Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa Internasional Ikut Nongkrong di Perpustakaan Desa Campuranom
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa Internasional Ikut Nongkrong di Perpustakaan Desa Campuranom

Di saat banyak anak lebih akrab dengan layar ponsel daripada rak buku, sebuah perpustakaan desa di lereng Temanggung justru mendadak ramai. Bukan karena ada WiFi gratis atau kafe kekinian, melainkan karena mahasiswa internasional ikut turun tangan mengajak anak-anak belajar, menjelajah alam, dan mengenal budaya desa mereka sendiri

T. Budianto
Last updated: Juni 2, 2026 7:03 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
FOTO BERSAMA: Mahasiswa Undip dan sejumlah mahasiswa internasional, pengelola perpustakaan, dan anak-anak Desa Campuranom berfoto bersama usai rangkaian kegiatan aktivasi Perpustakaan Lestari di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, belum lama ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG– Siapa bilang perpustakaan desa cuma jadi tempat buku berdebu yang sepi pengunjung? Di Desa Campuranom, Temanggung, suasananya mendadak beda.

Anak-anak diajak belajar sambil main, mengenal tanaman di alam terbuka, sampai ngobrol bareng mahasiswa internasional. Perpustakaan yang biasanya sunyi pun pelan-pelan kembali punya cerita.

Undip melalui program pengabdian masyarakat menggelar aktivasi Perpustakaan Lestari di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Minggu (31/5/2026). Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan dosen dan mahasiswa Undip, tetapi juga mahasiswa internasional yang ikut turun langsung ke desa.

Program tersebut merupakan bagian dari Equity (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memperluas dampak internasional kampus kepada masyarakat.

Baca juga: Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

Di balik kegiatan itu, ada misi sederhana namun penting: membuat anak-anak kembali akrab dengan literasi dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang hidup, bukan sekadar gudang buku.

Program ini digagas oleh dosen Administrasi Bisnis Fisip Undip, Ardy Wibowo dan Rendy Ega Pradhana bersama dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB Undip, Zulfa Avidiansyah. Turut terlibat pula Nadia Indah Kurnawati, alumni Arsitektur Undip.

Desa Campuranom dipilih karena memiliki Perpustakaan Lestari yang menyimpan lebih dari 1.000 koleksi buku. Isinya beragam, mulai dari buku pertanian, motivasi, novel hingga cerita anak-anak. Sayangnya, potensi besar itu belum sepenuhnya termanfaatkan.

Selain minat baca yang masih perlu ditingkatkan, kondisi perpustakaan juga menghadapi sejumlah tantangan. Penataan ruang belum selesai, ventilasi masih terbatas, dan suhu ruangan yang cukup panas membuat pengunjung kurang betah berlama-lama membaca.

Pengalaman Belajar

Karena itu, tim Undip tidak datang hanya membawa seminar atau materi di dalam ruangan. Mereka mencoba menghadirkan pengalaman belajar yang lebih seru.

Anak-anak diajak menjelajah lingkungan sekitar desa bersama mahasiswa Undip dan mahasiswa internasional. Mereka mengenal berbagai jenis tumbuhan, mencatat nama tanaman, mempelajari manfaatnya, bahkan mengenal nama latinnya.

Belajar pun terasa seperti petualangan kecil. Buku tetap penting, tetapi alam menjadi halaman tambahan yang bisa dibaca langsung oleh anak-anak. Tak berhenti di situ, peserta juga dikenalkan pada kekayaan budaya lokal Campuranom. Mereka mencicipi nasi gono, kuliner khas desa yang terdiri dari nasi putih, parutan kelapa berbumbu, sayuran, tempe, hingga ikan teri atau rebon.

Suasana semakin meriah ketika anak-anak desa menampilkan kesenian jaran kepang. Pertunjukan tradisional itu menjadi bukti bahwa literasi tidak selalu soal membaca buku, tetapi juga memahami dan merawat warisan budaya yang tumbuh di sekitar mereka.

Baca juga: Undip Bukan Kaleng-kaleng, Kampus Nomor 4 Terbaik Nasional Versi EduRank 2026

Kepala Desa Campuranom, Wirawan, berharap program tersebut bisa memantik semangat belajar generasi muda di desanya. “Program aktivasi perpustakaan diharapkan bisa meningkatkan motivasi anak-anak dalam belajar. Kami juga berharap anak-anak di sini dapat melanjutkan sekolah sampai pendidikan tinggi,” katanya.

Pengelola Perpustakaan Lestari juga menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan berbagai aktivitas kreatif membuat anak-anak lebih tertarik datang ke perpustakaan dan mengikuti kegiatan belajar.

Lewat pendekatan yang menggabungkan buku, alam, budaya, dan interaksi lintas negara, Undip mencoba menunjukkan bahwa literasi bisa tumbuh dari mana saja. Tidak harus selalu dari halaman buku, tetapi juga dari jalan setapak desa, tanaman di pekarangan, hingga cerita yang hidup di tengah masyarakat.

Kadang yang dibutuhkan perpustakaan bukan rak baru atau cat baru, melainkan alasan agar orang mau datang. Dan ternyata, ketika mahasiswa internasional datang jauh-jauh ke desa untuk belajar bersama anak-anak, kita jadi diingatkan bahwa buku yang paling sepi sering kali bukan yang tidak menarik, melainkan yang tidak pernah sempat dibuka. (tebe)

You Might Also Like

Taj Yasin: Riset Kampus Jadi Bahan Bikin Kebijakan

Mahasiswa UGM Rancang Rompi Cerdas Pemetaan Kanker Payudara

Dari Hama Jadi Cuan: BEM FEB Undip Bikin Ikan Red Devil Jadi Produk Hits Desa Asinan

Guru Besar UGM Kecele, Dialog Prabowo Berujung Pintu Tertutup

Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen

TAGGED:fisip undipkemendiktisaintekundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Cuma MTQ, Semarang Mau Ajak Tamu Jalan-Jalan Susuri Jejak Para Wali
Next Article Cerita Sampah yang Malah Bikin Untung di Bulusan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) ditemui awak setelah menghadiri kegiatan konferensi pers "Opening Ceremony Proprov Jateng 2026" di Co Work Space Gedung A Setda Provinsi Jateng, Rabu (21/10/2026). (dul)

Gus Yasin Respons MBG Prasmanan: Tak Boleh Ganggu Jam Pelajaran Siswa

DIVONIS BERSALAH: Bupati Pati nonaktif, Sudewo (rompi orange) divonis bersalah dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (21/10/2026). (bae)

Tok! Sudewo Dinyatakan Bersalah, Dijatuhi Hukuman 8,5 Tahun Penjara dan Denda Rp3,5 Miliar

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, Investasi Rp11,15 Triliun

Gus Yasin Ajak Santri Perangi Sampah

Semarang Bidik Jadi Sentra Film, LOFF 2026 Gaet 167 Karya dari Seluruh Indonesia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

S3-Manajemen Untag Semarang Kantongi Akreditasi Perdana, Perkuat Pendidikan Doktoral

Oktober 20, 2026
Pendidikan

Kulit Bawang Disulap Jadi Pupuk, Mahasiswa UNY Bikin Warga Melongo

Mei 5, 2026
Pendidikan

Inovasi Mitigasi Bencana Ala Novinda Dian Puspito Antar Banjarnegara Raih Juara 3 Porsenijar Jateng

Oktober 4, 2025
Pendidikan

Banyumas Masih Minus 1.778 Guru SD dan SMP

September 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Internasional Ikut Nongkrong di Perpustakaan Desa Campuranom
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?