BACAAJA, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto bikin langkah tegas: lebih dari 1.000 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi “di-pause” sementara. Bukan karena gagal, tapi justru karena mau dibenerin total.
Langkah ini diambil setelah pemerintah nemu berbagai catatan di lapangan, mulai dari standar kebersihan, keamanan makanan, sampai kualitas pengolahan yang dinilai belum konsisten. “Saya langsung cek dan cross-check,” kata Prabowo saat sesi diskusi di Hambalang, Bogor.
Baca juga: Kelapa Utuh di Menu MBG, SPPG Gresik Disetop
Dari hasil evaluasi itu, sekitar 1.030 dapur akhirnya kena suspend. Tapi tenang, ini bukan tanda program berhenti, lebih ke masuk “pit stop” biar performanya nggak asal jalan.
Menurut Prabowo, dapur-dapur tersebut wajib lolos proses sertifikasi ketat kalau mau lanjut. Mulai dari kualitas air, cara masak, sampai kebersihan alat makan, semua ada standarnya. Kalau nggak lolos? Ya, jangan harap bisa lanjut.
Pengawasan Publik
Menariknya, pengawasan nggak cuma dari pemerintah. Publik juga dikasih akses buat ikut ngawasin. Orang tua, sekolah, sampai masyarakat sekitar boleh langsung ngecek dan bahkan komplain kalau ada yang janggal. “Siapapun boleh cek,” tegasnya.
Ia juga nyentil budaya lama yang cuma suka laporan “yang bagus-bagus aja”. Menurutnya, pola kayak gitu justru bikin masalah nggak pernah selesai. “Harus berani lihat realita,” ujarnya.
Baca juga: Menu MBG Dikeluhkan Tak Layak, Wali Kota Solo Respati Langsung Sidak SPPG Mojosongo
Ke depan, pemerintah janji bakal makin ketat dalam pengawasan dan standarisasi. Targetnya jelas: program makan gratis ini nggak cuma jalan, tapi juga benar-benar berkualitas dan berdampak buat generasi muda.
Namanya juga makan bergizi, bukan makan “yang penting kenyang”. Jadi wajar kalau dapurnya ikut diuji, soalnya yang dimasak bukan cuma nasi, tapi masa depan. (tebe)


