Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Daging Kurban Baru Datang Bolehkah Dicuci? Simak Jawabannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Daging Kurban Baru Datang Bolehkah Dicuci? Simak Jawabannya

Penjelasan itu salah satunya disampaikan ahli gizi dari Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh. Ia menyarankan daging kurban yang belum akan dimasak sebaiknya tidak dicuci dulu sebelum masuk freezer.

Nugroho P.
Last updated: Mei 23, 2026 8:28 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Ilustrasi Daging Kurban
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Setiap Iduladha, ada satu kebiasaan yang hampir otomatis dilakukan banyak orang begitu menerima daging kurban di rumah. Plastik dibuka, daging langsung dibawa ke dapur, lalu dicuci berkali-kali sebelum masuk kulkas atau freezer. Buat sebagian orang, langkah itu terasa paling aman karena dianggap bikin daging lebih bersih dan higienis.

Tapi ternyata, cara tersebut justru tidak selalu dianjurkan. Sejumlah ahli menyebut kebiasaan mencuci daging sebelum disimpan malah bisa bikin kualitasnya cepat turun dan meningkatkan risiko munculnya bakteri.

Penjelasan itu salah satunya disampaikan ahli gizi dari Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh. Ia menyarankan daging kurban yang belum akan dimasak sebaiknya tidak dicuci dulu sebelum masuk freezer.

Menurutnya, daging lebih baik disimpan dalam kondisi kering agar kualitasnya tetap terjaga selama proses pembekuan. Nanti saat ingin dimasak, barulah daging diambil sesuai kebutuhan lalu dicuci sebelum diolah.

Banyak orang memang mengira mencuci daging sebelum disimpan akan membuatnya lebih bersih. Padahal masalahnya justru muncul ketika daging yang basah dimasukkan ke freezer dalam kondisi lembap.

Kondisi lembap itulah yang bisa memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri. Walaupun berada di suhu dingin, kelembapan pada permukaan daging tetap berpotensi memengaruhi kualitas penyimpanan jika penanganannya kurang tepat.

Selain itu, daging yang sudah dicuci biasanya juga lebih mudah mengalami perubahan tekstur ketika dibekukan terlalu lama. Permukaan daging bisa jadi lebih cepat rusak dibanding daging yang langsung disimpan dalam kondisi kering.

Karena itu, banyak ahli menyarankan daging kurban dipotong sesuai porsi kebutuhan terlebih dahulu sebelum masuk freezer. Cara ini dianggap lebih praktis karena nantinya orang tidak perlu berkali-kali mencairkan seluruh stok daging hanya untuk mengambil sebagian kecil.

Daging yang sudah dipisah per porsi biasanya cukup dimasukkan ke plastik atau wadah kedap udara agar kualitasnya tetap terjaga. Selain lebih rapi, metode ini juga membantu mengurangi risiko kontaminasi silang di dalam freezer.

Meski begitu, bukan berarti daging sama sekali tidak boleh dicuci. Kalau daging memang akan langsung dimasak hari itu juga, proses pencucian tetap diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk membersihkan permukaan daging dari debu, darah, atau kotoran yang mungkin menempel saat pembagian kurban.

Hal itu cukup masuk akal karena proses distribusi daging kurban biasanya berlangsung di area terbuka dan melibatkan banyak orang. Tidak jarang daging terkena alas plastik, meja pemotongan, atau lingkungan sekitar yang memungkinkan ada kotoran menempel.

Namun setelah dicuci, daging sebaiknya langsung diolah dan tidak disimpan kembali terlalu lama dalam kondisi basah. Semakin lama daging lembap dibiarkan begitu saja, semakin besar juga risiko bakteri berkembang.

Selain soal kelembapan, mencuci daging ternyata punya risiko lain yang sering tidak disadari banyak orang. Ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen pernah menjelaskan bahwa air bekas cucian daging bisa memicu penyebaran bakteri ke area dapur.

Masalahnya bukan cuma di dagingnya, tapi pada cipratan air dan cairan mentah yang menyebar saat proses pencucian berlangsung. Cipratan itu bisa mengenai wastafel, talenan, peralatan dapur, bahkan bahan makanan lain yang ada di sekitar.

