Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dapur MBG Direm Dulu, Investor Daerah 3T Mulai Bereaksi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dapur MBG Direm Dulu, Investor Daerah 3T Mulai Bereaksi

Keputusan tersebut ternyata memunculkan respons dari sejumlah pihak. Beberapa investor yang sebelumnya sudah menanamkan modal untuk membangun dapur MBG, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau wilayah 3T, mulai menyuarakan keberatan mereka.

Nugroho P.
Last updated: Juni 9, 2026 12:40 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi dapur MBG.
SHARE

BACAAJA< JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah memasuki fase penataan ulang. Setelah kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah mantan petinggi penyelenggara program mencuat, berbagai kebijakan baru mulai diterapkan untuk memperketat pengelolaan anggaran dan operasional di lapangan.

Salah satu langkah yang langsung diambil adalah penghentian sementara pendaftaran dapur baru atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang selama ini berjalan.

Keputusan tersebut ternyata memunculkan respons dari sejumlah pihak. Beberapa investor yang sebelumnya sudah menanamkan modal untuk membangun dapur MBG, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau wilayah 3T, mulai menyuarakan keberatan mereka.

Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan menerima protes dari investor yang merasa sudah lebih dulu menyiapkan fasilitas pendukung program di berbagai daerah.

Menurut Nanik, sejumlah investor telah mengeluarkan biaya untuk membangun dapur yang diproyeksikan mendukung distribusi makanan bergizi bagi masyarakat di wilayah yang aksesnya masih terbatas.

Situasi tersebut membuat BGN harus mencari titik tengah antara kebutuhan evaluasi program dan kepentingan para pihak yang telah berinvestasi sebelum kebijakan moratorium diterapkan.

Meski demikian, penghentian sementara pendaftaran dapur baru tetap dianggap perlu dilakukan. Langkah ini dipandang penting agar pemerintah memiliki ruang untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Fokus utama saat ini bukan lagi memperbanyak jumlah dapur, melainkan memastikan sistem yang sudah berjalan benar-benar efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima program.

BGN juga ingin memastikan kualitas pelaksanaan MBG tetap terjaga, mulai dari jumlah penerima manfaat hingga mutu makanan yang disajikan setiap hari.

Karena itu, proses evaluasi tidak hanya menyentuh aspek administrasi, tetapi juga menyasar pola distribusi dan kualitas layanan di lapangan.

Di tengah penataan tersebut, wilayah 3T tetap menjadi perhatian khusus. Pemerintah menilai masyarakat di daerah terpencil tetap harus mendapatkan akses terhadap program pemenuhan gizi meskipun ekspansi dapur baru sedang dihentikan sementara.

Untuk menjawab kebutuhan itu, BGN mulai menyiapkan sejumlah alternatif yang dinilai lebih efisien dari sisi anggaran negara.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah atau sarana serupa yang dapat dioptimalkan tanpa harus membangun dapur baru dari awal.

Pendekatan ini dinilai mampu memangkas biaya pembangunan sekaligus mempercepat pelaksanaan program di daerah yang membutuhkan.

Selain itu, BGN juga membuka peluang keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tertentu diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam penyediaan fasilitas pendukung program gizi masyarakat.

Skema tersebut dianggap bisa menjadi solusi untuk memperluas jangkauan layanan tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.

Tak hanya perusahaan dalam negeri, peluang dukungan dari berbagai bentuk hibah dan kerja sama internasional juga mulai dijajaki sebagai alternatif sumber pembiayaan.

Dengan cara itu, pemerintah berharap program MBG tetap bisa berjalan di daerah-daerah yang membutuhkan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Saat ini, perhatian utama BGN tertuju pada proses pembenahan internal dan pemetaan kebutuhan di lapangan. Setelah evaluasi selesai dilakukan, arah pengembangan dapur MBG ke depan akan ditentukan berdasarkan hasil penataan tersebut.

Di tengah berbagai tantangan yang muncul, pemerintah ingin memastikan program pemenuhan gizi tetap berjalan dengan prinsip transparansi, efisiensi, dan tepat sasaran. Karena itu, langkah mengerem sementara pembangunan dapur baru dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi program agar lebih sehat dan berkelanjutan ke depannya. (*)

You Might Also Like

KUHP Baru vs Gen Z Digital: Kritik di Medsos Bisa Antar Kamu ke Penjara?

Kasus Penggelapan Berujung Pecat, Polisi Ini Resmi Diberhentikan

Bonus SEA Games 2025 Masih Digodok, Seperti Biasa, Atlet Diminta Bersabar Dulu

SK Pengesahan Kepengurusan DPP PDIP 2025-2030 Resmi Diserahkan Kemenkum

Pesta Gol di GBT! Timnas Indonesia Gasak Taiwan 6-0

TAGGED:3TinvestorMBGNaniek S Daeyang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nasi Baru Matang Atau Dingin Semalaman, Mana Lebih Unggul?
Next Article Jejak Dapur MBG Misterius, Temuan Baru Bikin Geger Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Jajaran pejabat FH Untag Semarang menunjukkan bukti proses doktoral Bupati Fadia Arafiq, Rabu (11/3/2026). (ist)
Hukum

Dugaan Joki hingga Mahasiswi ‘Super Cerdas’, Kuliah S3 Fadia Arafiq di Untag Disorot

Maret 11, 2026
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN)
Politik

Media Asing Sorot IKN, Disebut Calon ‘Kota Hantu’

November 1, 2025
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Desember 4, 2025
Hukum

Kantor Bupati Disisir KPK, Empat Ruangan Penting Pemkab Pekalongan Ikut Digeledah

Maret 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dapur MBG Direm Dulu, Investor Daerah 3T Mulai Bereaksi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?