Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Keraton Siluman Sindir Negeri Wacanda: Penonton Dibikin Ketawa Sekaligus Nyesek
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Keraton Siluman Sindir Negeri Wacanda: Penonton Dibikin Ketawa Sekaligus Nyesek

R. Izra
Last updated: Mei 23, 2026 2:57 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
KRITIK SOSIAL LEWAT LAWAK - Aktor teater komedi Keraton Siluman, saat jumpa pers sebelum pertunjukan. (ist)
KRITIK SOSIAL LEWAT LAWAK - Aktor teater komedi Keraton Siluman, saat jumpa pers sebelum pertunjukan. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kritik soal birokrasi ribet, hukum yang tajam ke bawah, sampai sulitnya ekonomi rakyat kecil dikemas dengan cara nyeleneh lewat pertunjukan teater Latar “Lawak Teater” bertajuk Keraton Siluman di Universitas PGRI Semarang.

Pementasan yang digelar Sabtu (23/5/2026) malam itu mengangkat kisah satir tentang Negeri Wacanda, negeri fiktif yang penuh intrik kekuasaan dan realita sosial yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Cerita berpusat pada tokoh Mulyadi, seorang peternak kambing yang berani melawan penguasa setelah menyadari bahwa negeri yang dipimpin rajanya ternyata dikendalikan oleh Keraton Siluman.

Bacaaja: Catat Tanggal Mainnya! Keraton Siluman, Lawakan Berisi Kritik Sosial dan Sindiran Menohok
Bacaaja: Gladi Resik Keraton Siluman, Jarwo Kwat Akui Main Teater Lebih Ribet tapi Lebih Seru

Namun perjuangannya justru berakhir di penjara. Dari situlah muncul sindiran tajam tentang hukum yang dianggap lebih berpihak pada orang berkuasa dan punya uang dibanding rakyat kecil.

Salah satu dialog yang paling mencuri perhatian berbunyi: “Silakan kalian bersorak senang karena merasa sudah menang. Kubuat kalian tidak tenang, sebab sesungguhnya kami belum tumbang.”

Pementasan berdurasi dua jam itu turut menghadirkan komedian senior seperti Jarwo Kwat, Denny Chandra, dan Furry Setya.

Sutradara pertunjukan, Atut Ayam, mengatakan kritik sosial dalam teater ini sengaja dibungkus dengan komedi supaya tetap ringan dinikmati tanpa kehilangan pesan yang ingin disampaikan.

“Kami mengkritik tanpa harus menjatuhkan,” ujarnya.

Dalam cerita tersebut, Denny Chandra memerankan Raja Paksa, sosok pemimpin yang disebut “terpaksa dipilih” karena dianggap jadi satu-satunya pilihan.

Sementara Jarwo Kwat tampil sebagai Patih Serigalau, patih kerajaan yang terus dibuat bingung oleh tingkah sang raja.

Ada juga tokoh Raja Siluman yang diperankan Ian Bukan Kasela. Karakter ini digambarkan sebagai “penguasa di balik penguasa”.

“Atas siapa pun yang memimpin, hasilnya akan tetap sama karena ada raja di balik raja,” kata Atut.

Jarwo Kwat mengaku menikmati pengalaman tampil di teater tersebut karena terasa berbeda dibanding lawakan televisi biasa.

Menurutnya, banyak adegan yang terasa relate dengan kondisi komunikasi antara pemimpin dan rakyat.

Sementara itu, Denny Chandra menilai unsur komedi sengaja dimasukkan supaya masyarakat lebih tertarik menonton teater.

“Kalau cuma teater serius kadang susah menarik penonton. Makanya kami hadirkan komedi tanpa menghilangkan marwah teater,” katanya.

Ian Bukan Kasela menambahkan, Keraton Siluman bukan cuma menyentil penguasa, tapi juga kebiasaan masyarakat sehari-hari yang kadang terasa lucu jika dilihat dari atas panggung.

“Kami merespons fenomena sekitar. Ada kebiasaan masyarakat yang ketika diangkat ternyata menggelitik,” ujarnya.

Lewat pertunjukan ini, para seniman berharap teater bisa kembali dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang refleksi sosial yang tetap menghibur. (*)

You Might Also Like

Ratusan Kios Ludes dalam Semalam, Polisi Selidiki Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang

PDIP Santai, Basarah: Ganti Kepala LKPP Itu Haknya Presiden

Banjir Genangi Sejumlah Perumahan di Semarang, Ratusan Jiwa Terdampak  

Ranking FIFA Langsung Berubah setelah Spanyol Juara Piala Dunia, Simak Selengkapnya

Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap

TAGGED:headlinejarwo kwatkeraton silumannegeri wacanda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MUSANCAB PDIP SALATIGA - PDIP Salatiga menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Gedung di Gedung Korpri, Kamis (21/5/2026) malam. Pengurus Baru PAC PDIP Salatiga Terbentuk, Siapa Saja Terpilih? Berikut Daftarnya
Next Article Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Fakta-Fakta dari Kasus Rektor Unsoed

Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Bandang Toru, Singgung Siklon Senyar

PENYIRAM OTOMATIS--Penyiram otomatis sedang difungsikan di Taman Brilian, Jalan Pandanaran, Kota Semarang. (ist)

Taman Kota Semarang Mulai Disiram Otomatis saat Kemarau

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

MENGEMAS - Pekerja sedang mengemas tembakau di sebuah gudang di Temanggung, sebelum disetor ke industri rokok.
Ekonomi

Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!

Juni 11, 2026
Info

Zamzam Disembunyiin Pakai Lakban, Tetap Ketahuan Mesin Bandara, Gak Usah Bawa Deh…

Juni 4, 2026
Daerah

Pemprov Luncurin Aplikasi “Ayo Kerjo”, Cari Loker Jadi Gampang 24 Jam Nonstop

Agustus 27, 2025
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan korban demo ricuh di Pati. (bae)
Daerah

Polisi Bilang Ada 34 Korban Terkapar setelah Aksi Demo Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur

Agustus 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Keraton Siluman Sindir Negeri Wacanda: Penonton Dibikin Ketawa Sekaligus Nyesek
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?