Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nusakambangan Tak Cuma Penjara, Kini Panen Udang, Telur hingga Harapan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Nusakambangan Tak Cuma Penjara, Kini Panen Udang, Telur hingga Harapan

Kalau mendengar nama Nusakambangan, yang terlintas di kepala banyak orang biasanya tembok tinggi, penjara superketat, dan narapidana kelas kakap. Tapi kini ceritanya mulai berubah.

T. Budianto
Last updated: Juni 21, 2026 9:12 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PETIK JAMBLANG: Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soehartodidampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memetik buah jamblang yang dibudidayakan di area Lapas Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Kemimipas RI)
SHARE

BACAAJA, CILACAP– Pulau Nusakambangan menunjukkan wajah baru. Kawasan yang selama ini identik dengan lembaga pemasyarakatan berpengamanan tinggi kini berkembang menjadi pusat produksi pangan sekaligus lokasi pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Perubahan itu mendapat apresiasi langsung dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, saat melakukan kunjungan kerja bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Sabtu (20/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Titiek melihat berbagai aktivitas produktif yang dijalankan warga binaan, mulai dari budidaya udang vaname, ikan sidat, peternakan ayam dan bebek petelur, persawahan, pengolahan pupuk organik, produksi batako dan paving block, hingga budidaya tanaman anggur serta anggrek.

Menurut Titiek, perubahan yang terjadi di Nusakambangan menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya terbengkalai bisa memberi manfaat besar jika dikelola secara serius.

“Kami datang untuk melihat program ketahanan pangan, dan ternyata lahan tidur di sini berhasil disulap menjadi kawasan produktif. Ini luar biasa dan layak diapresiasi,” ujarnya.

Baca juga: 263 Napi ‘High Risk’ Dipindah ke Nusakambangan

Ia mengaku cukup terkejut melihat transformasi Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai pulau penjara dengan kesan angker. “Pulau yang memiliki image seram ternyata bisa menjadi lebih ramah dan menghasilkan banyak produk yang bermanfaat. Mudah-mudahan model seperti ini bisa diterapkan di tempat lain,” katanya.

Titiek menilai Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Karena itu, menurutnya, yang dibutuhkan adalah kemauan dan pengelolaan yang tepat.

“Nusakambangan saja bisa seperti ini, apalagi daerah lain. Kita dikaruniai tanah yang subur, tinggal bagaimana memanfaatkannya sebaik mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menjelaskan pengembangan kawasan produktif di Nusakambangan merupakan bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.

Ketahanan Pangan

Menurut Agus, lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan pemasyarakatan sekaligus mendukung pasokan pangan nasional.

“Kami memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum digunakan untuk membantu kebutuhan internal pemasyarakatan, termasuk penyediaan bahan pangan bagi warga binaan,” jelasnya.

Ia berharap hasil produksi, terutama komoditas seperti telur, ikan, hingga hasil pertanian lainnya, dapat ikut membantu menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga di masyarakat.

Saat ini, sekitar 135 hektare lahan produktif di Nusakambangan telah dimanfaatkan. Ratusan warga binaan dari berbagai lembaga pemasyarakatan juga dilibatkan dalam berbagai sektor usaha produktif.

Baca juga: Hari Raya Imlek: Narapidana Nusakambangan Terbanyak Penerima Remisi

Namun, menurut Agus, manfaat program ini tidak berhenti pada hasil panen semata. Melalui berbagai kegiatan pertanian, peternakan, perikanan hingga pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), warga binaan memperoleh keterampilan baru yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Selain pengalaman kerja, mereka juga memperoleh premi dari hasil kegiatan produksi yang bisa dimanfaatkan sebagai modal awal setelah bebas. Agus memastikan seluruh program akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas, baik bagi pembinaan warga binaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Ia menegaskan, konsep pemasyarakatan saat ini bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan seseorang agar mampu kembali hidup mandiri setelah masa pidananya selesai.

Nusakambangan perlahan membuktikan bahwa tembok penjara memang bisa membatasi ruang gerak, tetapi tidak selalu membatasi kesempatan untuk berubah. Kadang yang paling subur bukan hanya tanahnya, melainkan harapan yang akhirnya diberi ruang untuk tumbuh. (tebe)

You Might Also Like

Polisi Bilang Tahun Baru Nggak Boleh Ada Pesta Kembang Api di Jateng

Teknologi Ngebut, SDM Kedodoran: Indonesia Rawan PHK Massal di Era AI

Kontingen Jateng Siap Berlaga di Pornas Korpri 2025, Sekda: Main Jujur dan Sportif!

Bidik Relokasi Industri Vietnam, Jateng Bersolek Perkuat Pelabuhan

Tambah Waspada, Keripik Pisang Disemprot Narkoba Kejari Bogor Berhasil Musnahkan

TAGGED:headlinekomisi IV DPRlapas nusakambanganmenimipastitiek suharto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Masuk Smart City ASEAN, Agustina: Jangan Kebanyakan Aplikasi, Warga Malah Bingung
Next Article Pemadaman Bergilir Bikin Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

JALANI SIDANG--Dua terdakwa kasus pencucian uang, Gus Yazid dan Andhi Nur Huda menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae)

Dituntut 6 Tahun Penjara, Gus Yazid Minta Dibebaskan dari Kasus Pencucian Uang Libatkan Letjen Widi

BERBINCANG SANTAI - Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo berbincang santai bersama BacaAja di depan kandang ayam miliknya. (dul)

Cara Unik Politikus PDIP Semarang Rawat Konstituen, Pelihara Ratusan Ekor Ayam

DEPORTASI WNA--WNA China pelaku love scamming yang sempat diamankan Imigrasi Semarang, akhirnya dideportasi ke negaranya. (ist)

Empat WN China Sindikat Love Scamming Dideportasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pelanggan membeli barang di warung Madura yang ada di seberang Asrama Haji Manyaran, Semarang. (bae)
Info

Kapan Warung Madura Tutup? “Kami Tutup Kalau Kiamat”

Oktober 17, 2025
Polisi lakukan olah TKP kematian dosen muda Untag Semarang, di kostel Mimpi In.
Hukum

Kasus Kematian Dosen Untag Banyak Kejanggalan, Ini Kata Petir

November 24, 2025
Sepak Bola

PSIS-Cordova Lanjut Jalan Bareng

Januari 9, 2026
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Sirkular

Karpet Merah Prabowo untuk Prancis, Investasi Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Juli 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nusakambangan Tak Cuma Penjara, Kini Panen Udang, Telur hingga Harapan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?