BACAAJA, SAMARINDA – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menitip pesan kepada kawula muda: “bangsa ini tidak butuh penakut.”
Kata Ganjar lebih lanjut, bangsa ini yang dibutuhkan adalah orang-orang terdidik, pintar, cerdas, menggunakan data dan fakta.
Pesan itu disampaikan Ganjar saat seminar nasional di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda, sebagaimana dilansir dalam video yang diunggah pada akun Instagram pribadi @ganjar_pranowo.
Dalam video tersebut, terekam momen dialog antara Ganjar dan seorang mahasiswi yang menyuarakan keresahan generasi muda terhadap kondisi pemerintah saat ini.
Bacaaja: Cara Ganjar Komunikasi dengan Demonstran Bikin Kangen Aktivis Mahasiswa
Bacaaja: Ganjar Tegesin PDIP Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Sudah Benar Pilih Langsung Aja!
Mahasiswi UMKT, Fani, dengan lugas menyampaikan bahwa pemerintah mulai terkesan “tone deaf” atau tidak lagi mendengarkan suara rakyat. Ia mengaku, situasi itu membuat sebagian anak muda merasa percuma untuk bersuara.
“Sekarang pemerintah seperti tidak peduli dan tidak mendengarkan. Kami sebagai generasi muda jadi merasa ingin ikut tidak peduli,” ungkapnya di hadapan forum.
Fani juga menegaskan bahwa banyak aspirasi hanya ditanggapi sekadar menenangkan, tanpa ada tindak lanjut yang nyata. Karena itu, ia mempertanyakan bagaimana seharusnya sikap generasi muda agar tidak terjebak dalam sikap apatis.
Menanggapi hal tersebut, Ganjar memompa semangat anak-anak muda yang hadir. Ia justru menekankan bahwa kondisi seperti ini bukan alasan untuk diam.
“Apa yang harus dilakukan? Bersuaralah,” jawabnya tegas.
Menurutnya, menyampaikan pendapat bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari menggunakan data dan fakta, membuat kajian, diskusi publik, hingga memanfaatkan media sosial.
“Tidak boleh hanya satu cara. Semua saluran bisa dipakai,” jelasnya.
Ganjar juga menyinggung soal rasa takut yang kerap menjadi penghalang anak muda untuk terlibat.
“Kalau takut, ya silakan diam di rumah. Tapi bangsa ini tidak butuh penakut. Bangsa ini butuh orang yang berpikir sehat, terdidik, dan berani menggunakan data serta fakta,” tegasnya.
Ia menambahkan, para aktivis selama ini memilih jalan yang tidak mudah karena mereka memperjuangkan kepentingan banyak orang, terutama yang tidak memiliki ruang untuk bersuara.
“Kenapa suara kita sering tidak terdengar? Karena hanya disampaikan di ruang-ruang sempit. Suara yang besar dan terus disuarakan, itulah yang biasanya didengar,” lanjutnya.
Beri hadiah buku kepada mahasiswa

Di akhir sesi, Ganjar menutup dengan cara yang khas. Ia memberikan hadiah buku kepada para penanya sebagai bentuk dorongan agar generasi muda terus membaca dan memperluas wawasan.
Pada kesempatan lain, Ganjar mengunggah slide foto dengan caption: “Tema diskusi bareng kawan-kawan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kaltim ini keren sekali. Menjaga Akal Sehat Bangsa. Karena bagaimanapun kondisinya, akal sehat harus tetap kita jaga.”
Respons warganet di kolom komentar pun beragam. ada juga yang menyampaikan apresiasi mendalam.
“Terima kasih banyak bapak atas kesempatan saya bisa menyampaikan keresahan generasi muda, ini pengalaman berharga bagi saya,” tulis akun @ardlfn_.
Video ini menjadi pengingat bahwa keresahan generasi muda itu nyata. Namun di saat yang sama, ada pesan kuat yang disampaikan, jangan sampai rasa kecewa justru membuat berhenti bersuara. (dul)

