tanpa mesin, tanpa sentuhan modern yang mereduksi rasa. “Kalau sudah pakai mesin, aromanya beda. Nggak ada jiwa,” katanya santai sambil tersenyum.

Ia menamainya teh sangan—dari kata “sangrai.” Prosesnya butuh kesabaran. Api tungku harus stabil, daun teh harus diaduk perlahan, dan aromanya dijaga sampai keluar wangi khas yang menenangkan.

“Dari situ rasa teh-nya keluar alami. Jadi tiap seduhan punya karakter,” ujarnya.

Dari dapur kecil itulah lahir berbagai varian teh: teh hijau, teh merah, teh putih, sampai yang disebut teh mesra. Nama terakhir itu unik, karena dibuat khusus dengan campuran bahan alami yang dipercaya baik untuk kesehatan wanita.

“Kalau teh putih itu premium, daunnya cuma pucuk yang dipetik di jam tertentu. Kalau teh mesra ada campuran jahe, kemukus, dan bahan alami lain,” jelas Tohir.

Keunikan inilah yang bikin teh Bedana punya tempat di hati penikmatnya. Rasanya ringan, aromanya kuat, dan tiap tegukan seperti membawa suasana desa yang damai.

Menurut Sekretaris Desa Bedana, Desi Kurniawati, tanaman teh jadi tumpuan ekonomi warga. “Luasnya lebih dari 20 hektare. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sini,” katanya.

Tapi bukan cuma soal ekonomi. Di Bedana, teh juga jadi simbol kebersamaan. Warga sering berkumpul sambil minum teh panas, berbagi cerita ringan, atau sekadar menenangkan pikiran setelah seharian bekerja.

“Kalau sore, aroma teh itu nyatu sama udara pegunungan. Rasanya adem banget,” tambah Desi.

Melalui UMKM Bedana Maju, warga terus mengembangkan produk teh lokal mereka. Kini teh Bedana dikirim ke berbagai daerah seperti Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, hingga Bandung.

“Kita terus coba inovasi rasa. Ada teh nanas, teh jahe, juga teh kemukus. Semua bahannya dari sekitar sini,” jelas Desi dengan semangat.

Namun, di balik ekspansi pasar itu, ada hal yang tidak berubah: cara mereka menjaga tradisi. Semua proses masih dilakukan dengan tangan, dari pemetikan daun sampai pengemasan.

“Yang bikin teh ini beda itu ketulusannya,” kata Tohir sambil menuang teh ke dalam cangkir tanah.

Bagi Tohir, teh bukan sekadar minuman. Itu cerita tentang kesabaran, kerja keras, dan cinta terhadap tanah sendiri.

Dari dapur kecil di kaki Kalibening, teh Bedana mengalir membawa pesan sederhana: bahwa modern bukan berarti meninggalkan akar.

Setiap seduhan adalah perjalanan—dari daun ke cangkir, dari tangan petani ke hati penikmat. Dan di sanalah, kehangatan Desa Bedana terus hidup, menyeruput waktu pelan-pelan. (*)

You Might Also Like

Daftar Sultan Indonesia Geser-Geseran, Duitnya Bikin Kepala Cenat-Cenut

Urusan Pajak, Jateng Naik Podium Nasional

Air Boyolali Dilirik Investor Tiongkok, Duit Rp160 Miliar Siap Mengalir

PLN Gandeng Danantara, Energi Hijau Nggak Cuma Wacana

Jateng Gaspol Atasi Backlog 1,3 Juta Rumah, Target Kelar 5 Tahun

TAGGED:bisnisekonomitehteh banjarnegarateh bedana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Menag Angkat Suara Soal Gus Elham, Kerap Cium Anak-anak Perempuan di Atas Panggung
Next Article Dukun Gadungan Lampung Selatan, Ritual Tipu-Tipu dan Jejak Sabu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TBRS Hidup Lagi! Sepekan Bulan Bung Karno Disulap Jadi Panggung Seni, Literasi, dan Aksi Sosial

Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita

PERTUNJUKAN TEATER--Kelompok Teater Lingkar sedang tampil di acara Peringatan Bulan Bung Karno, di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Selasa (30/6/2026). (bae)

Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

TANAM PADI - Petani di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang masih menanam padi, meski kemarau sudah mulai datang, Minggu (29/6/2026). (dul)

Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Pidana Uang Pengganti Rp809 Miliar Mustahil Dibayarkan, Hukuman Nadiem Jadi 15 Tahun Penjara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

Jateng Genjot Industri Hijau: Panel Surya & Gas Alam Jadi Andalan Transisi Energi

Oktober 2, 2025
Ekonomi

Emas Gaspol! Tembok 5.000 Dollar Siap Jebol?

Oktober 17, 2025
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
Ekonomi

Gaji 13 ASN Cair Lagi, Kapan Masuk Rekening

April 23, 2026
Ekonomi

Mau Pindah ke Mobil Listrik? Jateng Bilang: Pajaknya Tetap Nol

Juni 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?