Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wali Kota Semarang: Jadi Pemimpin Itu Bukan Cuma Gagah, Tapi Juga Rajin Baca!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Wali Kota Semarang: Jadi Pemimpin Itu Bukan Cuma Gagah, Tapi Juga Rajin Baca!

Ngaku mau jadi pemimpin masa depan? Jangan cuma jago ngomong. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, ngingetin kalau kunci leadership sejati ada di visi yang jelas, integritas, skill ngelola konflik, dan… jangan males baca buku!

T. Budianto
Last updated: Oktober 4, 2025 2:51 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
JADI PEMATERI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menjadi pemateri dalam Seminar Kepemimpinan dan Literasi 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPwBI Jateng) di Radjawali Semarang Culture Center, Jumat (3/10). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jadi pemimpin itu nggak cukup modal gaya doang. Harus punya visi jelas, integritas, adil, dan yang nggak kalah penting: doyan baca. Pesan itu ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat sharing bareng ratusan peserta di Seminar Kepemimpinan dan Literasi 2025 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KpwBI) Jawa Tengah di Radjawali Semarang Culture Center, Jumat (3/10).

“Kalau pemimpin udah fokus sama tujuannya dan jago ngelola konflik, setengah urusannya kelar,” kata Agustina, disambut anggukan 250 mahasiswa, akademisi, sampai Bunda Literasi Kecamatan yang hadir.

Nggak berhenti di situ, Agustina juga cerita soal leadership yang butuh kekuatan moral dan kemampuan membangun masyarakat. Ia kasih contoh program dana operasional Rp25 juta per RT yang tujuannya bikin solidaritas warga makin solid lewat rembuk bareng.

“Mindset rembug itu penting. Karena dari obrolan warga di level bawah bisa muncul narasi besar yang berpengaruh ke atas. Kalau nggak dikelola, bisa jadi negatif,” jelasnya.

Bangun Kepercayaan

Agustina juga sempat nyentil soal trust antara pemimpin dan masyarakat. Ia bilang kondisi Semarang yang relatif aman bukan karena dirinya super, tapi karena ada kepercayaan yang dibangun bareng-bareng lewat gotong royong.

Diskusi makin seru waktu seorang mahasiswa Unnes, Muhammad Eka nanya gimana caranya jadi pemimpin yang bisa balance antara visi pribadi dengan harapan banyak pihak. Agustina jawab lugas: pemimpin harus pegang teguh visi misi, tapi tetap fleksibel mengelola konflik.

Ia bahkan sempat mengutip Bung Karno: “Teguh dalam prinsip, luwes dalam bergaul.” “Kalau keinginan anggota masih sejalan dengan visi misi, gas terus. Tapi kalau melenceng dan bisa ganggu tujuan besar, ya harus rembukan lagi,” jawabnya.

Sebagai Bunda Literasi Kota Semarang, Agustina nutup sesi dengan pesan simpel tapi dalam: jangan malas baca. Menurutnya, dengan membaca, pemimpin bisa lebih peka dan ngerti apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. “Aku juga suka baca novel, khususnya fiksi sejarah. Dari situ banyak banget nilai kepemimpinan yang bisa dipelajari,” tutupnya. (tb)

You Might Also Like

Menilik Gunung Busuk yang Terus Bertumbuh di Jatibarang Semarang

Cukai Seret, Target Tinggi: Jurus Purbaya “Ajak Damai” Rokok Ilegal

PSIS Pulang Bawa Satu Poin

Rupiah Melemah UMKM Menjerit, Pengamat Ekonomi Undip Singgung Tahu dan Tempe

Viral! Motor Bonceng Tiga Nekat Lawan Arah di Tol Batang, Ini Kata Jasa Marga

TAGGED:agustina wilujengheadlinekpwbi jatengpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina: Pelayanan Publik Itu Kayak Tahu Gimbal, Enaknya Kalau Kompak
Next Article Tiga terdakwa kasus korupsi jual beli lahan BUMD Cilacap mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (3/10/2025). (bae) Eks-Sekda Cilacap dan Komplotannya Bancakan Duit Korupsi Rp 237 M, untuk Apa Saja?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

Tapak Suci Dorong Anak Muda Jadi Jagoan yang Punya Karakter

Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”

Petani Jateng Mulai Tinggalkan Pompa Diesel

Kursi Komisioner KI Jateng Dibuka

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bukannya Ikan, Tiga Nelayan Juwana Kegep Bawa Burung Langka

Mei 5, 2026
Dwi Hartono, founder Guruku, diduga otak di balik pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih, Ilham.
Hukum

IG-nya Banjir Hujatan, Dwi Hartono Founder Platfrom ‘Guruku’ Jadi Otak Pembunuhan Kacab BRI,

Agustus 26, 2025
Info

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Februari 14, 2026
Wali Kota Solo, Respati Ardi.
Info

Solo Masuk Top 3 Pelayanan Publik Terbaik Nasional, Respati: Bukti Kerja Keras Pemkot

Maret 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wali Kota Semarang: Jadi Pemimpin Itu Bukan Cuma Gagah, Tapi Juga Rajin Baca!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?