Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Eks-Kanit Narkoba Beralih Profesi Jadi Bandar Sabu, Kirim Narkoba Lewat Ekspedisi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Eks-Kanit Narkoba Beralih Profesi Jadi Bandar Sabu, Kirim Narkoba Lewat Ekspedisi

R. Izra
Last updated: April 27, 2026 10:47 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
SHARE

BACAAJA, AMBON – Kisah polisi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba justru jadi bandar narkoba seoalah tak ada habisnya.

Fakta mencengangkan kembali muncul dari kasus narkoba di Ambon. Seorang mantan Kanit Reserse Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IA justru diduga jadi otak peredaran sabu. Lebih parah lagi, modus yang dipakai tergolong rapi: kirim barang lewat jasa ekspedisi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Indra Gunbawan, mengungkap sabu yang diedarkan IA dipasok dari Buton (Sulawesi Tenggara) dan Kalimantan.

Bacaaja: Akhirnya Polda Jateng Akui Robig Positif Narkoba: Dicek saat Kondisinya Labil
Bacaaja: Kecurigaan Publik Terbukti! Aipda Robig Pembunuh Gamma Simpul Jaringan Sabu-sabu

“Barangnya didapat dari Buton dan Kalimantan, dikirim lewat jasa pengiriman,” jelas Indra, Minggu (26/4/2026).

Modusnya terbilang sederhana tapi efektif. Sabu dikirim seperti paket biasa. Setelah sampai di Ambon, ada orang khusus yang ditugaskan menjemput, lalu didistribusikan lewat kurir.

Polisi mengaku sudah beberapa kali menggagalkan pengiriman dengan pola serupa. Artinya, jalur ini bukan sekali dua kali dipakai.

Dari bisnis haram ini, IA disebut bisa mengantongi keuntungan hingga Rp20 juta per hari. Angka yang menunjukkan betapa masifnya peredaran yang ia kendalikan.

IA sendiri ditangkap di sebuah kamar Hotel Grand Avira Ambon pada 31 Maret 2026 malam, hasil pengembangan dari penangkapan anak buahnya berinisial RZ.

Saat ditangkap, polisi menyita uang tunai Rp1,7 juta, ponsel berisi jejak transaksi mencurigakan, serta dokumentasi terkait narkoba.

Dari hasil penyelidikan, IA ternyata bukan pemain baru. Warga sudah lama mencurigai aktivitasnya, tapi peredaran disebut makin “ramai” sejak 2024.

“Sudah lama, tapi mulai marak itu sejak 2024,” kata Indra.

Ironisnya, IA adalah mantan anggota polisi yang sudah dipecat pada 2022 karena kasus narkoba. Alih-alih jera, ia justru naik level jadi bandar.

Catatan juga menunjukkan IA sudah tiga kali terjerat kasus serupa.

Kasus ini lagi-lagi membuka fakta pahit: jaringan narkoba tidak hanya bergerak di luar sistem, tapi juga bisa melibatkan orang yang dulu ada di dalamnya.

Modus makin rapi, jalur makin luas, dan keuntungan makin besar. Pertanyaannya sekarang: berapa banyak pola serupa yang belum terungkap?

Polisi memastikan pengembangan kasus masih berjalan. Jaringan IA belum sepenuhnya dibongkar. (*)

You Might Also Like

Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Strategi Pemprov Jateng Urai Macet Mudik Lebaran: Andalkan CCTV dan Posko

BNN Jateng Gerebek 8 Tempat Hiburan Malam di Semarang, 5 Orang Positif Narkoba

Sidang Kasus May Day Semarang, Polisi Tak Mampu Tunjuk Hidung Pelaku Kericuhan

Kuota Hangus? DPR Bilang Saatnya Operator Lebih Ramah ke Pelanggan

TAGGED:ekspedisiheadlinekanit serse satresnarkobamantan polisinarkobasabu-sabu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Peta jalur rel Kedungjati-Tuntang dan kolase foto kondisi stasiun era dulu. (ist) Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .
Next Article MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PHK Jangan Panik, Ini Jurus Pemprov Bikin Buruh Lebih Aman

Luthfi: Jangan Cuma Jadi Tukang Kritik, Mahasiswa Juga Harus Ikut Bangun Daerah

SAKSI SIDANG--Pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Ana Devi (berkerudung) meninggalkan sidang usai bersaksi dan berdebat dengan terdakwa Sudewo, Senin (27/7/2026). (bae)

Sidang Bupati Pati Nonaktif Panas, Sudewo Muntab Merasa ‘Ditantang’ Pegawai KPK

JALIN MOU--Unwahas dan Govokasi Maxwell menjalin kerja sama. (ist)

Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)

Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi jenazah korban.
Info

Lagi Glamping, Satu Keluarga Tewas di Posong Temanggung

Mei 28, 2026
Info

Ziarah ke Makam Kartini: Perempuan Nggak Cukup Pintar, Harus Punya Arah

April 22, 2026
Mahasiswa Semarang Raya menggelar aksi demonstrasi, pada Kamis (9/4/2026), mengutuk teror air keras terhadap Andrie Yunus dan menolak kasus tersebut disidangkan di peradilan militer. (dul)
Info

Demo Panas di DPRD Jateng! Mahasiswa Soroti Kasus Andrie Yunus, Tolak Peradilan Militer

April 9, 2026
Pendidikan

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Maret 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Eks-Kanit Narkoba Beralih Profesi Jadi Bandar Sabu, Kirim Narkoba Lewat Ekspedisi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?