Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’

Ketika banyak daerah masih sibuk menghitung besarnya transfer dari pusat, Kota Semarang justru sedang menikmati hasil kerja "menghidupi diri sendiri".

T. Budianto
Last updated: Juli 3, 2026 3:19 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
RAKERNAS APEKSI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dana sejumlah pimpinan OPD foto bersama di sela-sela Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Medan, Kamis, (3/7/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kota Semarang kembali mencatatkan prestasi yang tak sekadar soal angka. Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri periode 2022-2026, Semarang menjadi pemerintah kota dengan tingkat kemandirian fiskal tertinggi di Indonesia.

Predikat itu diraih setelah rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah rata-rata mencapai 63,26 persen, tertinggi dibanding seluruh pemerintah kota di Tanah Air. Atas capaian tersebut, Kemendagri menetapkan Semarang sebagai Transformer City nasional.

Bagi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, penghargaan itu bukan sekadar trofi untuk dipajang di etalase kantor pemerintahan. Menurutnya, kemandirian fiskal adalah “mesin utama” agar pembangunan kota bisa terus melaju tanpa terlalu bergantung pada suntikan dana dari pemerintah pusat.

Baca juga: Semarang Masuk Jajaran Transformer City Nasional

“Posisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah kita berada di jalur yang tepat. Kemandirian fiskal ini menjadi modal agar pembangunan dapat terus berjalan secara berkesinambungan,” ujar Agustina, Jumat (3/7/2026).

Capaian tersebut bukan datang dalam semalam. Dalam lima tahun terakhir, pendapatan daerah Kota Semarang terus menunjukkan tren menanjak.

Pada 2021, realisasi pendapatan daerah masih berada di angka Rp4,82 triliun. Empat tahun kemudian, nilainya melonjak menjadi Rp5,83 triliun pada 2025.

Di periode yang sama, Pendapatan Asli Daerah juga naik dari Rp2,39 triliun menjadi Rp3,44 triliun. Sementara penerimaan pajak daerah melesat dari Rp1,45 triliun menjadi Rp2,74 triliun.

Realisasi Sementara

Tren positif itu belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Hingga 3 Juli 2026 pukul 09.40 WIB, realisasi sementara pajak daerah sudah mencapai Rp1,485 triliun, atau 45,27 persen dari target tahunan sebesar Rp3,280 triliun.

Agustina menegaskan, kenaikan pendapatan daerah bukan diperoleh dengan cara membebani masyarakat atau pelaku usaha melalui pungutan baru.

Sebaliknya, Pemkot Semarang memilih membenahi sistem. Mulai dari memperbarui basis data wajib pajak, memperluas digitalisasi layanan perpajakan, meningkatkan kepatuhan masyarakat, hingga memperkuat pengawasan agar setiap penerimaan tercatat secara transparan dan akuntabel.

“Kami terus mengoptimalkan potensi yang sudah ada melalui tata kelola yang lebih baik. Setiap rupiah yang masuk harus dapat dipertanggungjawabkan dan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan maupun pelayanan publik,” katanya.

Menurut Agustina, predikat Transformer City merupakan pengakuan atas konsistensi Pemkot Semarang dalam memperkuat fondasi keuangan daerah.

Baca juga: Pajak Daerah Semarang Tembus Rp2,6 T

Baginya, keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari besarnya PAD yang berhasil dikumpulkan. Yang lebih penting adalah memastikan pendapatan tersebut benar-benar menjadi bahan bakar pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas hidup warga.

“Kami ingin menjaga tren positif ini. Pendapatan daerah yang kuat akan memperbesar kemampuan Kota Semarang membiayai pembangunan secara mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung,” pungkasnya.

Predikat tertinggi memang layak dibanggakan. Namun pada akhirnya, angka-angka di laporan keuangan hanya akan menjadi deretan statistik jika tidak benar-benar terasa di jalan yang lebih mulus, pelayanan yang lebih cepat, dan kehidupan warga yang semakin baik.

Sebab kemandirian fiskal sejati bukan soal kas daerah yang penuh, melainkan ketika setiap rupiah yang terkumpul benar-benar kembali menjadi kesejahteraan bagi masyarakat. (tebe)

You Might Also Like

Nyekap Intel Pas May Day, Mahasiswa Undip Kena Tuntut 2 Bulan Penjara

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

Drama Mengguncang Negara, Keluarga Terkaya Indonesia Terseret Kasus Pajak

Pembenahan Tata Ruang Kunci Cegah Banjir Rob Berulang

Demo Panas di DPRD Jateng! Mahasiswa Soroti Kasus Andrie Yunus, Tolak Peradilan Militer

TAGGED:apeksiheadlinepadpemkot semarangtransformer city
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi elemen masyarakat demo menolak MBG. MBG Nasibmu Kini, Semua Lini Dikorupsi dari Ompreng hingga Kaus Kaki
Next Article Ilustrasi wilayah dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang. Empat Daerah Ini Paling Rawan Kekeringan saat Kemarau di Jateng, Mana Saja?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jadi Korban Pesta Gol Malaysia

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Taj Yasin Puji Cara Muhammadiyah Jateng Jaga Harmoni Sosial

Januari 12, 2026
Daerah

Agustina Dorong Pemetaan Potensi Kelurahan untuk Hidupkan Koperasi Merah Putih

Juli 22, 2025
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Info

Gibran Dorong Banyak Pihak Turun Bareng Bersama di MBG

Juni 18, 2026
JALAN RUSAK--Petugas memperbaiki kerusakan ruas Jalan Candi Penataran Raya, Kalipancur, Kota Semarang. (ist)
Info

Dinas PU Janji Percepat Perbaikan Jalan Rusak Kalipancur Semarang

Juli 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?