Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ratusan Produsen-Pembeli Dikumpulkan Demi Harga Tetap Waras
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ratusan Produsen-Pembeli Dikumpulkan Demi Harga Tetap Waras

Saat harga cabai bisa bikin dompet panas dan stok beras jadi perhatian banyak orang, Jateng memilih cara yang cukup sederhana: mempertemukan yang punya barang dengan yang butuh barang.

T. Budianto
Last updated: Juni 10, 2026 5:19 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
RAKOR TPID: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi foto bersama usai Rapat Koordinasi TPID dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jateng di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (10/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) membuat “ajang perjodohan” khusus sektor pangan. Bukan untuk cari pasangan hidup, melainkan mempertemukan 111 produsen dengan 99 offtaker atau pembeli bahan pokok penting agar distribusi pangan makin lancar dan harga tetap terkendali.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi TPID dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (10/6/2026).

Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M Nur Nugroho, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Menurut Luthfi, menjaga inflasi bukan hanya soal angka statistik, tetapi memastikan masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang masuk akal.

Baca juga: Inflasi Jateng: Dari Cabai Pedas sampai Emas, Tantangan dan Harapan di Tangan Luthfi–Yasin

“Kita ingin ada kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, produsen, dan offtaker. Kalau distribusi lancar dan stok tersedia, harga bisa lebih stabil dan inflasi tetap terjaga,” ujarnya.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jateng dinilai memiliki tanggung jawab besar menjaga pasokan pangan. Karena itu, Luthfi menegaskan kebutuhan masyarakat Jawa Tengah harus menjadi prioritas sebelum pasokan dikirim ke luar daerah.

Salah satu strategi yang didorong adalah memperkuat distribusi antardaerah melalui kerja sama dan sistem aglomerasi pangan agar tidak ada wilayah yang kelebihan stok sementara daerah lain kekurangan pasokan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, M Nur Nugroho mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Belum Efisien

Menurutnya, persoalan pangan sering kali bukan karena produksi kurang, melainkan distribusinya yang belum efisien. Karena itu, para produsen dan pembeli sengaja dipertemukan agar rantai pasok menjadi lebih pendek dan efektif. “Yang kita lakukan hari ini adalah mempertemukan produsen dengan offtaker supaya transaksi dan kerja sama bisa langsung terbangun,” katanya.

Dalam forum tersebut, komoditas yang paling banyak diburu pembeli adalah beras dengan 30 peminat. Disusul cabai sebanyak 25 peminat, minyak goreng 24 peminat, bawang merah 13 peminat, jagung empat peminat, dan telur tiga peminat.

Sementara dari sisi produsen, cabai menjadi komoditas dengan pasokan terbanyak yang ditawarkan oleh 33 produsen. Kemudian beras 28 produsen, jagung 25 produsen, bawang merah 20 produsen, telur ayam empat produsen, dan minyak goreng dua produsen.

BI Jateng juga menyiapkan basis data khusus agar komunikasi antara produsen, pembeli, dan TPID bisa berjalan lebih cepat saat terjadi gejolak harga maupun pasokan.

Secara wilayah, Kabupaten Klaten dan Kota Semarang menjadi daerah dengan potensi kerja sama terbesar, masing-masing mencatat sebelas peluang transaksi. Disusul Banjarnegara, Banyumas, Kendal, dan Wonosobo yang masing-masing memiliki tujuh potensi kerja sama.

Baca juga: Tekan Inflasi, Luthfi Dorong Toko TPID dan Kuatkan Rantai Pangan Lokal

Di sisi produsen, Kabupaten Demak dan Grobogan tampil sebagai daerah dengan peluang kerja sama terbanyak, masing-masing sembilan potensi transaksi. Sementara Batang dan Brebes memiliki tujuh peluang kerja sama.

Acara tersebut juga menghasilkan penandatanganan sejumlah kerja sama konkret. Salah satunya antara BUMP PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dengan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang untuk komoditas beras.

Selain itu, wilayah Banyumas Raya juga menyepakati kerja sama distribusi sejumlah komoditas strategis seperti cabai, beras, jagung, bawang merah, hingga minyak goreng.

Inflasi memang tak bisa diajak kompromi, tapi bisa dicegah sebelum bikin pusing. Di tengah harga pangan yang sering naik turun seperti grafik saham, Jateng memilih mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu ruangan. Sebab kadang masalah pangan bukan karena sawah tak panen, melainkan karena yang punya barang dan yang butuh barang terlalu lama saling mencari tanpa pernah bertemu. (tebe)

You Might Also Like

Terminal Mangkang Masih Lengang, Puncak Arus Mudik Diperkirakan H-2 Lebaran

Entaskan Kemiskinan, TP PKK-Baznas Jateng Berikan Pelatihan Usaha

BREAKING NEWS: Bus Cahaya Trans Terguling di Tol Semarang, 15 Orang Tewas

IG-nya Banjir Hujatan, Dwi Hartono Founder Platfrom ‘Guruku’ Jadi Otak Pembunuhan Kacab BRI,

Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan

TAGGED:bank indonesiaheadlineinflasi jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Peternak Unggas Curhat ke Luthfi, MBG Diminta Jadi Penyelamat
Next Article Perbaikan Ruas Cepu-Randublatung: Pemprov Gelontorkan Rp34 Miliar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Tahun Ajaran Baru, Seragam Sekolah Diburu

Juli 9, 2026
Info

Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun, PVMBG Kasih Peringatan: Bukan Berarti Berhenti

September 7, 2026
SAKSI SIDANG--Eks terpidana korupsi, Mudasir (baju batik) bersaksi di sidang terdakwa Bupati Sudewo, Rabu (2/9/2026). (bae)
Hukum

Sudewo Minta Bantuan Mantan Terpidana Korupsi Jadi Saksi Meringankan

September 2, 2026
Info

Jalan Jepara-Keling Akhirnya Dibeton

Juni 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ratusan Produsen-Pembeli Dikumpulkan Demi Harga Tetap Waras
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?