Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri

Pembangunan Tol Semarang-Demak memang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan sekaligus pengendali rob di pesisir utara Jawa Tengah. Namun di balik proyek besar itu, ada harga lingkungan yang harus dibayar.

T. Budianto
Last updated: Juni 4, 2026 5:27 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Kabid PDASRKS DLHK Jateng, Pujiharini. (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Miris juga. Demi proyek Tol Semarang-Demak, hutan mangrove seluas 46 hektare harus tergusur. Padahal untuk membentuk hutan mangrove seluas itu butuh waktu puluhan tahun.

Sesuai aturan, kawasan yang hilang wajib diganti. Masalahnya, sampai sekarang belum jelas kapan penggantian itu benar-benar dilakukan. Pemerintah ternyata masih berkutat mencari lokasi penanaman mangrove pengganti. Sampai saat ini, lahan pengganti untuk 46 hektar mangrove yang hilang itu bahkan belum ditetapkan.

Baca juga: 1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Kabid Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam (PDASRKS), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Pujiharini mengatakan, proses pencarian lokasi sudah dibahas berkali-kali. Awalnya, penanaman pengganti diharapkan tetap berada di wilayah Kota Semarang.

Namun mencari lahan mangrove seluas itu di Kota Semarang tidak mudah. Apalagi ada pertimbangan dari kalangan akademisi agar lokasi penanaman tidak berbenturan dengan proyek strategis nasional yang belum selesai.

Karena itu, pemerintah mulai melirik wilayah Demak sebagai alternatif. Meski begitu, rencana tersebut juga belum bisa langsung dieksekusi. “Baru cari lokasi pengganti, belum ada penetapan,” kata Pujiharini, Kamis (4/7/2026).

Rawan Abrasi

Menurutnya, pemerintah tidak ingin asal tanam. Lokasi yang dipilih harus benar-benar punya peluang keberhasilan tinggi agar mangrove yang ditanam bisa tumbuh dan bertahan. Tantangan lain muncul karena kawasan pesisir Demak dikenal rawan abrasi. Karena itu, pencarian lokasi dilakukan lebih hati-hati.

Puji mengaku belum bisa memastikan kapan penanaman pengganti akan dimulai. Yang jelas, komunikasi dengan pihak jalan tol terus dilakukan agar kewajiban penggantian mangrove bisa segera direalisasikan. “Soalnya kalau Demak itu tantangannya tinggi. Jadi kita harus memilih lokasi yang memang nanti keberhasilannya tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung

Meski lokasi belum ditentukan, luas mangrove yang akan ditanam dipastikan sama dengan yang hilang. Artinya, 46 hektare mangrove yang tergusur proyek tol nantinya harus diganti dengan luas serupa.

Membangun jalan tol mungkin bisa selesai dalam hitungan tahun. Tapi menumbuhkan kembali hutan mangrove seluas 46 hektare membutuhkan waktu jauh lebih lama. Ironisnya, pohonnya sudah lebih dulu hilang, sementara alamat penggantinya sampai sekarang masih dalam pencarian. (bae)

You Might Also Like

Pidato Puan: Negara Konoha, One Piece, dan Ironi Demokrasi Kita

Sambut Samba di Tengah: PSIS Akhirnya Punya Denilson

Ramadan Fest Jateng: 52 Stand UMKM Buka Lapak di Halaman Gubernuran

5 Orang Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Semarang, Termasuk Ibu Hamil

Ruwat Bumi Desa Tanjunganom Banjarnegara: Parak Iwak hingga Tenong Serba Olahan Ikan

TAGGED:dlhk jatengheadlinemangrovepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article LAUTAN SAMPAH --Gunungan sampah tampak menjulang di kawasan TPA Jatibarang, Semarang. (ist) 85 Investor Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun di Semarang
Next Article Ilustrasi armada BRT Trans Jateng. Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri

LAUTAN SAMPAH --Gunungan sampah tampak menjulang di kawasan TPA Jatibarang, Semarang. (ist)

85 Investor Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun di Semarang

TAHANAN KASUS KORUPSI - Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijo, ditahan terkait kasus korupsi BUMD Cilacap. Widi menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014. (ist)

Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Info

Suami Jadi Tersangka saat Bela Istri Kejambret, Pakar UGM: Ini Jadi Rumit karena . . .

Januari 24, 2026
Info

Pemkot Siapkan Huntara di Rowosari, Warga Jangli Keberatan

April 21, 2026
Sejumlah kendaraan melintasi portal yang dipasang di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang.
Info

Portal BSB Ambruk, Solusi Setengah Matang? Pengendara: Niatnya Aman, Malah Bikin Rawan!

Mei 1, 2026
Daerah

Agustina Siap Bangun Jembatan di Bandarharjo

Januari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?