BACAAJA, SEMARANG- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mulai memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra mengatakan, ada empat wilayah aglomerasi yang menjadi fokus pengamanan karena diprediksi rawan kemacetan.
Wilayah tersebut mencakup ekswil Pekalongan, ekswil Klaten, ekswil Semarang, hingga ekswil Banyumas. “Ada di ekswil Pekalongan, ekswil Klaten, ekswil Semarang, ekswil Banyumas dan itu sudah kita persiapkan,” kata Pratama di Mapolda Jateng, Kamis (13/3/2026).
Baca juga: Operasi Ketupat Candi Dimulai, Jateng Siap Tampung 38 Juta Pemudik
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada jalur utama masuk ke Jawa Tengah. Mulai dari wilayah Brebes hingga Gerbang Tol Kalikangkung, lalu terus mengarah ke perbatasan timur di Rembang. Sementara jalur selatan yang juga menjadi perhatian membentang dari Cilacap hingga perbatasan dengan Jawa Barat.
Untuk membantu pemudik, polisi juga memperkenalkan sistem Travel Assistant Corridor (TAC) yang terhubung dengan chatbot bernama Sipolan. Lewat chatbot ini, pemudik bisa mendapatkan informasi penting seperti lokasi pos pengamanan, rumah sakit, kantor polisi, hingga bengkel terdekat yang bisa diakses selama perjalanan.
“Chatbot Sipolan ini akan membantu masyarakat memilih jalur yang aman. Di situ tersedia informasi pos, rumah sakit, kantor polisi hingga bengkel yang bisa dimanfaatkan pemudik,” jelas Pratama.
Pos Pengamanan
Selain teknologi digital, Polda Jateng juga menyiapkan 219 pos pengamanan yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis di wilayah Jawa Tengah. Pos-pos tersebut terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu.
Pos terpadu akan ditempatkan di pusat transportasi seperti terminal, pelabuhan, hingga bandara. Sementara pos pelayanan akan berdiri di sepanjang jalur mudik, baik jalur arteri maupun jalur alternatif.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menjelaskan, empat wilayah aglomerasi tersebut dipilih karena berpotensi menjadi sumber kepadatan selama musim mudik.
Aglomerasi pertama berada di wilayah Banyumas yang akan dikendalikan Kapolresta Banyumas. Kedua adalah jalur Wonosobo yang menghubungkan Banjarnegara, kawasan Dieng, hingga Magelang. Ketiga, jalur Klaten menuju Yogyakarta.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026 Jateng Diprediksi Membludak, Terjadi Dua Gelombang Besar
Dan terakhir, aglomerasi wilayah Semarang menuju Ungaran, hingga jalur pantura menuju Demak dan Jepara. Seluruh wilayah tersebut nantinya akan dikoordinasikan dari pos terpadu utama di Kalikangkung yang menjadi pusat kendali operasi pengamanan mudik di Jawa Tengah.
Peta macet sudah disiapkan, pos pengamanan sudah berdiri, bahkan chatbot pun ikut turun tangan. Tapi satu hal yang selalu sulit diprediksi saat mudik: niat orang pulang kampung. Karena begitu Lebaran dekat, jalan boleh padat… tapi keinginan ketemu keluarga biasanya lebih padat lagi. (tebe)


