Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Gelar Ground Check PBI JK, Wali Kota Solo Respati: Biar Bantuan Nggak Salah Sasaran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gelar Ground Check PBI JK, Wali Kota Solo Respati: Biar Bantuan Nggak Salah Sasaran

R. Izra
Last updated: Maret 12, 2026 7:51 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Wali Kota Solo Respati Ardi memberikan arahan pelaksanaan Ground Check PBI JK di kantor Dinas Sosial Surakarta, Rabu (11/3/2026).
Wali Kota Solo Respati Ardi memberikan arahan pelaksanaan Ground Check PBI JK di kantor Dinas Sosial Surakarta, Rabu (11/3/2026).
SHARE

BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi menekankan pentingnya pelaksanaan ground check untuk penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK). Tujuannya jelas: memastikan bantuan kesehatan benar-benar diterima warga yang memang berhak.

Menurut Respati, proses verifikasi yang dilakukan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) jadi kunci utama supaya data penerima bantuan sosial tetap akurat.

“Ini krusial karena para pendamping PKH akan menentukan mana masyarakat yang masih berhak menerima bantuan dan mana yang sebenarnya sudah tidak layak atau sudah graduasi,” kata Respati usai memberi arahan pelaksanaan ground check di Kantor Dinas Sosial Surakarta, Rabu (11/3/2026).

Bacaaja: Respati Siapkan Safe House 110 di Solo, Dorong Sistem Early Warning Warga
Bacaaja: Ikut Launching ‘Jaksa Sayang Anak’ di Solo, Respati: Jangan Ada Lagi Kekerasan Anak

Ia menjelaskan, kegiatan ground check ini juga bagian dari proses pemutakhiran data penerima bansos. Dengan data yang diperbarui, penyaluran bantuan diharapkan bisa lebih tepat sasaran.

Respati juga meminta masyarakat jujur dan terbuka saat memberikan informasi ekonomi kepada petugas. Menurutnya, transparansi warga sangat penting agar bantuan tidak salah alamat.

“Kalau memang masih layak mendapatkan bantuan, pasti akan kami bantu. Tapi kalau sudah punya penghasilan tetap dan rumah layak, mohon juga disampaikan dengan jujur supaya bantuan bisa diberikan kepada yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan sosial berasal dari uang rakyat, sehingga harus diawasi bersama agar tidak disalahgunakan.

“Ini uang rakyat, uang pajak. Jadi harus benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai yang berhak justru tidak dapat bantuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Surakarta Samsu Tri Wahyudin mengatakan pelaksanaan ground check PBI JK merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Sosial RI terkait pemutakhiran data penerima bantuan.

Di Kota Solo, proses verifikasi ini akan menyasar 11.698 warga dan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada masyarakat dengan kondisi penyakit katastropik.

“Data ini nanti kita cek langsung ke lapangan untuk memastikan apakah masih layak direaktivasi sebagai peserta BPJS PBI atau ada opsi lain seperti BPJS mandiri atau bantuan dari APBD,” jelasnya.

Lewat proses ini, pemerintah berharap data penerima bantuan kesehatan di Solo benar-benar valid, sehingga program pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih efektif. (*)

You Might Also Like

Dua Maling Masjid Main Kunci T, Ketangkep Setelah 25 Aksi

UMK Semarang Nggak Bisa Seenaknya, Semua Harus Ikut Aturan Pusat

Evaluasi Total MBG: Rakyat Butuh Sistem, Bukan Arahan Teknis Presiden

BPKP Jateng Fokus Awasi Pengadaan Barang dan Jasa yang Rawan Korupsi

Begini Langkah Pemerintah Ngalahin Drama Cuaca Akhir Tahun

TAGGED:bansosbantuanground chekrespati arditepat sasaranwali kota solo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mengapa Perdebatan di Media Sosial Mudah Berakhir Ejekan
Next Article Ilustrasi mi yang dicampur bahan pengawet mayat jenis formalin. (grafis/wahyu) Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Eks-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut langsung ditahan KPK setelah diperiksa sebagai tersangka, Kamis (12/3/2026).

BREAKING NEWS: Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Eks-Menag Pakai Rompi Orange

Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf

Pemkot Bikin Portal Mudik, Macet Bisa Dipantau dari HP

Pesawat berjejer di landasan Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist)

Mengintip Kesiapan Bandara Ahmad Yani Layani Penumpang Mudik Lebaran

Para debitur siluman yang dipinjam nama untuk utang bank, diperiksa sebagai saksi sidang di pengadilan, Kamis (12/3/2026). (bae)

Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Ijazah Nggak Lagi Disandera, SPP Nggak Bikin Deg-degan

Februari 26, 2026
Polisi tangkap WNA yang ketahuan nyolong Hp di Kota Lama Semarang.
Hukum

Turis Asing Keciduk Nyolong Hp di Kota Lama Semarang, Gak Punya Paspor Pula

Agustus 26, 2025
Hukum

Pencuri Asal Banjarnegara Dibekuk Usai Bobol SD Bumitirto Tengah Malam

November 27, 2025
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
NasionalPolitik

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

Agustus 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gelar Ground Check PBI JK, Wali Kota Solo Respati: Biar Bantuan Nggak Salah Sasaran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?