Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kasus Intoleransi Muncul Beruntun di Jateng, Tokoh Lintas Agama Sorot Pola Peristiwa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kasus Intoleransi Muncul Beruntun di Jateng, Tokoh Lintas Agama Sorot Pola Peristiwa

Dua kasus intolerasi agama dan keyakinan muncul berurutan di Jateng. Bikin pegiat lintas agama resah, karena polanya sama dan terulang.

R. Izra
Last updated: Juni 15, 2026 4:27 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
KUTUK INTOLERANSI BERAGAMA - Pegiat lintas iman dan lintas agama berkumpul di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga Barat, Pleburan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026), menyatakan mengutuk keras kasus intoleransi beragama di Jateng. Dua kasus intoleransi beragama di Jateng terjadi beruntun dengan pola lama yang serupa. (dul)
KUTUK INTOLERANSI BERAGAMA - Pegiat lintas iman dan lintas agama berkumpul di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga Barat, Pleburan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026), menyatakan mengutuk keras kasus intoleransi beragama di Jateng. Dua kasus intoleransi beragama di Jateng terjadi beruntun dengan pola lama yang serupa. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Belum lama ini, Jawa Tengah lagi-lagi diwarnai kasus yang berkaitan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Dua kejadian yang muncul nyaris berbarengan bikin sejumlah tokoh lintas agama angkat suara.

Kasus pertama adalah pembubaran kegiatan Ijtima’ Khuddam Ahmadiyah di Karanganyar. Sementara yang kedua, penolakan pembangunan Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Banyuanyar, Surakarta.

Buat para tokoh lintas agama, dua kasus ini bukan sesuatu yang bikin kaget. Soalnya, mereka menilai pola yang terjadi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bacaaja: Saat Negara Berpihak pada Kejahatan Intoleransi, Korban Berlindung kepada Siapa?
Bacaaja: Kutuk Teror Air Keras ke Andrie Yunus, Tokoh Lintas Iman Jateng: Usut sampai Dalangnya!

Pernyataan itu disampaikan dalam agenda pernyataan sikap bersama yang digelar di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga Barat, Pleburan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026).

Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, Tedi Kholiludin, ngungkapin kalau persoalan yang dialami jemaah Ahmadiyah maupun penolakan rumah ibadah sebenarnya sudah berkali-kali muncul.

“Kalau dilihat polanya, ini kasus lama yang terus berulang. Tahun 2023 Ahmadiyah juga mengalami kesulitan mendapatkan izin kegiatan. Persoalan rumah ibadah juga berulang di berbagai daerah. Mekanismenya hampir sama,” ujarnya.

Menurut Tedi, negara seharusnya udah punya cukup pengalaman buat ngadepin persoalan semacam ini. Tapi yang terjadi, kasus serupa justru terus muncul dengan pola yang nyaris nggak berubah.

Ia menilai pendekatan yang dipakai selama ini lebih fokus bikin situasi tetap aman dan nggak ricuh. Padahal, yang nggak kalah penting adalah memastikan hak warga negara tetap terlindungi.

“Yang terjadi akhirnya korban yang dikorbankan. Demi menghindari konflik, kegiatan mereka dibubarkan. Pola seperti ini terus berulang di berbagai tempat,” katanya.

Kalau ditarik lebih jauh, Tedi melihat praktik intoleransi sekarang juga mulai bergeser. Nggak melulu muncul dalam konflik besar yang ramai diberitakan. Justru banyak terjadi di level yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai lingkungan RT sampai RW.

Persoalan administrasi rumah ibadah, kata dia, sering jadi celah yang kemudian memicu penolakan dari sebagian warga.

Padahal menurutnya, kasus-kasus seperti ini nggak bisa dianggap angin lalu.

Kalau terus dibiarkan, dampaknya bukan cuma dirasakan kelompok yang terdampak langsung. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa ngaruh ke kualitas demokrasi dan kehidupan keberagaman di Jawa Tengah.

“Kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak konstitusional. Negara tidak boleh tunduk pada tekanan kelompok tertentu. Negara harus hadir melindungi semua warga negara tanpa kecuali,” tegasnya.

Lewat pernyataan sikap tersebut, para tokoh lintas agama mendorong pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga terkait buat lebih serius menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Pesannya simpel: jangan sampai kasus yang sama terus muter kayak kaset lama. Karena setiap warga negara punya hak yang sama buat beribadah dan menjalankan keyakinannya tanpa rasa takut atau tekanan dari pihak mana pun. (dul)

You Might Also Like

Orang Berkurban Apa Boleh Makan Daging Kurbannya Sendiri?

Protes Cik Mel dalam Sidang Kasus Korupsi BNI: Kenapa Cuma Saya?

Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja

Pagi Bergetar di Jateng: 3 Gempa Bumi Terjadi Beruntun, Warga Sempat Rasakan Goyang-goyang

Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

TAGGED:headlineintoleransijatenglintas agamatawangmangu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) bicara dengan penasihat hukumnya saat sidang di Tipikor, Senin (15/6/2026). (bae) Ngeri! Sudewo Tak Cuma Terima Gratifikasi Uang, Keris Nogososro Juga Diembat
Next Article Wawali: Atlet Voli Muda Jangan Cuma Jago Latihan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gelandang Langganan Timnas Merapat

KUTUK INTOLERANSI BERAGAMA - Pegiat lintas iman dan lintas agama berkumpul di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga Barat, Pleburan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026), menyatakan mengutuk keras kasus intoleransi beragama di Jateng. Dua kasus intoleransi beragama di Jateng terjadi beruntun dengan pola lama yang serupa. (dul)

LBH Semarang Sorot Intoleransi di Jateng: Negara Harus Tegas Lindungi Hak Warga

BBM NAIK: Pengendara motor berhenti di dekat papan informasi harga BBM di SPBU Sampangan. (bae)

Cegah Inflasi Imbas Kenaikan BBM, Saleh Minta Pemda Gercep Lakukan Intervensi

Investasi Rp15 Triliun Mendarat di Kendal

Sensus Ekonomi 2026 Jateng Resmi Dimulai

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet

Januari 9, 2026
PANTAU HARGA--Pemkot melalui Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan memantau harga di Pasar Peterongan Semarang. (ist)
Info

Gerakan Pangan Murah Digeber, Pemkot Semarang Rem Harga Sayur

Juni 10, 2026
Pendidikan

Taman Baca & Pusat Difabel Bakal Dapat “Payung Hukum”

November 8, 2025
Banjir bandang dan longsor memutus akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (11//1/2026).
Info

Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi

Januari 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Intoleransi Muncul Beruntun di Jateng, Tokoh Lintas Agama Sorot Pola Peristiwa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?