BACAAJA, DELISERDANG –Sebuah video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap pasangan suami istri di kawasan Terowongan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mendadak ramai berseliweran di media sosial. Rekaman tersebut memicu kemarahan banyak warganet setelah muncul narasi bahwa korban perempuan yang menjadi sasaran tendangan diketahui sedang dalam kondisi hamil muda.
Dalam video yang beredar luas, terlihat sepasang suami istri tengah berada di dekat sepeda motor mereka. Situasi yang awalnya tampak biasa berubah tegang ketika beberapa pria mendatangi pasangan tersebut dan mengelilingi mereka di lokasi kejadian.
Salah satu bagian yang paling membuat publik geram adalah ketika seorang pria yang mengenakan celana loreng terlihat mengarahkan tendangan ke tubuh perempuan tersebut. Setelah terkena tendangan, wanita itu tampak kesakitan sambil memegangi bagian perutnya.
Tak hanya itu, pria yang diduga suami korban juga menjadi sasaran kekerasan. Dalam rekaman yang beredar, ia terlihat mendapat pukulan dari pria lain yang berada di lokasi. Bentakan dan makian juga terdengar saat insiden berlangsung.
Video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet mempertanyakan alasan di balik aksi kekerasan tersebut, terlebih karena korban perempuan disebut sedang mengandung.
Narasi yang menyertai unggahan menyebut pasangan suami istri itu menjadi korban penganiayaan saat melintas di kawasan terowongan yang ketika itu disebut sedang terjadi keributan atau tawuran di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut kemudian menarik perhatian aparat kepolisian. Setelah video viral dan menuai kecaman publik, petugas bergerak melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Hasil penelusuran polisi mengungkap bahwa kejadian itu berlangsung di kawasan Terowongan Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Rabu sore sekitar pukul 18.30 WIB. Lokasi tersebut memang dikenal cukup ramai karena menjadi jalur penghubung bagi masyarakat sekitar.
Tak membutuhkan waktu lama, polisi akhirnya berhasil mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap pasangan tersebut. Keduanya diketahui bernama Zul Yarham Lubis yang berusia 46 tahun dan Julpikar Lubis yang berusia 37 tahun.
Penangkapan berlangsung pada malam hari setelah petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan keduanya. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelaku.
Menurut keterangan polisi, kedua pria itu ditemukan saat berada di sebuah bengkel yang berada di kawasan Jalan Baru. Petugas langsung melakukan pengamanan dan membawa mereka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan kedua terduga pelaku telah diamankan dan mengakui keterlibatan mereka dalam insiden tersebut. Pengakuan itu menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk melanjutkan proses hukum.
Setelah diamankan, keduanya langsung dibawa ke Polrestabes Medan. Polisi kini masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk motif yang melatarbelakangi aksi kekerasan terhadap pasangan suami istri tersebut.
Viralnya video tersebut membuat perhatian publik tertuju pada keselamatan korban, khususnya perempuan yang disebut sedang hamil muda. Banyak masyarakat berharap kondisi korban tetap baik dan tidak mengalami dampak serius akibat kejadian itu.
Kasus ini juga memunculkan kembali pembahasan mengenai keamanan pengguna jalan di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi kerumunan atau konflik antarkelompok. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Tidak sedikit warganet yang mengaku geram setelah melihat rekaman tersebut. Mereka menilai tindakan kekerasan terhadap perempuan, apalagi dalam kondisi hamil, merupakan perbuatan yang tidak bisa dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Di sisi lain, langkah cepat kepolisian dalam menangkap para pelaku mendapat perhatian publik. Penangkapan yang dilakukan hanya beberapa jam setelah video ramai diperbincangkan dianggap mampu meredam keresahan masyarakat.
Meski kedua pelaku sudah diamankan, penyelidikan belum berhenti. Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara utuh.
Petugas juga akan mendalami apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam kejadian tersebut. Sebab dalam video yang beredar terlihat lebih dari dua orang berada di sekitar lokasi saat insiden berlangsung.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindakan main hakim sendiri atau kekerasan di ruang publik dapat berujung pada proses hukum yang serius. Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman saat beraktivitas di jalan.
Kini perhatian publik tertuju pada proses hukum yang sedang berjalan. Sementara dua pria yang videonya sempat membuat geger media sosial telah diamankan, masyarakat menunggu kelanjutan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi di balik aksi kekerasan terhadap pasangan suami istri di Terowongan Tembung tersebut. (*)