Karena itulah beberapa lembaga kesehatan internasional seperti Centers for Disease Control and Prevention juga pernah mengingatkan soal risiko kontaminasi silang akibat kebiasaan mencuci daging mentah sembarangan.

Kalau permukaan daging hanya sedikit kotor, sebagian ahli bahkan menyarankan cukup mengelap bagian tersebut menggunakan tisu dapur atau kain bersih sebelum disimpan. Cara sederhana itu dianggap lebih aman dibanding mencucinya lalu langsung membekukan dalam kondisi basah.

Selain teknik pencucian, cara penyimpanan daging kurban juga jadi hal penting yang sering diabaikan. Banyak orang asal menumpuk semua daging dalam satu plastik besar tanpa memikirkan daya tahan maupun kualitasnya.

Padahal suhu penyimpanan sangat memengaruhi ketahanan daging. Menurut penjelasan Lailatul Muniroh, daging yang disimpan di freezer dengan suhu di bawah minus 18 derajat Celsius bisa bertahan cukup lama, bahkan sampai enam hingga dua belas bulan.

Sementara kalau hanya disimpan di chiller kulkas biasa, daya tahannya jauh lebih pendek. Umumnya daging mentah hanya aman sekitar satu sampai dua hari sebelum kualitasnya mulai menurun.

Untuk hasil lebih baik, daging mentah dan jeroan juga sebaiknya dipisahkan saat penyimpanan. Jeroan biasanya lebih cepat mengalami perubahan aroma dan kualitas dibanding daging biasa.

Kalau daging sudah diolah menjadi masakan matang, daya simpannya di freezer juga masih cukup panjang, sekitar dua sampai tiga bulan. Itu sebabnya banyak orang memilih langsung mengolah sebagian daging menjadi rendang, semur, atau sate agar lebih praktis disimpan.

Di balik kebiasaan sederhana saat Iduladha, ternyata cara menangani daging kurban memang tidak bisa asal-asalan. Kesalahan kecil seperti langsung mencuci semua daging sebelum disimpan justru bisa memengaruhi kualitas makanan yang nantinya dikonsumsi keluarga sendiri.

Karena itu, memahami cara penyimpanan yang benar bukan cuma soal bikin daging awet lebih lama, tetapi juga menjaga kebersihan dan keamanan makanan agar tetap sehat saat disantap nanti. (*)

You Might Also Like

Gara-gara Wajah Tak Sesuai Foto, Musa Tega Bunuh Teman Kencannya

Korupsi BUMD Cilacap, Kejati Bilang Bakal Periksa Mantan Pangdam

Napi Lapas Semarang Belajar Karawitan bersama Dalang Ki Kusni

Puasa Aja Belum, Pemprov Jateng Sudah Ancang-ancang Mudik Gratis

Gubernur Riau Terjaring OTT, KPK Didesak Nggak Setengah Hati

TAGGED:daging kurbankurban
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Iduladha Datang Lagi Tapi Banyak Orang Masih Bingung Hukum Kurban
Next Article Belum Potong Kurban, Rambut Dan Kuku Jangan Dulu Dipangkas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

NAIK KA--Pengguna jasa kereta api berada di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Libur Panjang Maulid Nabi, 124 Ribu Penumpang Kereta Padati Stasiun Daop Semarang

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

LEPAS RS TERAPUNG - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melepas keberangkatan Kapal Laksamana Malahayati --rumah sakit terapung yang sekaligus mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa NTT-- dari Cilegon menuju Flores, Kamis (20/8/2026) malam.

PDIP Kirim Kapal Medis Malahayati ke Flores, Bantu Korban Gempa NTT

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Bayang Bayang PHK PPPK Muncul, Daerah Mulai Ketar Ketir

Maret 31, 2026
Ilustrasi korban tenggelam/hanyut di sungai.
Info

6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 4 Ditemukan Meninggal

November 4, 2025
Pendidikan

Undip Mulai Cari Wali Amanat Baru

Februari 5, 2026
Pendidikan

Jawa Tengah Masih Kekurangan 2.298 Guru

Juli 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Daging Kurban Baru Datang Bolehkah Dicuci? Simak Jawabannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?