BACAAJA, TOKYO — Kabar keren datang dari Jepang. kali ini bikin bangga maksimal. Tiga putra bangsa lulusan Japan Indonesia Driving School (JIDS) Karanganyar, resmi mencetak sejarah baru di Negeri Sakura.
Wakil Duta Besar KBRI Tokyo, Maria Renata, melepas tiga pengemudi asal Indonesia: Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi, untuk mulai bertugas di Meitetsu Bus, sebagai driver profesional.
Ketiganya masuk dalam jajaran orang asing pertama yang jadi pengemudi bus profesional yang beroperasi di sektor transportasi publik di Kota Toyota, Prefektur Aichi, Jepang.
Bacaaja: Pecah Rekor! Lulusan JIDS Jadi Sopir Bus Perempuan Asing Pertama di Jepang
Bacaaja: Dari Indonesia ke Jepang: Cerita Sopir Bus Lulusan JIDS Meraih Masa Depan di Negeri Sakura
Yup, pertama. Sejarah ini tentu bukan hanya bikin bangga Indonesia, tapi juga jadi catatan emas di sana.
Dalam momen pelepasan, Maria Renata nggak cuma kasih selamat, tapi juga apresiasi ke pihak perusahaan.
Menurutnya, Meitetsu Bus sudah menunjukkan komitmen serius dalam menjaga standar rekrutmen, pelatihan, sampai perlindungan tenaga kerja.
Pesannya juga cukup relate: kerja yang serius, tanggung jawab, dan tetap bawa semangat positif.
“Kami berpesan kepada para pengemudi agar senantiasa bekerja dengan penuh tanggung jawab dan semangat,” ujarnya.
Karena, kata dia, mereka bukan cuma driver. Mereka juga “wajah Indonesia” di luar negeri.
Artinya? Cara mereka kerja, bersikap, sampai berinteraksi, semua bakal jadi representasi Indonesia di mata dunia.
Langkah tiga driver ini jadi bukti kalau talenta Indonesia makin diakui, bahkan di sektor yang selama ini dikenal super ketat seperti transportasi publik Jepang.
JIDS: dari Karanganyar ke Negeri Sakura
Ketiga driver bus profesional itu merupakan lulusan program Japan Indonesia Driving School (JIDS) di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama (LPK Hiro) dan berkolaborasi dengan LPK Kamisora Boyolali.
Fokus JIDS jelas: nyiapin driver profesional asal Indonesia buat langsung gas kerja di Jepang, terutama di sektor transportasi publik.
Direktur PT Hiro Sejahtera Bersama, Bowo Kristianto, menyatakan JIDS dibangun buat nyiapin pengemudi sejak nol sampai siap kerja di Jepang, bukan setengah-setengah.
Jadi, lulusan JIDS dipastikan layak untuk melayani sektor transportasi publik di Jepang yang dikenal mempunyai standart kerja tinggi.
Selamat bertugas, Azzam, Dwi, dan Seto. Semoga selalu lancar di jalan, aman sampai tujuan, dan terus bikin bangga. Omedetou gozaimasu! (*)

