BACAAJA, JEPARA- Momen haru sekaligus menegangkan terjadi di Dermaga Kartini, Selasa (12/5/2026) siang. Belasan nelayan korban tenggelamnya KM Sumber Bintang Kejora 02 akhirnya tiba dengan selamat setelah sebelumnya dievakuasi dari Karimunjawa menggunakan KMC Express Bahari 1C.
Kapolres Jepara, Hadi Kristanto bahkan turun langsung memimpin penjemputan para nelayan yang tampak masih kelelahan usai melewati musibah di laut. Menurutnya, langkah cepat ini jadi bentuk kehadiran polisi saat masyarakat sedang berada dalam situasi darurat.
“Kami memastikan bahwa saudara-saudara kita, para nelayan yang kapalnya tenggelam di perairan Cirebon dan sempat dievakuasi ke Karimunjawa, hari ini telah sampai di Jepara dengan selamat. Fokus utama kami adalah memastikan kondisi fisik dan psikis mereka stabil,” ujarnya.
Baca juga: Rumah Terapi Gratis untuk ABK, Bupati Agus Gondrong: Bentuk Cinta Warga Temanggung
Begitu tiba di dermaga, para ABK langsung menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim Dokkes Polres Jepara. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik mereka aman sekaligus mengantisipasi trauma pascakejadian. Total ada 11 orang yang berhasil dievakuasi dalam insiden tersebut. Mereka terdiri dari nahkoda, kepala kamar mesin, dan sembilan anak buah kapal.
Sebelumnya, KM Sumber Bintang Kejora 02 dilaporkan tenggelam di wilayah perairan Cirebon. Beruntung seluruh awak berhasil diselamatkan warga bersama aparat dari Polsek Karimunjawa sebelum akhirnya dipulangkan ke Jepara.
Proses Pemulangan
Kasat Polairud Polres Jepara, M Syaifuddin mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan keluarga korban dan sejumlah instansi agar proses pemulangan ke daerah asal berjalan lancar.
“Tindakan kepolisian yang kami lakukan meliputi penjemputan di dermaga, pengecekan kesehatan menyeluruh, serta pendataan untuk laporan resmi ke tingkat Polda Jateng,” jelasnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Jepara, Dwi Prayitna mengingatkan para nelayan untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa berubah mendadak.
Baca juga: Laut Lagi Ngambek, Nelayan Rehat Dulu
Ia meminta para nelayan rutin mengecek prakiraan cuaca dan memastikan perlengkapan keselamatan seperti life jacket, pelampung, hingga alat komunikasi tersedia dan berfungsi baik sebelum melaut. “Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan memaksakan melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.
Bagi nelayan, laut memang sumber penghidupan. Tapi di saat yang sama, laut juga bisa berubah jadi ujian hidup dalam hitungan menit. Karena kadang yang paling mahal dari hasil melaut bukan ikan yang dibawa pulang, tapi kesempatan untuk kembali pulang dengan selamat. (tebe)

