Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nilai Lolos Jalur Prestasi SMAN 3 Semarang Turun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Nilai Lolos Jalur Prestasi SMAN 3 Semarang Turun

Masuk sekolah favorit kini tak cukup bermodal rapor kinclong. Tahun ini, Tes Kemampuan Akademik (TKA) ikut menentukan nasib calon murid. Dampaknya langsung terasa di SMAN 3 Semarang.

T. Budianto
Last updated: Juni 23, 2026 6:36 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
TAHAPAN SPMB: Calon siswa mengikuti tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 3 Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mulai menunjukkan dampaknya terhadap hasil seleksi di sejumlah sekolah, termasuk SMAN 3 Semarang.

Sekolah favorit di Kota Semarang itu mencatat adanya penurunan nilai batas bawah peserta yang diterima melalui jalur prestasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan mengatakan, perubahan tersebut tidak lepas dari komposisi penilaian baru yang menggabungkan nilai rapor dan nilai TKA dengan bobot yang sama, yakni masing-masing 50 persen.

Menurutnya, ketika nilai TKA mulai diperhitungkan secara besar dalam proses seleksi, hasil akhir yang diperoleh peserta menjadi lebih beragam dibandingkan saat penilaian lebih didominasi oleh nilai rapor.

“Kalau kami bandingkan dengan tahun kemarin jelas ada pengaruh yang cukup signifikan. Terbukti di jalur prestasi, nilai terendah yang diterima tahun ini sekitar 90 sekian, sementara tahun lalu masih di angka 95 sekian,” ujar Fauzan, Selasa (23/6/2026)

Baca juga: Luthfi Sidak SPMB: No Titip-Titip, No Jastip!

Ia menjelaskan, penurunan nilai batas bawah tersebut bukan berarti kualitas calon murid menurun. Sebaliknya, kondisi itu menunjukkan bahwa kemampuan peserta kini dinilai melalui dua instrumen sekaligus sehingga hasil akhirnya menjadi lebih bervariasi.

Di Jateng, skema penilaian jalur prestasi memang ditetapkan dengan komposisi 50 persen nilai rapor dan 50 persen nilai TKA. Ketentuan tersebut berlaku seragam di seluruh SMA negeri dan menjadi bagian dari petunjuk operasional yang ditetapkan Pemprov Jateng.

“Kalau soal bobot itu sudah ditentukan dalam petunjuk operasional. Ada daerah lain yang menggunakan komposisi berbeda, tetapi untuk Jateng 50 persen rapor dan 50 persen TKA,” jelasnya.

Tahun ini SMAN 3 Semarang menyediakan 130 kursi untuk jalur prestasi. Kuota tersebut menjadi salah satu jalur yang paling diminati karena memberikan kesempatan kepada peserta dengan capaian akademik maupun non-akademik untuk bersaing masuk sekolah.

Selain perubahan pada sistem penilaian akademik, proses seleksi jalur prestasi tahun ini juga diperkuat melalui integrasi data kejuaraan dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Sistem tersebut diterapkan untuk mempermudah verifikasi sekaligus mengurangi potensi penggunaan sertifikat atau piagam yang tidak valid.

Kurasi Pusprenas

Fauzan mengakui bahwa langkah tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam melakukan verifikasi dokumen prestasi peserta. “Sekarang sekolah merasa lebih terbantu karena banyak kejuaraan sudah terkurasi di Puspresnas. Kalau sudah terkurasi berarti kejuaraan itu memang diakui dan proses pengecekannya lebih mudah,” katanya.

Dalam sistem yang baru, prestasi peserta dibedakan berdasarkan status kurasi. Kejuaraan yang telah terkurasi memperoleh bobot penilaian lebih tinggi dibandingkan kejuaraan yang belum masuk dalam sistem Puspresnas.

Bahkan, prestasi yang sudah terkurasi masih dibedakan lagi berdasarkan kategori bintang yang menunjukkan tingkat kualitas dan pengakuannya.

Data sekolah menunjukkan terdapat 106 sertifikat prestasi yang masuk kategori terkurasi, sedangkan sertifikat nonkurasi tercatat sebanyak 24. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa mayoritas peserta kini mulai mengikuti kompetisi yang telah terverifikasi secara nasional.

Menariknya, prestasi yang paling banyak digunakan peserta untuk mengikuti seleksi bukan berasal dari cabang olahraga seperti yang selama ini sering diasumsikan masyarakat.

Justru bidang riset, inovasi, dan karya tulis ilmiah menjadi kategori yang paling dominan. “Yang paling banyak justru riset dan karya tulis. Kalau olahraga ada, tetapi jumlahnya tidak sebanyak prestasi di bidang riset,” ungkap Fauzan.

Baca juga: Server SPMB Jateng Dipasang ‘Turbo’, Jamin Nggak Ada Drama Saat Daftar Sekolah

Selain prestasi tingkat nasional, SMAN 3 Semarang juga menerima sejumlah peserta yang memiliki prestasi internasional. Untuk kejuaraan berjenjang, peserta yang meraih juara pada tingkat nasional maupun internasional mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dalam proses seleksi.

Dengan kombinasi penilaian antara rapor, TKA, serta sistem verifikasi prestasi yang semakin ketat, proses SPMB tahun ini dinilai lebih mampu memotret kemampuan akademik sekaligus pencapaian non-akademik calon murid secara menyeluruh.

Sekolah berharap sistem tersebut dapat menciptakan proses seleksi yang lebih objektif, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta untuk bersaing berdasarkan kemampuan masing-masing.

Rapor tetap penting, tapi kini bukan lagi tiket otomatis menuju sekolah favorit. Di era TKA, angka di atas kertas harus bisa dibuktikan lewat kemampuan yang sesungguhnya. Karena nilai bisa ditulis, tetapi kompetensi harus diuji. (dul)

You Might Also Like

Nestapa Mahasiswi Solo Korban Konten Cabul, Lapor Polisi Didampingi Petir

BBM Aman, Elpiji Nggak Langka, Pemprov: Tenang, Nggak Usah Panik

Semarang Atas Terus Dibangun: Lahan Resapan Pelan-pelan Hilang, Banjir Selalu Datang

Tingkah Pelajar Semarang Beli Celurit 1,5 Meter, Berujung Nangis Diciduk Polisi

Ngomongin Khitbah, Lamaran ala Islam yang Bukan Sekadar Formalitas

TAGGED:headlinepemprov jatengspmb
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi
Next Article 80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENUJU GP MANDALIKA - Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, PT Pertamina (Persero) bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Watch Party AustrianGP 2026 di JNM Bloc, Minggu (20/9/2026).

Watch Party MotoGP di Jogja, Antusiasme Menuju Mandalika 2026 Makin Panas

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

WFH Perlu Indikator Jelas, Pengawasan ASN Jadi Kunci

April 8, 2026
Ekonomi

Jateng Masih Laku Keras di Mata Investor

Oktober 21, 2025
Info

Kisah Haru Peserta SNC 2026 yang Ngotot Tampil Sampai Akhir

Mei 3, 2026
Ilustrasi siswa SMK.
Info

Nunggak SPP, Siswa SMK Beprestasi di Purworejo Dipaksa Mundur

Oktober 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nilai Lolos Jalur Prestasi SMAN 3 Semarang Turun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?