Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lari 10K, Tapi Efeknya Ngebut: Kota Lama Ramai, UMKM Ikut Senyum
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Lari 10K, Tapi Efeknya Ngebut: Kota Lama Ramai, UMKM Ikut Senyum

Ribuan pelari memadati kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (14/12), dalam gelaran Kompas Semarang 10K 2025. Tak sekadar ajang olahraga, event ini dinilai membawa efek berantai bagi ekonomi kota, mulai dari hotel, kuliner, hingga pelaku UMKM yang ikut merasakan ramainya kunjungan peserta dari luar daerah.

T. Budianto
Last updated: Desember 14, 2025 9:15 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SEMARANG 10K: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menghadiri event Kompas Semarang 10K 2025 di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (14/12). (Foto: Humas Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Awalnya cuma lomba lari. Tapi begitu 3.000 pelari turun ke Kota Lama, efeknya langsung terasa ke mana-mana. Dari hotel penuh, warung rame, sampai UMKM kebagian cuan. Itulah yang terjadi di Kompas Semarang 10K 2025, lari sih lari, tapi dampaknya nggak main-main.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bilang, event ini bukan sekadar soal keringetan bareng. Ini bukti kalau olahraga bisa jadi mesin penggerak ekonomi kota. Antusiasmenya juga nggak kaleng-kaleng. Bahkan, banyak warga yang gigit jari karena kehabisan slot.

“Banyak yang bilang ke saya nggak kebagian slot. Artinya event kayak gini memang dibutuhkan. Tahun depan kapasitasnya harus ditambah,” ujar Agustina usai ikut berlari, Minggu (14/12).

Baca juga: Pemkot Siapkan Jalur Konektivitas Heritage, Wisata Kota Lama Bakal Terkoneksi ke Pecinan hingga Kampung Melayu

Menurut Agustina, warga Semarang jelas haus ruang publik yang sehat, seru, dan bikin bangga kota sendiri. Apalagi, Kompas Semarang 10K sukses mengangkat konsep sport tourism yang nyata, bukan cuma jargon.

Sekitar separuh peserta tercatat datang dari luar Kota Semarang. Mereka nggak cuma lari lalu pulang. Banyak yang sudah datang sejak malam sebelumnya, menginap, makan-makan, belanja, sampai nongkrong santai di kawasan Kota Lama.

“Mereka minimal nginep, makan, belanja. Kalau belum sempat keliling hari ini, setidaknya sudah dapat pengalaman menikmati Kota Lama. Ini pergerakan ekonomi yang langsung terasa,” jelas Agustina.

Efek domino ini dirasakan pelaku usaha lokal. Hotel, kuliner, transportasi, sampai UMKM di sekitar Kota Lama ikut kecipratan rezeki. Bagi Pemkot, ini contoh ideal bagaimana event olahraga bisa jadi investasi ekonomi jangka panjang.

Dukungan Pemkot

Agustina pun memastikan Pemkot Semarang terbuka mendukung event serupa, entah itu road race, trail run, atau olahraga lainnya selama membawa manfaat sosial dan ekonomi.

“Event bukan cuma lomba. Ini soal menggerakkan ekonomi. Kalau ada komunitas atau pihak yang mau bikin event di Semarang, silakan. Pemkot siap support,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Event Kompas, Budhi Sarwiadi, menyebut dari 3.000 peserta terdaftar, sebanyak 2.935 pelari benar-benar turun ke lintasan, ditambah 100 peserta Kids Run. Dari sisi keamanan, acara berjalan aman dan terkendali.

Baca juga: Pemkot Semarang Kumpulkan Pelaku Wisata Bahas Arah Baru Pariwisata Kota

“Secara medis aman. Ada dua peserta sempat dirujuk ke rumah sakit, tapi kondisinya stabil dan tidak ada kasus serius,” kata Budhi.

Budhi menambahkan, sekitar 50 persen peserta berasal dari luar kota dan rata-rata menginap minimal dua hari bersama keluarga. Hal ini memperkuat dampak ekonomi langsung bagi Semarang.

Soal wacana penambahan kuota tahun depan, panitia masih akan mengkaji. Alasannya sederhana: jangan sampai makin rame tapi malah bikin pengalaman lari jadi kurang nyaman. “Penambahan peserta harus tetap jaga kualitas lomba dan daya dukung kawasan Kota Lama,” pungkasnya. (tebe)

 

You Might Also Like

Operasi Ketupat 2026 Sasar Lima Titik Rawan

Lebaran, Sepuluh Puskesmas di Semarang Tetap Standby

Shadow Economy Mau Diawasi, UMKM Jangan Ikut Diseret-seret!

Bandara ‘Ilegal’ Diresmikan Jokowi, Pengamat: Negara dalam Negara

Netizen Rame-rame Mau Patungan Beli Hutan, Tamparan Keras untuk Pemerintah

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan
Next Article Mau Liburan? Tol Semarang-Solo Bilang: Gas Aja, Kami Siap!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rapat Belum Kelar, Asap Rokok dan Game Keburu Viral Dulu, Nah Loh…

Sidang Nadiem Makin Panas, Tuntutan Belasan Tahun Bikin Geger

Jawaban Dibilang Salah, Lomba MPR Malah Berujung Gugatan Panjang

OC Kaligis Laporkan Menkes ke Polda Metro Jaya, Ternyata Terkait Hal Ini

Gerobak Pinggir Jalan Hancur, Disikat Mobil MBG Owi Pulang Tinggalkan Anak Masih Balita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Walhi: Banjir Itu Bukan Takdir

Oktober 30, 2025
Pegawai Ditjen Pajak, Bursok Anthony Marlon, secara terbuka meminta Prabowo-Gibran dan Menkeu Purbaya mundur dari jabatan mereka masing-masing.
Viral

Viral! Pegawai Ditjen Pajak Kirim Surat ke Istana Minta Prabowo-Gibran dan Purbaya Mundur

April 22, 2026
Rektor Undip Prof. Suharnomo dan Mr. Bang Hyun Sig mewakili PT Chung Giwa Indonesia menandatangani MoU, Senin (20/4/2026). (dok Undip)
Pendidikan

Undip Gandeng PT Chung Giwa Indonesia, Dorong Mahasiswa go Global

April 21, 2026
Info

RX King Bangkit Lagi, Gaya Lawas Rasa Mesin Baru

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lari 10K, Tapi Efeknya Ngebut: Kota Lama Ramai, UMKM Ikut Senyum
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?