Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?

Petani tetap menanam padi karena kondisi sawah di Jabungan saat ini masih cukup aman, saluran irigasi belum mengering.

R. Izra
Last updated: Juli 1, 2026 11:03 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
TANAM PADI - Petani di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang masih menanam padi, meski kemarau sudah mulai datang, Minggu (29/6/2026). (dul)
TANAM PADI - Petani di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang masih menanam padi, meski kemarau sudah mulai datang, Minggu (29/6/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau beranjak datang. Namun, petani di Jabungan, Kota Semarang, tetap menanam padi. Apa tidak takut kekeringan?

Kekeringan saat musim kemarau tetap menjadi momok menakutkan bagi para petani. Termasuk di Jabungan.

Petani tetap nekat menanam padi karena pasokan air irigasi masih belum kering. Para petani berharap debit air tetap terjaga agar masa tanam tidak terganggu.

Bacaaja: Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau
Bacaaja: Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

Salah seorang petani, Ruginah (75), mengatakan air menjadi faktor utama yang menentukan jenis tanaman yang bisa dibudidayakan.

Selama pasokan air dari saluran irigasi masih mencukupi, ia memilih menanam padi. Namun jika kemarau semakin panjang dan debit air mulai berkurang, petani biasanya beralih ke tanaman yang lebih tahan kering, seperti jagung.

“Kalau airnya masih ada ya tanam padi. Tapi kalau sudah kemarau dan airnya tidak cukup, biasanya kami beralih menanam jagung yang tidak membutuhkan banyak air,” ujarnya saat ditemui di sawah, Senin (29/6/2026).

Menurut Ruginah, kondisi sawah saat ini masih cukup aman karena saluran irigasi belum mengering. Ia berharap hujan masih sesekali turun agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi hingga masa panen.

Sementara itu, Lurah Jabungan, Muhammad Jhasani, memastikan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian di wilayahnya masih berfungsi normal.

“Selama ini saluran pengairannya masih jalan. Airnya masih ada. Itu memang saluran khusus untuk mengairi sawah di wilayah sini,” katanya.

Jhasani menjelaskan, keberadaan saluran irigasi tersebut menjadi penopang utama aktivitas pertanian di Jabungan. Bahkan saat ada usulan perbaikan drainase di tepi jalan, pemerintah diminta tidak mengubah saluran tersebut karena berfungsi sebagai jalur pengairan sawah.

“Awalnya kami mengusulkan perbaikan drainase. Tapi dari dinas diingatkan agar saluran itu tidak diubah karena memang digunakan untuk mengairi sawah,” jelasnya.

Meski belum ada laporan kekeringan di area persawahan, Pemerintah Kelurahan Jabungan tetap akan memantau kondisi irigasi selama musim kemarau berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jika debit air mulai menurun sehingga tidak sampai mengganggu produktivitas lahan pertanian warga. (dul)

You Might Also Like

Jumat WFH, Dinas Dipangkas, ASN Jateng Diajak Lebih “Hemat Mode”

Manyaran Punya Taman Baru: Bocil Senang, Orang Tua Tenang

Mau Nobar Piala Dunia? Jangan Asal Kumpul, Wajib Punya Lisensi

Pantainya Cakep, Jalannya Bikin Niat Healing Tenggelam

Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

TAGGED:irigasijabungankemaraukota semarangpetanitanam padi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Pidana Uang Pengganti Rp809 Miliar Mustahil Dibayarkan, Hukuman Nadiem Jadi 15 Tahun Penjara
Next Article PERTUNJUKAN TEATER--Kelompok Teater Lingkar sedang tampil di acara Peringatan Bulan Bung Karno, di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Selasa (30/6/2026). (bae) Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Didampingi Mahasiswa SCU, UMKM di Semarang Kewalahan Terima Order

Cordova Edupartment Lanjut Dampingi PSIS Arungi Musim 2026/27

TBRS Hidup Lagi! Sepekan Bulan Bung Karno Disulap Jadi Panggung Seni, Literasi, dan Aksi Sosial

Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita

PERTUNJUKAN TEATER--Kelompok Teater Lingkar sedang tampil di acara Peringatan Bulan Bung Karno, di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Selasa (30/6/2026). (bae)

Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

NOBAR BOLA--Masyarakat menunggu siaran pertandingan Piala Dunia di Teratai Lounge yang ruangannya dihias meriah dengan ornamen bendera negara-negara peserta. (ist)
Fokus

Tim Besar Jadi Magnet Penonton, Nobar Piala Dunia Makin Ramai

Juni 19, 2026
Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)
Fokus

Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau

Juni 29, 2026
Fokus

Portal BSB Bikin Truk Nggak Lagi Bebas Lewati Silayur

April 14, 2026
Daerah

Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau

Februari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?