Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 41 Perlintasan Liar di Jateng Resmi “Game Over”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

41 Perlintasan Liar di Jateng Resmi “Game Over”

Buat yang sering cari jalan pintas lewat rel, siap-siap gigit jari. Soalnya, jalur “nekat tapi cepat” itu sekarang mulai ditutup satu per satu. Bukan iseng, ini demi satu hal: biar nggak ada lagi yang jadi korban di perlintasan liar.

T. Budianto
Last updated: Mei 5, 2026 3:42 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TUTUP PERLINTASAN: Petugas PT KAI Daop 4 menutup salah satu perlintasan liar di wilayah kerjanya, beberapa waktu lalu. (Foto: Daop 4)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Upaya bikin perjalanan kereta makin aman terus digeber PT Kereta Api Indonesia (KAI) lewat Daop 4 Semarang. Dalam tiga tahun terakhir, total 41 perlintasan sebidang liar alias nggak resmi berhasil ditutup.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menjelaskan, penutupan ini dilakukan bertahap sejak 2024 sampai 30 April 2026. Rinciannya, 18 titik ditutup di 2024, lalu 21 titik di 2025, dan 2 titik tambahan di awal 2026.

Baca juga: Ketika Disiplin Diabaikan, Wajar Bila Tragedi Berulang di Perlintasan Kereta

Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada misi besar: ngurangin risiko kecelakaan yang selama ini sering terjadi di perlintasan tanpa penjagaan. “Keselamatan itu prioritas utama. Perlintasan yang nggak dijaga dan nggak punya izin memang harus ditutup demi melindungi perjalanan kereta dan pengguna jalan,” kata Luqman.

Selama ini, perlintasan liar memang dikenal sebagai titik rawan. Minim pengamanan, nggak ada petugas, dan seringkali cuma mengandalkan insting pengendara, yang sayangnya nggak selalu akurat.

Langkah KAI ini juga bukan tiba-tiba. Penutupan sudah sesuai aturan, mulai dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 sampai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Nggak Asal

Meski terlihat simpel, proses penutupan ternyata cukup panjang. KAI harus melakukan pemetaan lokasi, ngecek tingkat risiko, mulai dari jarak pandang sampai riwayat kecelakaan, lalu koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat.

Warga sekitar juga nggak langsung “diputus aksesnya”. Mereka diberi pemberitahuan lebih dulu sebelum akhirnya perlintasan ditutup permanen atau dipasangi portal.

Baca juga: Ketika Disiplin Diabaikan, Wajar Bila Tragedi Berulang di Perlintasan Kereta

Biasanya, yang kena tutup punya ciri khas: nggak punya izin resmi,
tanpa penjagaan, alat pengaman minim, lokasinya rawan (pandangan terbatas atau padat), sering terjadi pelanggaran atau kecelakaan, dan dibuka secara swadaya tanpa standar keselamatan.

Dalam prosesnya, KAI juga menggandeng banyak pihak, mulai dari pemda, aparat, sampai masyarakat biar kebijakan ini nggak jalan sendiri.

Memang, jalan pintas itu menggoda. Cepat, praktis, dan kelihatan aman-aman aja. Tapi di rel kereta, satu detik salah hitung bisa jadi cerita panjang. Jadi kalau sekarang “shortcut” ditutup, mungkin itu bukan bikin ribet… tapi justru menyelamatkan dari penyesalan yang nggak bisa diulang. (bae)

 

Tulisan ini bagian dari fokus utama bacaaja.co pekan ini, “Keselamatan dan Kenyamaanan Berkendara di Kota Semarang”. (Red)

You Might Also Like

Mantan Menag Yaqut Cholil Jadi Tersangka Kuota Haji 2023-2024

PSIS ke Kudus Bawa Luka Lama dan PR Baru

Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

Gengs! YLBHI Tegaskan Korban Keracunan MBG Bisa Gugat Pemerintah, Begini Caranya

Korban Tewas Kecelakaan Beruntun KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

TAGGED:daop 4headlinekeselamatan berkendarapemkot semarangpemprov jatengperlintasan liarperlintasan sebidangpt kai daop 4
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukannya Ikan, Tiga Nelayan Juwana Kegep Bawa Burung Langka
Next Article Sukses Bertahan, COO PSIS Apresiasi Kerja Keras Tim

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Lawan Pinjol Ilegal, Jateng Perkuat Literasi Keuangan Sampai Pelosok

Cat Pink, Bunga, dan Protes yang Berakhir di Pos Satpam: Pembukaan ARTJOG 2026 Ricuh

PEMADAMAN LISTRIK - Ilustrasi nyala lilin jadi penerang saat pemadaman listrik bergilir oleh PLN.

Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Peternak Ayam Ketar-ketir, PLN Jateng Buka Suara

NOBAR BOLA--Masyarakat menunggu siaran pertandingan Piala Dunia di Teratai Lounge yang ruangannya dihias meriah dengan ornamen bendera negara-negara peserta. (ist)

Tim Besar Jadi Magnet Penonton, Nobar Piala Dunia Makin Ramai

NIKAH MASSAL--Maria tersenyum lebar usai dipinang suaminya di nikah massal Unnes, Jumat (19/6/2026). (bae)

Bu Maria Riang-Gembira Dipinang Berondong di Nikah Massal Unnes

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Warga Jangli Nunggu Kepastian Relokasi

April 10, 2026
Info

Tol Trans Jawa Mulai Satu Arah: One Way Lokal KM 70-263 Resmi Jalan

Maret 17, 2026
Info

Besok Gubernur Lepas Ribuan Perantau Balik Gratis

Maret 27, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut, kemeriahan Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, menjadi bukti kesolidan antaretnis di Solo kian mantap.
Info

Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, Respati: Kerukunan Etnis di Solo Makin Solid

Februari 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 41 Perlintasan Liar di Jateng Resmi “Game Over”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?