BACAAJA, SEMARANG- Hujan deras yang mengguyur kawasan Jl Sriyatno, Purwoyoso, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026) malam membuat warga panik. Selain banjir yang merendam permukiman dan merusak jalan, warga juga sempat dihebohkan dengan adanya penemuan mayat di sekitar lokasi kejadian.
Salah satu warga, Alfatah (23) mengatakan, suasana begitu mencekam karena dua peristiwa terjadi hampir bersamaan. Menurutnya, hujan deras membuat air meluap hingga membawa lumpur, pasir, dan sampah masuk ke rumah-rumah warga.
Baca juga: 556 KK Terdampak Banjir Ngaliyan-Tugu
“Semalam warga di sini panik mas, karena ada dua kejadian sekaligus. Penemuan mayat dan banjir yang bikin jalan sampai mengelupas. Untungnya tidak ada korban dari warga sekitar, tapi dampaknya rumah jadi kotor semua karena lumpur, pasir, dan sampah masuk ke dalam rumah,” ujarnya. Sabtu (16/5/2026).
Akibat derasnya arus air, sebagian badan jalan di kawasan tersebut juga mengalami kerusakan. Aspal jalan tampak mengelupas dan sulit dilalui kendaraan. Hingga pagi hari, warga masih berjibaku membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur banjir.
Tak Terulang
Sri Puspita Sari (39) mengaku sejak tadi malam dirinya bersama keluarga belum selesai membersihkan rumah. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Dari tadi malam sampai sekarang masih bersih-bersih rumah mas. Harapan saya ke depan semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini. Sudah ada orang hanyut, terus banjir ditambah jalan rusak,” katanya.
Baca juga: Nasib Tragis Maryam, Lansia Semarang Tewas Terseret Banjir Imbas Tanggul Mangkang Jebol
Warga berharap ada penanganan serius dari pihak terkait, terutama untuk perbaikan drainase dan kondisi jalan di kawasan Jl Sriyatno agar banjir tidak terus berulang setiap kali hujan deras turun.
Karena bagi warga Purwoyoso, hujan sekarang bukan lagi sekadar cuaca dingin dan menyebabkan segala sesuatunya basah. Kadang malah berubah jadi alarm panjang buat siap-siap rumah kemasukan lumpur lagi. (dul)

