Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengacara Korban Endus Aroma Tuntutan Ringan untuk AKBP Basuki, Kasus Dosen Untag Tewas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Pengacara Korban Endus Aroma Tuntutan Ringan untuk AKBP Basuki, Kasus Dosen Untag Tewas

R. Izra
Last updated: Mei 5, 2026 8:31 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Pengacara keluarga korban, Zainal Petir, mengungkapkan kekecewaan pada Senin (4/5/2026), karena sidang tuntutan AKBP Basuki terus ditunda. (bae)
Pengacara keluarga korban, Zainal Petir, mengungkapkan kekecewaan pada Senin (4/5/2026), karena sidang tuntutan AKBP Basuki terus ditunda. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sidang tuntutan AKBP Basuki dalam kasus kematian dosen Untag, kembali ditunda. Penundaan dua kali mulai memunculkan kecurigaan dari pihak keluarga korban.

Pengacara korban, Zainal Abidin Petir, menilai penundaan ini bukan sekadar hal teknis biasa. Ia bahkan mengaku mendengar kabar yang beredar soal kemungkinan tuntutan yang tidak maksimal.

“Tuntutannya itu kan maksimal 7 tahun, tapi saya mendengar desas-desus bahwa tuntutannya itu tidak sampai 7 tahun. Padahal telah menyebabkan matinya seseorang,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Bacaaja: Fakta Balik Layar Terungkap di Persidangan: AKBP Basuki Muluskan Jalan Levi jadi Dosen Untag
Bacaaja: Jaksa Ungkap Kejamnya AKBP Basuki: Teman Wanitanya Sekarat, Eh Malah Ditinggal Tidur

Zainal menyinggung posisi terdakwa sebagai perwira menengah Polri. Ia mempertanyakan apakah status tersebut ikut memengaruhi proses penuntutan hingga berlarut-larut.

“Korbannya dosen yang menjadi idola keluarga loh, dia mati bersama perwira menengah Polri dari Polda Jawa Tengah. Apakah gara-gara ini perwira Polri sehingga tuntutannya sampai ditunda,” ucapnya.

Ia juga menyoroti dinamika di ruang sidang saat hakim mempertanyakan kesiapan jaksa. Menurutnya, sempat ada momen ketika jaksa tidak mau membuka alasan penundaan.

“Ketika ditanya oleh hakim, jaksanya kan menyampaikan bahwa ini tidak bisa diungkapkan di muka persidangan. Kan enggak boleh, hakim marah kan tadi,” katanya.

Belakangan, jaksa mengakui bahwa rencana tuntutan masih dikonsultasikan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Hal ini justru makin menambah tanda tanya di benak tim kuasa hukum korban.

Ia pun mengajak publik ikut mengawal jalannya persidangan agar proses hukum berjalan transparan. Zainal menilai, minimnya sorotan publik sebelumnya membuat proses sidang sempat berjalan tanpa perhatian luas.

“Saya minta masyarakat untuk ikut mengawal proses persidangan AKBP Basuki. Kalau tidak dikawal, ya seperti ini,” ucap dia.

Zainal juga meminta jajaran kejaksaan, baik di tingkat kota maupun provinsi, menjaga integritas dalam menangani perkara ini. Ia berharap tuntutan yang diajukan nantinya benar-benar mencerminkan rasa keadilan.

“Sudahlah dituntut yang maksimal saja. Biar institusi Kejaksaan Negeri Semarang itu menjadi baik, berintegritas,” pintanya. (bae)

You Might Also Like

Mahasiswa Sentil Pemerintah: Duluan Mana, 19 Juta Lapangan Kerja atau Rp19.000 per Dolar?

5.300 Sumur Minyak di Jateng Siap Balik Jadi ATM Energi

Update Longsor Pandanarum Banjarnegara: 26 Warga Masih Hilang

Banjir Bandang Sumatera, Delapan Perusahaan Dijatuhi Sanksi

Pemerintah Tutup Pintu Bantuan Asing, Prabowo: Bodoh Sekali Kalau Kita Tolak!

TAGGED:akbp basukidituntut hukuman ringandosen untagdwinanda linchia leviheadlineSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Di Tugurejo, Nyawa Dipertaruhkan di Palang Swadaya
Next Article Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri) bersama Presiden Prabowo di peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Buruh Kompak Teriak ‘Tidak!’ soal MBG di Hadapan Prabowo, Bos Buruh Sibuk Klarifikasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Main Padel di Semarang Kini Ramah di Kantong

Ketika Gen Z Keliru Memahami Spiritualitas Jawa

Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan

Paskibraka Bukan Cuma Kibarkan Bendera, 45 Anak Muda Digembleng Jadi Duta Pancasila

Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa II Ditutup, 238 Korban Dievakuasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nama Sherly Tjoanda Mencuat, KPK Kejar Jejak Suap Pajak Nikel

Januari 15, 2026
Hukum

Puasa Tinggal Hitungan Hari, Polrestabes Gelar Operasi Pekat

Februari 14, 2026
Sepak Bola

Adu Tajam Haaland vs Kane, Siapa Melaju ke Semifinal?

Juli 11, 2026
Tampang DNR (berkacamata), mantri BRI Unit Banyumanik yang ngakalin kredit anggota TNI.
Hukum

Waduh, 10 Tentara di Semarang Ikut Jadi Korban Korupsi Kredit BRI

Desember 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengacara Korban Endus Aroma Tuntutan Ringan untuk AKBP Basuki, Kasus Dosen Untag Tewas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?