BACAAJA, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga adanya intervensi dalam proses lelang proyek perkeretaapian yang melibatkan Bupati Pati nonaktif, Sudewo.
Dugaan itu muncul saat Sudewo masih menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024 yang bermitra dengan Kementerian Perhubungan. Untuk mendalami kasus tersebut, KPK memeriksa tiga saksi pada Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Aliran Duit Lewat “Koordinator”? KPK Periksa 14 Saksi Kasus Sudewo
Mereka adalah aparatur sipil negara di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, perwakilan swasta dari PT Surya Kencana Baru, serta komisaris dari dua perusahaan konstruksi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut pemeriksaan difokuskan pada dugaan pengaturan lelang di lingkungan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Timur.
Pengaturan Lelang
“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait adanya intervensi dan pengaturan lelang di BTP Surabaya yang diduga dilakukan oleh SDW bersama pihak lain,” ujarnya.
Selain dugaan intervensi proyek, penyidik juga menelusuri aliran imbalan yang diduga mengalir ke Sudewo melalui orang kepercayaannya. Kasus ini menambah daftar panjang dugaan praktik “main proyek” di sektor infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan proyek strategis pemerintah.
Baca juga: KPK Bongkar Obrolan Ketua DPRD Pati dan Sudewo
Di atas kertas, lelang harusnya soal transparansi dan kompetisi sehat. Tapi kalau sudah ada “sutradara” di balik layar, hasilnya sering bukan siapa yang paling layak, melainkan siapa yang paling dekat. Dan seperti biasa, publik cuma kebagian nonton hasil akhirnya. (tebe)

