Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Batang Mau Jadi “Shenzhen KW Super” Indonesia?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Batang Mau Jadi “Shenzhen KW Super” Indonesia?

Kalau lagi scroll kabar ekonomi, ini salah satu yang lumayan bikin napas agak lega. Di tengah isu pengangguran yang masih jadi PR, Kawasan Industri Batang tiba-tiba muncul kayak “mesin penyerap kerja” versi lokal, dan angkanya nggak kaleng-kaleng.

T. Budianto
Last updated: April 29, 2026 10:52 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DENGAR PENJELASAN: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mendampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas mendengar penjelasan dari pihak KITB saat kunjungan kerja ke KEK Industropolis Batang, Selasa (28/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BATANG- Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) lagi nunjukin taringnya. Sampai sekarang, total sudah 18.390 tenaga kerja terserap. Lumayan banget buat ukuran satu kawasan industri, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang kadang naik-turun kayak grafik crypto.

Angka ini disampaikan langsung oleh Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen saat kunjungan kerja bareng Menteri PPN/Kepala Bappenas di KEK Industropolis Batang, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Soal HGB di KITB, Pemprov Ikut Intervensi

Menurut Taj Yasin, geliat ekonomi di kawasan ini terus naik level. Nggak cuma jadi tempat pabrik berdiri, tapi juga mulai jadi “penopang hidup” warga sekitar. Intinya, duit muter, orang kerja, ekonomi ikut gerak.

Menariknya, KITB ini nggak cuma fokus ke industri berat atau padat karya aja. Ada juga konsep pengembangan ke sektor pariwisata, nyambung sama arah pembangunan Jawa Tengah ke depan yang mau nge-mix pariwisata dengan ekonomi syariah. Jadi bukan cuma kerja, tapi juga potensi healing.

Dari sisi pusat, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy bahkan bilang kawasan ini layak jadi role model. Menurutnya, Batang punya keunggulan yang bisa diadu sama kawasan industri kelas internasional.

Proyek Ambisius

Nggak heran kalau Presiden Prabowo Subianto punya mimpi agak “ambisius”, menjadikan Batang sebagai “Shenzhen-nya Indonesia”. FYI, Shenzhen itu kota di Tiongkok yang dulu biasa aja, tapi sekarang jadi salah satu pusat teknologi dunia.

Dan Batang tampaknya lagi menuju ke sana, pelan-pelan tapi pasti. Soalnya, industri yang dikembangkan nggak cuma padat karya, tapi juga padat teknologi. Bahkan sudah mulai masuk ke sektor data center.

Direktur Utama Industropolis Batang, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan bilang, komposisi industrinya sekarang 47 persen padat karya dan 53 persen padat teknologi. Total tenant sudah 93, dengan nilai investasi tembus Rp23 triliun. Lahan yang sudah tersewa juga nggak kecil, 442,2 hektare.

Baca juga: Nggak Mau Byar-Pet, KITB Disuntik 180 MW Energi Hijau

Belum berhenti di situ, rencana pengembangannya juga cukup “niat”. Mulai dari two countries twin parks seluas 500 hektare, data center 28 hektare, sampai fasilitas gaya hidup kayak sunpark village, lapangan golf, arena pacuan kuda, hotel, bioskop, sampai rusunawa 20 ribu unit. Lengkap, dari kerja sampai hiburan.

Batang lagi ngebut jadi kota industri rasa internasional. Tinggal satu pertanyaan sederhana: warganya nanti kebagian jadi pemain utama, atau cuma penonton di kampung sendiri? (tebe)

You Might Also Like

Safari Tunas Toleransi: Senangnya 125 Bocah PAUD Temanggung saat Keliling Rumah Ibadah

Dapur MBG di Semarang Upgrade Skill, Belajar Ngolah Makanan Halal dan Aman dari Ahlinya!

263 Napi ‘High Risk’ Dipindah ke Nusakambangan

Bejo Jahe Merah Ikut “Ngawal” 16 Ribu Pemudik Jateng

Gak Ada Gebrakan, UMP Jateng 2026 Masih akan Jadi Terendah Nasional?

TAGGED:headlineKITBpemkab batangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau (RTH). HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir
Next Article Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Prestasi Aman, Regenerasi Jadi Fokus

MBG di Klaten Bikin Heboh: Makan Gratis, Bonus Mual?

PSIS Siap Ganggu Mimpi PSS di Sleman

Ketua DPC Peradi SAI Semarang, Luhut Sagala (tengah) saat diskusi publik di kantor Bacaaja.co.

Peradi SAI Semarang Sorot Potensi Kericuhan Aksi May Day, Singgung Risiko Salah Tangkap

Nggak Cuma Nimbang Bayi, Posyandu Sekarang Ikut Ngurus Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng

September 28, 2025
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras datangi rumah penjual es gabus, Suderajat alias Ajat, ngasih motor dan modal. Ajat viral setelah dianiaya aparat yang menudingnya menjual pangan berbahaya.
Viral

Setelah Viral Ngaku Dianiaya Aparat, Ajat si Penjual Es Gabus Didatangi Polisi dan Dikasih Motor

Januari 28, 2026
Ekonomi

Konsolidasi BPR BKK Menuju BPRS, Komisi C DPRD Jateng Konsultasi ke Kemendagri

Juli 14, 2025
Setiyadi, korban selamat dalam kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans, di Tol Krapyak, Semarang, Senin (22/12/2025). (bae)
Info

Kesaksian Korban Selamat Bus Maut PO Cahaya Trans: Jalan Menikung, Sopir Malah Ngegas

Desember 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Batang Mau Jadi “Shenzhen KW Super” Indonesia?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?