Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tantangan Besar Target Pajak Rp2.358 Triliun di 2026: DPR Soroti Strategi dan Risiko Industri Rokok
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Tantangan Besar Target Pajak Rp2.358 Triliun di 2026: DPR Soroti Strategi dan Risiko Industri Rokok

Komisi XI DPR soroti tantangan pemerintah mencapai target pajak dan cukai Rp2.358 triliun tahun 2026. Harris Turino dan Andi Yuliani Paris minta strategi jitu, koordinasi antar-direktorat, dan pemberantasan rokok ilegal untuk optimalkan penerimaan di tengah ruang fiskal yang terbatas.

baniabbasy
Last updated: September 11, 2025 4:53 pm
By baniabbasy
4 Min Read
Share
Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino dalam Rapat Dengar Pendapat dengan para Direktur Jenderal Kementerian Keuangan di Gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (11/9/2025)
Komisi XI DPR soroti tantangan pemerintah mencapai target pajak dan cukai Rp2.358 triliun tahun 2026. Harris Turino dan Andi Yuliani Paris minta strategi jitu, koordinasi antar-direktorat, dan pemberantasan rokok ilegal untuk optimalkan penerimaan di tengah ruang fiskal yang terbatas.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Target penerimaan pajak dan cukai pemerintah tahun 2026 mendapat sorotan tajam dari Komisi XI DPR RI. Anggota Komisi XI, Harris Turino, menegaskan bahwa target Rp2.358 triliun yang dipatok pemerintah bukanlah angka biasa. Angka ini naik 13,47 persen dibandingkan proyeksi realisasi tahun 2025 sekitar Rp2.070 triliun. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan ruang fiskal yang makin sempit, mencapai target tersebut menjadi tantangan yang berat dan butuh strategi jitu.

“Persoalannya adalah bisnis saat ini tidak dalam kondisi baik, sementara target yang dikejar sangat besar. Kalau pajak tidak tercapai, dampaknya bisa ke mana-mana,” ujar Harris dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI dengan para Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Harris menegaskan bahwa pajak dan cukai menyumbang 83 persen dari total belanja negara, sehingga kegagalan mencapai target bisa mempersempit ruang fiskal yang sudah terbatas. “Batas kenaikan utang tinggal sedikit, jadi Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai harus benar-benar bekerja ekstra,” tambahnya.

Selain persoalan target, Harris juga mengkritisi rendahnya rasio pajak Indonesia yang baru 9,33 persen dari pajak murni. Ia berharap dengan kerja keras, target besar itu bisa tercapai, meski tantangannya sangat berat.

Satu hal lain yang mendapat perhatian serius adalah kebijakan cukai, terutama pada industri rokok. Harris memperingatkan bahwa kenaikan tarif cukai secara agresif berisiko menekan keberlangsungan pabrik rokok besar. “Dari Rp1.000 harga rokok, Rp760-nya adalah cukai. Kalau naik 10 persen, beban biaya produksi makin berat,” jelasnya.

Sebagai solusi, Harris mendorong optimalisasi penerimaan cukai tanpa harus menaikkan tarif, dengan fokus pada pemberantasan rokok ilegal dan impor ilegal. “Kalau rokok ilegal bisa diberantas, pendapatan negara dari cukai akan meningkat signifikan,” ujarnya.

Data lain yang membuat Harris miris adalah temuan lembaga riset Next Indonesia Center, yang menunjukkan selisih pencatatan nilai ekspor antara Indonesia dan mitra dagang mencapai USD 654,5 miliar atau sekitar Rp10.000 triliun. Ini artinya ada potensi kebocoran pajak luar negeri yang besar dan perlu segera ditutup.

Menutup pernyataannya, Harris memberikan semangat kepada jajaran Direktorat Jenderal Pajak serta Bea dan Cukai untuk terus bekerja keras, meski tantangan berat menghampiri. “Saya yakin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mampu menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya.

Kenapa Harus Dibangun Ulang?

Tak hanya Harris, anggota Komisi XI lainnya, Andi Yuliani Paris dari PAN, juga menyampaikan catatan kritis dalam RDP yang berlangsung Kamis (11/9/2025). Andi menyoroti rencana kerja Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKKN) yang mengalokasikan anggaran Rp913,8 miliar untuk tiga outcome utama. Namun, ia menilai indikator kinerja (KPI) yang dipakai masih terlalu umum dan kurang spesifik.

“Saya cukup kaget ada program membangun sistem informasi hulu migas, padahal sudah ada SK Hulu Migas. Kenapa harus dibangun ulang?” tanya Andi. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antar-direktorat jenderal agar program dengan tujuan serupa bisa dikerjakan bersama, sehingga penggunaan anggaran lebih efisien.

Andi menambahkan, pengembangan sistem informasi memang penting, tapi kerap jadi proyek berulang yang sulit diukur dampaknya terhadap kerugian negara. Ia mengingatkan agar hal ini tidak menjadi pos belanja rutin tanpa manfaat jelas.

Dengan sorotan tajam dari Komisi XI, jelas bahwa pemerintah perlu menyusun strategi yang lebih matang dan kerja sama lintas sektor untuk bisa mencapai target ambisius di tengah tekanan ekonomi yang ada.(*)

You Might Also Like

KDMP Beromzet Sebulan Rp60 Juta, Ketuanya Gak Cuan Sama Sekali!! Apes Bos

Transaksi Soloraya Great Sale 2025 Tembus Rp10,3 Triliun

Bali Makin Sepi? Koster Sentil Penerbangan Domestik Jadi Pemicu Menurunnya Wisatawan

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

KKP Kebanjiran Anggaran Rp13 T! DPR Komisi IV Dukung Penuh Ekonomi Biru untuk Ketahanan Pangan 2026

TAGGED:Harris TurinoPajak Cukai dan TembakauPenerimaan Pajak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 6 Langkah Skincare Pria,  Simpel, Anti Ribet, dan Tetap Maskulin
Next Article Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian kanan dan Wakil Ketua Komisi Esti Wijayati saat memimpin RDP dengan Iluni FHUI, IKA USU, ABP, PTSI, di Ruang Rapat Komisi Gedung Senayan Jakarta.jpg (1) Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Gratis untuk Anak Muda dari Keluarga Miskin Minimalisir Angka Putus Sekolah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Baru Launching, Lapor Menaker Langsung Diserbu Aduan!

November 12, 2025
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat rapat dengan Kementerian Keuangan RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Rombongan Pimpinan BEI & OJK Mundur setelah IHSG Rontok, DPR: Itu Belum Cukup

Januari 31, 2026
Ekonomi

Koperasi di Jateng Didorong Naik Kelas

April 14, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Ambisi Purbaya Pakai AI di Bea Cukai, Berapa Sih Total Biayanya?

Desember 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tantangan Besar Target Pajak Rp2.358 Triliun di 2026: DPR Soroti Strategi dan Risiko Industri Rokok
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?