Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya

Awalnya, pasien berinisial SS (40) datang dalam kondisi kritis dan langsung mendapat tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Tim medis sudah berupaya maksimal. Tapi sekitar pukul 20.20 WIT, dokter jaga menyatakan pasien meninggal dunia.

Nugroho P.
Last updated: Februari 26, 2026 9:41 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
ilustrasi dokter
SHARE

BACAAJA, JAYAPURA – Malam di IGD mendadak ricuh. Sejumlah dokter dan perawat di RSUD Yowari, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, jadi korban penganiayaan keluarga pasien, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 20.58 WIT.

Awalnya, pasien berinisial SS (40) datang dalam kondisi kritis dan langsung mendapat tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Tim medis sudah berupaya maksimal. Tapi sekitar pukul 20.20 WIT, dokter jaga menyatakan pasien meninggal dunia.

Di momen itulah suasana berubah. Keluarga yang terpukul diduga tak terima dengan kabar tersebut. Adu argumen sempat terjadi di ruang IGD sebelum akhirnya emosi meledak dan berujung dugaan penganiayaan terhadap tenaga medis yang sedang bertugas.

Korban dalam insiden ini adalah dr. SS (32) selaku dokter jaga dan dr. HT (38), perawat jaga IGD. Sementara terduga pelaku berinisial SS (69), yang diketahui merupakan orang tua pasien.

Kapolres Jayapura, Dionisius Helan, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian dari Polres Jayapura langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Polisi mendatangi lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit supaya situasi tetap aman.

Menurut Dionisius, setiap tindakan yang mengganggu ketertiban umum—apalagi sampai membahayakan tenaga medis—akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menahan diri.

“Tenaga medis itu lagi menjalankan tugas kemanusiaan. Mereka harus dihormati dan dilindungi bersama,” tegasnya.

Pasca kejadian, pengamanan di area rumah sakit ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang nggak diinginkan. Polisi juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien dan berharap semua pihak bisa menyikapi peristiwa ini dengan kepala dingin.

Sampai kabar ini ditulis, belum ada informasi lanjutan soal laporan resmi dari korban maupun perkembangan proses hukum terhadap terduga pelaku. Situasi di rumah sakit sendiri dilaporkan sudah kembali kondusif, meski menyisakan luka dan trauma bagi para tenaga kesehatan yang berjaga malam itu. (*)

You Might Also Like

Iming ASN Tanpa Tes, Warga Gresik Tertipu Ratusan Juta

Operasi Keselamatan Candi 2026: Polrestabes Semarang Fokus Tertibkan Balap Liar

Kasus Sritex: Ramai-Ramai Teken, Giliran Sidang Cuma Bertiga

Mayor Faisal Dituntut 5 Tahun, Dipecat dari TNI AL

Cemburu Meledak di Kalibening, Pelajar Dihajar Sampai Parah

TAGGED:dianiayadokterjayapurarjp
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Takjil Simpel Murah Meriah, Pahalanya Tetap Ngalir
Next Article Regulasi Tar-Nikotin: Adaptasi Bijak untuk Ekosistem Tembakau Nusantara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BERI PENJELASAN: Kuasa hukum penggugat memberi penjelasan terkait sidang gugatan melawan Kejati Jateng dan beberapa pihak lain. (bae)

Kejati Digugat karena Tak Kunjung Tuntaskan Kasus Perusakan Dekorasi di PRPP

MINTA MAAF - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatupkan tangan, tanda meminta maaf kepada warga Klaten, atas kasus yang menjeratnya. Hamenang terjaring OTT KPK di Klaten pada Kamis (15/10/2026).

Terjaring OTT KPK, Bupati Hamenang Minta Maaf kepada Warga Klaten

UAH Ungkap Hikmah Ajal Dirahasiakan Allah

Gus Baha Sebut Haji Punya Kekuatan Ekonomi Luar Biasa

Buya Yahya Tegas soal Manipulasi Data di Tempat Kerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Hakim Belum Siap, Sidang May Day Ditunda

Oktober 21, 2025
Hukum

Dikabarkan Menghilang dari Rutan Jelang Lebaran, Simak Fakta Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Maret 22, 2026
Ilustrasi korban pelecehan atau kekerasan seksual.
Hukum

Minta Putus, Perempuan Solo Diduga Disekap 2 Pekan

September 4, 2026
FADIA ARAFIQ--Bupati Pekalongan Fadia Arafiq digiring ke mobil tahanan usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)
Hukum

Fadia Arafiq Dituntut Tak Boleh Nyoblos dan Dicoblos Lagi Selama 5 Tahun

September 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?