Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Kejar 970 Ribu Hektare Lahan Hijau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Kejar 970 Ribu Hektare Lahan Hijau

Di tengah makin ramainya pembangunan dan ekspansi kawasan perkotaan, Jateng sedang pasang rem agar sawah tidak terus-terusan kalah oleh deretan bangunan.

T. Budianto
Last updated: Juni 4, 2026 3:45 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PAPAN PENGUMUMAN: Dua petani Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, memasang papan pengumuman bahwa sawah mereka tidak dijual, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng mulai mempercepat langkah untuk mengamankan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi. Targetnya tidak main-main, minimal 970 ribu hektare lahan sawah harus masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Saat ini, luas lahan yang sudah tercatat dalam kawasan perlindungan tersebut baru sekitar 825 ribu hektare atau setara 85,11 persen dari target yang diajukan.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Kementerian ATR/BPN dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Hotel Gumaya Semarang untuk mempercepat penetapan luas baku sawah di seluruh daerah, Kamis (4/6/2026).

“Hari ini kita mengundang Kementerian ATR/BPN untuk menentukan luas baku lahan. Jawa Tengah sudah mencapai 85,11 persen dari target LSD yang diajukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ketentuan minimal 87 persen bisa terpenuhi,” kata Luthfi.

Karena itu, seluruh bupati dan wali kota dikumpulkan dalam satu forum agar proses penetapan lahan sawah terlindungi bisa bergerak lebih cepat dan tidak berhenti di meja administrasi.

Baca juga: Pemprov Jaga 1,5 Juta Hektare Sawah di Jateng

Menurutnya, penetapan luas baku sawah bukan sekadar soal angka. Data yang jelas akan menjadi dasar menjaga lahan pertanian tetap produktif sekaligus memberikan kepastian bagi investasi yang masuk ke daerah.

“Semua harus berjalan bersama antara kementerian, provinsi, dan kabupaten/kota,” ujarnya. Saat ini sudah ada 24 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang berhasil memenuhi batas minimal 87 persen luas baku sawah. Lima daerah dengan capaian tertinggi adalah Kabupaten Magelang, Purworejo, Wonogiri, Batang, dan Demak.

Sementara itu, masih ada sebelas daerah yang harus mengejar target. Di antaranya Kabupaten Kudus, Temanggung, Rembang, Sragen, Pekalongan, Karanganyar, serta Kota Semarang, Surakarta, Salatiga, Magelang, dan Pekalongan.

Tekanan Pembangunan

Luthfi menilai sebagian besar daerah yang belum mencapai target merupakan wilayah perkotaan yang memang menghadapi tekanan pembangunan lebih besar dibanding daerah pedesaan. “Yang belum itu rata-rata kota seperti Solo dan Semarang,” katanya.

Ia menegaskan, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting agar data luas baku sawah yang sudah ditetapkan tidak terus berubah seiring perkembangan pembangunan. “Hari ini kita tata agar jangan sampai lahan hijau beralih fungsi,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Darmawan memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan Pemprov Jateng. Menurutnya, perlindungan sawah menjadi bagian penting dari target swasembada pangan nasional yang masuk dalam agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Target nasional pada 2029 adalah seluruh daerah mampu mempertahankan minimal 87 persen luas baku sawahnya. “Jateng berpotensi menjadi role model nasional dalam menyelesaikan persoalan alih fungsi lahan sawah,” kata Ossy.

Baca juga: Sawah Bisa Jadi Senjata Rahasia Lawan Krisis Iklim, Kok Bisa?

Ia menjelaskan, luas Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang sudah masuk dalam RTRW Jateng mencapai sekitar 825 ribu hektare. Angka itu semakin mendekati target perlindungan lahan sawah sebesar 970 ribu hektare.

Menurut Ossy, Jateng memiliki modal kuat untuk mencapai target tersebut. Selain basis pertaniannya besar, budaya gotong royong dan kolaborasi antar pemerintah daerah juga dinilai masih sangat kuat. “Komitmen pemimpin daerah di Jateng sangat tinggi dan sektor pertaniannya juga besar,” ujarnya.

Di saat harga tanah terus naik dan beton tumbuh lebih cepat daripada padi, menjaga sawah hari ini bukan sekadar urusan petani. Sebab kalau semua lahan hijau berubah jadi ruko dan perumahan, mungkin suatu saat yang bisa dipanen bukan lagi gabah, melainkan brosur jual-beli properti. (tebe)

You Might Also Like

LPSK Blusukan Cari Fakta Kematian Iko Unnes, Persilakan Publik Sumbang Informasi

Duta Pancasila Solo Resmi Dilantik, Respati: Anak Muda Harus Jadi Role Model Nasionalisme

Kuota Haji Jateng 2026 Tembus 34 Ribu

Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik

Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung Bacaaja ‘Meet & Greet Densus’ di SMAN 6 Semarang

TAGGED:headlinepemprov jatengsawah lestari
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Zamzam Disembunyiin Pakai Lakban, Tetap Ketahuan Mesin Bandara, Gak Usah Bawa Deh…
Next Article TAHANAN KASUS KORUPSI - Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijo, ditahan terkait kasus korupsi BUMD Cilacap. Widi menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014. (ist) Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri

LAUTAN SAMPAH --Gunungan sampah tampak menjulang di kawasan TPA Jatibarang, Semarang. (ist)

85 Investor Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun di Semarang

TAHANAN KASUS KORUPSI - Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijo, ditahan terkait kasus korupsi BUMD Cilacap. Widi menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014. (ist)

Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Bukan Sekadar Nama Jalan, Ini Pesan Agustina Wilujeng Saat Resmikan Jalan YB Mangunwijaya

September 8, 2025
Hukum

Drama Kurir Narkoba di Demak Dibongkar

Mei 11, 2026
Info

Wali Kota: Media Itu Bukan Cuma Mitra, Tapi Teman Hidup Pemerintah

Desember 3, 2025
Info

Forsan Jateng Mau Bikin Pesantren Makin Aman

Mei 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Kejar 970 Ribu Hektare Lahan Hijau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?