BACAAAJA, MADINAH – Perjalanan suci yang baru saja dimulai berubah menjadi kabar duka. Seorang Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Tegal, Rodiyah Wayan (68), dilaporkan meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, pada Kamis 23 April 2026 pukul 11.45 waktu Arab Saudi. Kabar ini langsung menyelimuti keluarga, rombongan jemaah, dan masyarakat Tegal dengan rasa haru yang mendalam.
Informasi wafatnya Rodiyah dibenarkan oleh Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra. Ia menyampaikan bahwa almarhumah telah dimakamkan di Makam Baqi, Madinah, salah satu pemakaman bersejarah yang menjadi tempat peristirahatan banyak tokoh Islam. Prosesi pemakaman dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku di Tanah Suci.
Pihak PPIH Embarkasi Solo juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah tersebut. Doa dan dukungan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan menghadapi kehilangan di tengah momen ibadah yang penuh harapan ini.
Dalam keterangannya, David menyebut almarhumah nantinya akan dibadalhajikan. Artinya, rangkaian ibadah hajinya akan digantikan sesuai aturan yang berlaku bagi jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh proses ibadah. Langkah itu menjadi bentuk penghormatan atas niat suci yang sudah dibawa sejak berangkat dari tanah air.
Rodiyah diketahui merupakan warga Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Ia tergabung dalam rombongan JCH kloter 3 Embarkasi Solo bersama jemaah lain yang berangkat menuju Arab Saudi beberapa waktu lalu. Keberangkatannya menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga yang melepas dengan doa terbaik.
Rombongan kloter 3 sendiri diberangkatkan pada Rabu, 22 April 2026 pukul 18.53 WIB. Setelah menempuh perjalanan udara, para jemaah tiba di Bandara Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, sebagai pintu masuk awal menuju rangkaian ibadah haji tahun ini.
Namun setibanya di Madinah, kondisi Rodiyah dilaporkan menurun. Sesaat setelah turun dari pesawat, ia mengalami sesak napas dan membutuhkan penanganan medis cepat. Petugas kesehatan yang siaga langsung bergerak memberikan pertolongan pertama di area bandara.
Setelah penanganan awal dilakukan, Rodiyah kemudian dibawa ke klinik bandara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim medis berusaha menstabilkan kondisinya sebelum memutuskan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan agar penanganan bisa dilakukan lebih maksimal.
Pihak PPIH menyebut almarhumah kemudian dirujuk ke KKHI atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah. Fasilitas ini memang disiapkan khusus untuk membantu pelayanan kesehatan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Di KKHI, tim medis memberikan penanganan sesuai prosedur. Berbagai upaya dilakukan agar kondisinya membaik, namun keadaan kesehatan Rodiyah tidak menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia.
Kabar tersebut cepat menyebar ke rombongan jemaah lain dan keluarga di Indonesia. Suasana haru pun tak terelakkan, terlebih almarhumah baru saja menapakkan kaki di Tanah Suci dan belum lama memulai perjalanan ibadah yang telah lama dinantikan.
Bagi banyak calon haji, berangkat ke Makkah dan Madinah bukan perjalanan biasa. Ada proses menabung bertahun-tahun, menunggu antrean panjang, serta persiapan fisik dan mental yang tidak singkat. Karena itu, wafatnya seorang jemaah selalu meninggalkan duka mendalam.
Meski begitu, banyak umat Islam memandang wafat di Tanah Suci sebagai keadaan yang mulia. Terlebih saat seseorang datang dengan niat menunaikan rukun Islam kelima dan membawa harapan besar dalam ibadahnya.
Makam Baqi tempat Rodiyah dimakamkan juga memiliki nilai sejarah tinggi. Lokasi itu berada di Madinah dan dikenal sebagai pemakaman yang sangat dihormati, menjadi tempat dimakamkannya para sahabat Nabi dan tokoh penting sejak masa awal Islam.
Bagi keluarga yang ditinggalkan di Tegal, kabar ini tentu berat. Di saat semula menunggu kabar bahagia dari Tanah Suci, mereka justru menerima berita kepergian orang tercinta. Namun doa dari banyak pihak diharapkan bisa menguatkan hati keluarga.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan kesehatan yang matang. Perjalanan jauh, perubahan cuaca, kelelahan, dan aktivitas padat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Karena itu, pendampingan medis sejak keberangkatan hingga di Arab Saudi menjadi hal penting. Pemeriksaan rutin, konsumsi obat sesuai anjuran, menjaga cairan tubuh, serta tidak memaksakan diri perlu terus diperhatikan seluruh jemaah.
Penyelenggara haji setiap tahun memang menyiapkan tim kesehatan untuk mendampingi jemaah Indonesia. Namun kesadaran pribadi menjaga kondisi tubuh tetap jadi kunci utama agar ibadah dapat dijalani dengan aman dan nyaman.
Masyarakat Kabupaten Tegal pun ikut menyampaikan duka atas wafatnya Rodiyah. Nama almarhumah kini dikenang sebagai sosok yang berpulang di tengah langkah menuju ibadah suci, membawa niat baik yang telah lama dipersiapkan.
Di balik kabar sedih ini, tersimpan pelajaran tentang ikhlas dan takdir. Perjalanan Rodiyah mungkin terhenti di Madinah, tetapi niat sucinya tetap tercatat. Langit Madinah menjadi saksi seorang jemaah Tegal menutup perjalanan dengan kehormatan. (*)

