Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pasang Portal, Cara Pemkot Jinakkan “Zona Horor” Silayur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Pasang Portal, Cara Pemkot Jinakkan “Zona Horor” Silayur

Silayur bukan cuma jalur turunan. Buat banyak pengendara, ini udah kayak “zona waspada”. Setelah beberapa kejadian bikin deg-degan, Pemkot Semarang akhirnya pasang jurus baru: portal katrol. Simpel, tapi pesannya tegas, nggak semua truk bebas lewat kapan aja.

T. Budianto
Last updated: April 27, 2026 7:16 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PASANG PORTAL: Petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang memasang portal di Jl Moch Ichsan, tepatnya di wilayah Kelurahan Wates, Ngaliyan, Minggu (26/4/2026) malam. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang serius ngerem potensi kecelakaan di kawasan turunan Silayur. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan instruksi langsung ke Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang portal katrol pembatas kendaraan berat di ujung Jalan Moch. Ichsan, Wates, Ngaliyan.

Portal ini mulai dipasang Minggu (26/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Sistemnya nggak ribet, tapi cukup “galak” buat kendaraan besar yang bandel.

Di jam sibuk, tepatnya pukul 06.00 sampai 22.59 WIB, portal bakal diturunkan dengan tinggi maksimal 3,4 meter. Artinya, truk bertonase besar otomatis nggak bisa masuk ke kawasan Silayur.

Baca juga: Truk Triplek Nyungsep di Silayur, Bikin Warga Makin Cemas: Kok Terulang Lagi

Sebaliknya, saat malam hingga dini hari (23.00-05.00 WIB), portal dinaikkan jadi 4,2 meter. Di jam ini, kendaraan besar masih diperbolehkan melintas, tentunya dengan pengawasan.

Menurut Agustina, langkah ini bukan sekadar pembatas fisik, tapi bagian dari strategi serius buat ningkatin keselamatan lalu lintas di jalur rawan tersebut. “Kami ingin menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat di Jalan Prof. Hamka, khususnya di turunan Silayur,” tegasnya.

Kategori Darurat

Langkah ini juga jadi respons atas dua kecelakaan yang terjadi dalam waktu berdekatan di bulan ini. Buat Pemkot, ini bukan lagi warning, tapi udah masuk kategori darurat yang harus ditangani cepat.

Menariknya, pemasangan portal ini bukan berhenti di satu titik. Pemkot Semarang juga sudah ancang-ancang nambah portal di kawasan Simpang Jrakah untuk mengantisipasi kendaraan dari arah kota.

“Yang di Jrakah menyusul, supaya arus kendaraan yang turun bisa lebih terkendali,” jelas Agustina. Nggak cuma itu, rencana jangka panjang juga disiapkan. Pemkot bakal membangun pos pengawasan permanen biar kontrol di lapangan nggak cuma sementara, tapi berkelanjutan.

Baca juga: Jalur Maut Silayur Ngaliyan Makan Korban Lagi, Mahasiswa Sentil Keras Pemkot Semarang

Dengan kombinasi portal, pembatasan jam operasional, dan pengawasan langsung, diharapkan kawasan Silayur yang selama ini dikenal rawan bisa jadi lebih aman, setidaknya nggak lagi bikin pengendara was-was tiap melintas.

Karena kadang, aturan itu bukan kurang jelas, cuma kurang “keras” di lapangan. Dan di Silayur, sepertinya yang dibutuhkan bukan sekadar imbauan… tapi portal yang benar-benar bikin mikir dua kali sebelum nekat lewat. (tebe)

You Might Also Like

Eksepsi Mentok, Duo Bos Sritex Siap Duduk Manis Dengar Saksi

Korupsi, Tiga Doktor UGM Bakal Diadili di Semarang

Mbak Ita Hadirkan Ketua Dewan Masjid sebagai Saksi Meringankan

Serunya Tradisi Gebyuran Bustaman, Ada Makna Sakral di Balik Aksi Saling Coret-Saling Siram

3.176 Bencana Sepanjang 2025: Indonesia Digempur Alam, Negara Masih Tertatih

TAGGED:agustina wilujengdishub kota semarangheadlinepemkot semarangturunan silayurwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tumpeng, MoU, dan Janji Pelayanan Prima: Lapas Purwodadi Nggak Mau Cuma Seremonial
Next Article Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KA Argo Anggrek bertabrakan dengan KRL commuter line di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Tiga orang dilaporkan tewas.

BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut Kereta Argo Anggrek Vs KRL Commuter Line, Penumpang Terjepit

Hari Otda 2026, Pemkot Semarang Sabet Dua Penghargaan

Stasiun Comal Comeback: Baru Buka, 106 Penumpang Langsung Gas!

Ratusan Tim Unjuk Skill Clash Squad di Warmindo Mayoritas

Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daycare Little Aresha di Kota Jogja. Tempat penitipan anak yang berubah menjadi camp penyiksaan balita.
Hukum

Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja

April 26, 2026
Info

Tarling, Ngaji Bareng, dan Sedikit “Wejangan”: Malam Nuzulul Qur’an Versi Agustina

Maret 8, 2026
Ekonomi

Ekonomi Jateng Lagi Ngebut: Tumbuh 5,37 Persen

Februari 6, 2026
Info

Soal Kebakaran dan Kekeringan, PDAM: Air Gratis

Januari 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pasang Portal, Cara Pemkot Jinakkan “Zona Horor” Silayur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?